PPNI Adakan Seminar Ilmiah Keperawatan

SENDAWAR– Persatuan Perawat Nasional (PPNI) Cabang Kutai Barat mengadakan seminar ilmiah keperawatan dengan mengangkat tema “Penanganan Diabetes Millitus dan Penerapan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Serta Sosialisasi STR, SIMK Online, Dan Juklak Jabatan Fungsional Perawat”, yang bertempat di Gedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ) Kantor Bupati Kubar belum lama ini.

Bupati Kutai Barat FX.Yapan dalam sambutannya yang dibacakan oleh asisten 2 Ekonomi, Pembangunan dan SDA Sekretariat Kabupaten Kutai Barat Yohanes Kinam menegaskan PPNI diharapkan menunjukan bukti dan kepeduliannya secara nyata terhadap upaya peningkatan sumber daya para perawat  di Kutai Barat dengan senantiasa menggelar seminar dan ragam kegiatan lainnya. Dan dalam kesempatan kali ini PPNI Kutai Barat juga telah perduli akan pola perilaku sehat masyarakat dengan mensosialisasikan gerakan mencuci tangan dengan baik dan benar kepada para siswa yang duduk dibangku sekolah dasar, walaupun organisasi ini sudah baik adanya, namun saya selaku kepala daerah memiliki harapan yang lebih besar dimana PPNI tidak hanya berhenti sampai pada peringatan hari ulang tahun saja namun secara berkesinambungan PPNI juga dapat lebih kontributif lagi demi upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Kata Bupati “dari tema tersebut jelas dapat kita lihat bersama bahwa seminar yang mengandung intisari peningkatan keterampilan, keahlian

peserta-seminar-yang-diadakan-PPNI-Kubar
peserta-seminar-yang-diadakan-PPNI-Kubar

dalam upaya penanganan, pentingnya surat tanda registrasi perawat dan sistem informasi keanggotaan serta pentingnya upaya peningkatan dan  pengembangan keprofesian. Seminar ini merupakan salah satu bentuk kepedulian bagaimana upaya pemantapan fungsi profesi  perawat bahwa untuk menjadi perawat tidak hanya sebatas pada dimilikinya penguasaan ilmu pendidikan dan  pelayanan namun juga yang tak kalah penting adalah upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan kapasitas diri.

Bupati Berharap agar seluruh peserta dapat diimplementasikan diunit kerja masing-masing. Dimana perawat dapat lebih terampil lagi dalam melaksanakan praktik keperawatan, dapat menjadi duta kesehatan disetiap daerah dan unit kerja dan dimulai dari lingkungan sosial mau mengajak dan menjadi tauladan masyarakat untuk mencegah penyakit dengan hidup sehat. Sebab dengan optimalisasi pemahaman masyarakat akan kesehatan maka akan mengurangi dan menekan biaya pengobatan masyarakat Kutai Barat. Karena masyarakat Kutai Barat sudah memahamai akan arti penting kesehatan

Sementara Ketua PPNI Kubar Emiliana menjelaskan seminar berlangsung selama 1 hari dengan Narasumber Yorina Susanti, Emiliana, Anik Puji Rahayu dan Sukwanto, diikuti oleh anggota perawat yang tergabung dalam PPNI Kubar yang berasal dari Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Klinik Kesahatan baik pemerintah maupun perusahaan.

Lanjut Emi “khususnya kepada perawat diwajibkan memiliki kartu tanda anggota (KTA) organisasi PPNI, regristasi dan surat ijin praktik, karena ketiga itu syarat untuk bisa praktik dan pelayananan kesehatan dimasyarakat dan karyawan perusahaan, KTA dan sertifikat berlaku 5 tahun dan harus diperbaharui minimal 3 bulan sebelum masa barlaku habis, dan untuk mendapatkan ijin praktek maka perawat diwajibkan mengikuti seminar-seminar, jadi seminar ini sangat penting bagi keberlanjutan perawat.

Senada dengan Ketua PPNI Kubar, Ketua PPNI Propinsi Kaltim Sukwanto menegaskan perawat untuk memperpanjang surat ijin parktek perawat (SIPT) dan Surat Tanda Regristasi (STR) yang di keluarkan Dinas Kesehatan harus mendapat 25 SKP, dan SKP didapat dengan selalu mengikuti seminar, apabila STR dan SIPT mati maka ia tidak diakui sebagai perawat secara Nasional dan akan terkena sanksi apabila tetap praktek. (hms36)

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id