
PENAJAM PASER UTARA– Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-14 digelar di Penajam Paser Utara (PPU) selaku tuan rumah pada penyelenggaraan kali ini. Acara berlangsung di GOR Benuo Taka yang dihadiri oleh Asisten I Sekprov Kaltim, Wakil Ketua DPP LPM, Bupati PPU dan jajarannya, Ketua dan Wakil Ketua DPRD se-kabupaten atau kota dan Kadis DPMK sekaltim dan jajarannya, Kamis (25/4).
Gubernur Kalimantan Timur dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Sekprov Kaltim Meilliana menjelaskan sesuai tema yaitu melalui BBGRM ke-14 kita tingkatkan peran lembaga kemasyarakatan menuju kaltim maju 2018 oleh karena itu pencanangan gotong royong merupakan upaya melestarikan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang juga memacu semangat kebersaman agar masyarakat bisa menjadi mandiri dan berintegritas mengingat saat ini sangat sulit menyatukan dikarenakan sifat individualis dan kompetitif yang lebih cenderung diutamakan.
Selanjutnya Ia juga menghimbau kepada Pimpinan Daerah kabupaten atau kota agar dapat memfasilitasi beberapa hal terkait kegiatan bulan bakti tersebut antara lain pertama menyusun rencana kegiatan bulan bakti gotong royong disetiap desa atau keluruhan seluruh Kaltim mulai tanggal 1-31 Mei 2017, kedua memfasilitasi Camat, Lurah, Kades dan Pihak Swasta berkenaan persiapan bulan bakti, ketiga menggerakan peran aktif masyarakat dalam membangun desa atau kelurahan selama kegiatan berlangsung dan setelah kegiatan itu selesai, keemapt melakukan pemantauan dan evaluasi, kelima menyediakan dukungan penyelanggaraan melalui APBD kabupaten atau kota dan keenam melaporkan hasil pelaksanaan BBGRM kepada Gubernur dan Menteri Dalam Negeri RI.
Lalu Ia mengatakan “masyarakat merupakan pelaku pembangunan diera demokrasi otonomi oleh karena itu kita harus tolong menolong dan bahu membahu agar integrasi tidak cenderung menurun disaat-saat ini, keberhasilan gootng royong tergantung dari semangat kebersamaan”, tutupnya.
Pada pembukaan BBGRM juga dibagikan hadiah pemenang lomba gotong royong tahun 2016 dimana Kampung Penyinggahan Ilir Kecamatan Penyinggahan Kabupaten Kutai Barat yang menjadi juara 3 dalam perlombaan tahun lalu, Kadis DPMK Faustinus Syaidirahman saat ditemui usai acara mengatakan “sangat berterima kasih berkat kerja keras kampung penyinggahan dalam menjaga kerapian dan kebersihan kampungnya sendiri, kedepannya akan memotivasi kampung-kampung lainnya untuk menciptakan lingkungan kampungnya yang bersih,asri dan nyaman sehingga bisa memboyong juara 1”,harapnya.
Budaya Gotong Royong memang perlu dilestarikan karena hal ini merupakan jati diri Bangsa Indonesia yang lebih mengedepankan kebersamaan mengingat di era saat ini hal yang menyangkut gotong royong mulai memudar tetapi hendaknya semangat gotong royong ini terus kita galakkan agar anak cucu sebagai generasi penerus bangsa terus sadar akan pentingnya nilai-nilai luhur kebersamaan.(hms11)
