
SENDAWAR – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran Ibu berserta keluarga. Untuk membina, membimbing dan pengasuhan Tribina. TP PKK Kubar melalui Pokja II menggelar Bimtek Tribina Keluarga untuk PKK Kecamatan Muara Lawa dan Kecamatan Siluq Ngurai.
Kegiatan yang berlangsung di gedung serba guna PKK Kabupaten, di Jalan Sendawar Raya, Barong Tongkok ini, menghadirkan Nuraida Wahyu Ulistiani, S.M.P.Si yang merupakan Ketua HIMPSI Wilayah Kalimantan Timur dan Alvi Juni Rachmawati, SKM, M.Pd yang merupakan Kasubbid BKB, Anak dan Ketahanan Pangan Keluarga Lansia Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim. Selasa(31/10).
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Yayuk Seri Rahayu dalam sambutannya menjelaskan bahwa para peserta bisa dikatakan terpilih dan mendapatkan peluang untuk menuntut ilmu Tribina keluarga. Dimana kesempatan ini diperoleh dari sekian banyak anggota dan kader Tribina yang berada di Kecamatan maupun kampung di Kubar oleh sebab itu kiranya semua peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
“Mari ikutilah kegiatan ini dengan serius dan manfaatkan sesi demi sesi ini jika perlu jalinlah komunikasi yang interaktif dan proaktif karena dengan sharing dan mendapat masukan dari para pakar yang telah bersedia memberikan ilmunya pada hari ini kepada kita semua, tentu akan mendukung kemampuan kita melaksanakan tupoksi kita dalam melaksanakan tribina keluarga“,katanya.
Ia menghimbau agar para kader memerlukan kerelaan dan keikhlasan hati dalam menjalankan perannya. “Oleh sebab itu jangan pernah menyerah terus tingkatkan etos kerja, motivasi, dan dedikasi diri dalam melayani keluarga ini karena tujuan akhir dari tupoksi yang diemban merupakan amanah mulia”, ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Epet Sari Lidya Rampan dalam laporannya menyebutkan bahwa tujuan diselenggarakan Bimtek ini yaitu pertama sebagai upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan. Dan kesadaran Ibu serta anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang balitanya.
Melalui rangsangan fisik, motorik, kecerdasan, sosial, emosional, serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi antar anggota keluarga.
“ Kedua sebagai upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui penundaan usia perkawainan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga, ketiga upaya meningkatkan kesejahteraan lansia melalui kepedulian dan peran keluarga dalam mewujudkan lansia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa juga dapat mandiri, produktif serta bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat”, ujarnya. (ADV/hms11/NAW)
