
Kanan Sekda Kutai Barat saat pimpin Apel Gabungan Perangkat Daerah dan Siaga Bencana. Kominfo Lsr.kutaibaratkab.go.id
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Mengantisipasi terjadi bencana, Pemerintah Kutai Barat mengharapkan adanya serangkaian upaya untuk mengurangi risiko (mitigasi) bencana di Kabupaten Kutai Barat dengan saling berkordinasi dan berbagi informasi terkait daerah rawan bencana, Senin (20/01/2020).
Bupati Kutai Barat dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Yacob Tullur mengatakan, segenap stakeholder agar bersama-sama menggiatkan pencegahan penanggulangan ragam bencana di wilayah Kabupaten Kutai Barat. “Kita semua menyadari bahwa bencana alam tidak dapat ditolak maka hal terpenting yang dilakukan adalah meminimalisir dampak yang terjadi,” ucapnya di Halaman Kantor Sekretariat Daerah.
Yacob Tullur berpesan agar pihak terkait dapat memberikan berbagai informasi kepada warga terkhususnya yang berada dikawasan rawan bencana agar masyarakat memahami apa saja yang harus dilakukan saat terjadinya bencana tersebut. “Penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen yakni agar dapat mengedukasi dan memberikan informasi kepada masyarakat,”ungkapnya saat pimpin Apel Gabungan Siaga Bencana dan Perangkat Daerah, diikuti oleh seluruh Kepada Perangkat Daerah, Para Assisten, Camat Barong Tongkok, Petinggi dan peserta upacara yang terdiri ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), Tim Penanggulangan Bencana, Tim Basarnas dan TNI/POLRI.
Kepada Dinas Penanggulangan Bencana Daerah Jenton mengungkapkan melalui apel siaga bencana ini, terwujudnya ketangguhan dalam menghadapi bencana dan memberikan rasa aman kepada masyarakat secara umum. “Maka mari mengoptimalkan dengan membangun kerjasama dan koordinasi demi tugas kemanusiaan ini,” terangnya dikonfirmasi terpisah.
Lebih lanjut dijelaskannya bahwa untuk pengurangan resiko bencana hal prioritas yang harus dilakukan ialah mengidenfikasi dan meningkatkan peringatan dini melalui upaya kreatif, inovatif dan cerdas dalam membangun budaya keselamatan dan memperkuat kesiapsiagaan penanggulangan bencana,” tandasnya. Kominfo Lsr.
