
(Dua dari Kiri) Wakil Bupati saat memberikan sambutan rakor Karhutla.Kominfo Fds.kutaibaratkab.go.id
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Polres Kutai Barat menggelar Rapat Koordinasi untuk penanggulangan bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polres Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Penanggulangan bencana alam kebakaran hutan dan lahan tidak bisa dilaksanakan satu pihak, tetapi melibatkan seluruh elemen, saling bekerjasama dan berkoordinasi dengan masyarakat, Kecamatan, Badan penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Lingkungan Hidup, TNI dan Polri. Di aula Mapolres Kutai Barat. Kamis 05 Maret 2020.
Wakil Bupati Kutai Barat H. Edyanto Arkan mengatakan, kebakaran hutan dan lahan di Kutai Barat, merupakan kebakaran yang cukup sulit dipadamkan, karena disebabkan akses, peralatan dan lokasi yang sulit air. “Pencegahan kebakaran hutan dibutuhkan peran semua pihak, selain membangun koordinasi, sosialisasi dan karhutla merupakan tanggung jawab moral kita bersama,” tegas Wakil Bupai.
Sementara menurut Kapolres Kutai Barat AKBP Roy Satya Putra, dengan adanya rakor ini berbagai elemen dapat bekerjasama dan berkolaborasi untuk melaksanakan pencegahan kebakaran hutan, kebakaran hutan ditahun 2019 hampir 300 titik, dalam pencegahan perlu berkerjasama dalam bentuk komunikasi, koordinasi dan berkolaborasi.
“Dalam pemadaman kebakaran hutan pihaknya mengalami kendala, baik dalam hal sarana dan prasarana juga personil yang terbatas oleh sebab itu perlu sinergitas dalam pencegahan kebakaran hutan dan kerjasama dari BPBD, DLH serta perusahan tambang dan perkebunan yang ada di wilayah Kutai Barat,” tambahnya.
Rapat Koordinasi tersebut dihadiri Dandim 0913/KBR Anang Sofyan Effendy, perwakilan Bupati Mahakam Ulu, BPBD, DLH, Camat Barong Tongkok, Plt. Camat Linggang Bigung, Perwakilan Perusahaan Tambang dan perkebunan dan para tokoh masyarakat. Kominfo Fds
