
(Kanan) Kepala Sekolah SDN 001 Serahkan Piring Putih simbolis Prosesi Adat kepada Wali Murid. Kominfo Lsr kutaibaratkab.go.id.
KOMINFOKUBAR – SENDAWAR, Terkait viralnya kejadian prilaku berlebihan (dugaan perundungan) di Media Sosial (Medsos), Pihak Sekolah SDN 001 Barong Tongkok, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), DPRD Kutai Barat, DP2AKB Kutai Barat, KPAI beserta seluruh guru dan wali murid atau orang tua korban menggelar rapat klarifikasi dan himbauan yang dilaksanakan diruang Rapat SDN 001 Kawasan Busur Kecamatan Barong Tongkok.
Disikapi oleh Kepala Disdikbud Kutai Barat Ngampun mengungkapkan bahwa berita yang telah beredar bukanlah unsur kekerasan atau pengeroyokan melainkan ketidak sengajaan yaitu atas dasar prilaku bercanda dan bermain sehingga terjadilah kecelakaan tersebut.
‘Kejadian tersebut dapat dijadikan pembelajaran bagi seluruh sekolah yang berada di Kabupaten Kutai Barat dan seluruh guru agar dapat lebih memperhatikan siswa-siswi disekolahnya,” harap Kadisdikbud.
Menurut Kepala Sekolah SDN 001 Barong Tongkok Victorius Gereng mengatakan, bahwa benar pada hari Sabtu, (29/02/2020) kemarin. Siswi yang duduk dikelas 1 (satu) berinisial TO (7) tahun tersebut mengalami luka pada dagunya dan permasalahan ini telah selesai secara kekeluargaan secara adat. “Selaku pihak sekolah memohon maaf atas kelalaian yang terjadi, hari ini telah usai dengan melaksanakan prosesi adat (Jamid Burai),” bebernya.
Diterangkan lebih lanjut sebelum dilaksanakannya pertemuan ini juga sudah melakukan mediasi, dengan wali murid (orang tua) pihak pelaku sudah bertanggung jawab hingga sisiswi TO sembuh total. “Pada tanggal 12 Maret akan diadakan pertemuan kembali guna menyelesaikan proses secara adat dimana pihak sekolah membayar denda adat sebesar Rp. 5 juta melalui iuran dari seluruh guru SDN 001 Barong Tongkok,” ungkapnya.
Dilanjutkan oleh perwakilan DPRD Komisi 3 Yahya Marthan mengharapkan untuk kedepannya agar sekolah terus membenahi terutama pengawasan, hal ini merupakan upaya klarifikasi atas berita yang disampaikan melalui media sosial beberapa waktu yang lalu. “Terimakasih atas pemahamannya dan menghimbau agar jangan terlalu cepat merespon segala sesuatu secara berlebihan dan emosional, mari bersama-sama menyikapi dengan bijak,” tuturnya.
Sementara menurut oleh Kepala Dinas P2KBP3A Yohana menjelaskan, bahwa dengan terjadinya kejadian ini, hal ini menjadi tanggung jawab bersama apalagi Kabupaten Kutai Barat akan menuju Kabupaten Layak Anak. “Maka mari semua dapat bersama-sama mengendalikan prilaku yang kurang baik, dengan memperkuat pendidikan karakter generasi muda sejak dini,” pungkasnya. Kominfo Lsr.
