Hasil Rapit Test Belum Tentu Positif Covid-19.

Sekdakab Kutai Barat, saat memberikan keterangan pers terkait penanganan Covid-19 di Kutai Barat. Kominfo.kutabaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Hasil Konferensi Pers, data dari posko perbatasan Unit Pelayana Terpadu (UPT) Puskesmas Jambuk Kecamatan Bongan Minggu, (05/04/2020) sedikitnya 416 unit mobil dengan jumlah kunjungan penumpang sebanyak 862 orang. Untuk data yang dirilis oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Kutai Barat, Pelaku perjalanan 1.639 orang, orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 176 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 5 orang,  proses pantau 147 orang dan selesai pantau sebanyak 29 orang, untuk orang yang telah dilakukan repid test se – Kutai Barat sebanyak 48 orang dengan hasil negatif 47 orang dan terindikasi positif berdasarkan hasil revid test masih 1 orang data kemaren. Di Media Center Covid-19, Minggu, 05 April 2020.

Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur mengatakan, Pemerintah Kutai Barat telah menyediakan dan sudah siap digunakan yakni; Asrama Paskibra untuk karantina pasien dengan status PDP tingkat sedang, namun mudah-mudahan tidak digunakan, kemudian ada RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) dan persiapan RS Pratama mencapai 80%  untuk menangani pasien Covid-19,” terangnya.

Lebih lanjut, Sekdakab Kutai Barat meminta masyarakat agar tidak panik dengan adanya satu orang yang terindikasi positif ini, karena belum tentu positif dari hasil pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Surabaya, mudah-mudahan dalam satu atau dua hari kedepan sudah ada informasinya,” terangnya.

“Terima kasih kepada petugas yang berkerja keras di lapangan, baik Para dokter, perawat, teman-teman pengamanan dari unsur TN, Polri, Satpol PP dan Dishub Kutai Barat, kedepan diharapkan ada kegiatan untuk mengecek identitas kependudukan masyarakat yang keluar masuk di Kutai Barat agar yang bukan warga dan kurang jelas tujuannya untuk diamankan supaya Kutai Barat bukan tempat pelariannya,” tegas Sekdakab Kutai Barat.

Bagaimana rapid test untuk corona bekerja, menurut dr Rita Sinaga, “Rapid test ditujukan agar pemerintah dan petugas kesehatan bisa mengetahui siapa saja orang yang berpotensi terpapar dan memungkinkan menyebarkan Covid-19 kemudian segera dapat dilakukan tindakan pencegahan agar jumlah kasus Covid-19 tidak semakin meluas,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Rapid test adalah metode screening awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus corona.

Dengan kata lain, “bila antibodi ini terdeteksi didalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus corona. Namun, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu. Jadi, rapid test hanyalah sebagai pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus corona atau Covid-19,” jelasnya. Kominfo.

 

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id