
Bupati Kutai Barat saat berdiskusi dengan unsur Forkopimda Kutai Barat. Kominfo.kutaibaratkab.go.id
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat melalui Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, Dinas Kesehatan Kutai Barat dan Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana Kutai Barat bekerja sama dengan seluruh unsur TNI dan Polri Kutai Barat sigap melakukan penangulangan dan penanganan kasus wabah Corona Virus Disease-2019 (covid-19) terutama Pasien Dalam Pengawasan dengan menyediakan Sarana Isolasi yang standar menurut protokol penanganan Covid-19 di Kutai Barat. Minggu, 05 April 2020.
Bupati Kutai Barat FX Yapan mengatakan, pemerintah daerah telah berupaya maksimal untuk menyediakan fasilitas penanganan Covid-19 di Kutai Barat dengan melakukan koordinasi yang intens bersama jajaran Forkopimda Kutai Barat. Ada 3 (tiga) Fasilitas sarana dan Praserana yang telah disiapkan untuk digunakan yakni: Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar (RS HIS), Rumah Sakit Pratama dan Asrama Pasikibra Dispora Kutai Barat.
Untuk Pasien Dalam Pengawasan terutama Orang Dalam Pengawasan dan agar dapat bekerjasama melakukan isolasi mandiri dirumah selama 14 hari, jika tidak mengindahkan maka akan diisolasi pada sarana yang telah disiapkan pemeritah hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah meluasnya penyebaran wabah Covid-19 ini yang dapat beresiko tinggi bagi masyarakat Kutai Barat secara luas.
Lebih lanjut Bupati menghimbau “kepada perusahaan yang wilayah kerjanya di Kutai Barat Baik Pertambangan Batu Bara dan Perusahaan Perkebunan Sawit diharapkan dapat memperketat jangan ada karyawannya yang bebas keluar masuk wilayah Kutai Barat dan terima kasih kepada perusahaan yang sudah peduli, mendukung dengan memberikan sumbangan berupa sembako dan obat-obatan,” terangnya.
“Demikian juga kepada seluruh Organisasi Pemuda, Kemasyarakatan, paguyuban, para tokoh agama dan tokoh adat untuk sama-sama bahu-membahu bekerjasama untuk mengatasi, mencegah dan menaggulangi penyebaran wabah ini, dengan tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang menggumpulkan banyak orang bahkan yang akan menikah pun diminta untuk menunda kegiatan pernikahannya,” Bupati menambahkan.
Masyarakat Kutai Barat diminta “selain tetap tenang, tetap berpikir positif, jaga kesehatan dengan disiplin dan banyak mengkonsumsi vitamin dan tanaman obat tradisional seperti : Kunyit, Jahe, kencur, Bawang Putih dan lain sebagainya agar imunitas dan vitalitas lebih terjaga, selain itu masyarakat juga dapat belajar, bekerja dan beribadah dirumah saja agar tidak terpapar covid-19 yang menjadi pandemi dunia ini,” harap Bupati. Kominfo.
