
Pekerja Budidaya Ikan, saat ikuti pelatihan di Kabupaten Banjar. (Foto: Diskan).
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Bertekad jadi sentra benih ikan air tawar, Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat siap ajari teknik pembenihan dan mengadakan pelatihan perikanan bagi masyarakat Kutai Barat demi memenuhi kebutuhan budidaya ikan, Senin, 01 Juni 2020.
Kepala Diskan Kutai Barat, Stefanus Alexander Samson mengatakan, terakhir pada November 2019 lalu, 10 orang pekerja budidaya ikan air tawar diberangkatkan kekabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan di Balai Budidaya Air Tawar Desa Mandiangin, Kecamatan Karang Intan. Dan Desa Bincau, Kecamatan Martapura yang berjarak 10 kilometer dari Desa Mandiangin.
“Setiap tahun kelompok perikanan diseleksi mengikuti diklat pembenihan ikan sebagai upaya menyediakan benih ikan, nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan benih ikan di Kutai Barat. Dan pada tahun ini karena pandemi covid 19 maka tidak dilaksanakan/ditiadakan,” ungkap Kadiskan yang merupakan lulusan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau ini.
Lebih lanjut diterangkan Kadiskan, keterbatasan benih ikan salah satu kendala bagi para pekerja perikanan atau peternak ikan air tawar, karena ketersediaan benih ikan yang harus didatangkan dari luar daerah.
Oleh sebab itu setiap tahun Diskan menyeleksi kelompok perikanan untuk ikut dalam pendidikan dan pelatihan di balai perikanan. Tidak hanya didalam daerah, tapi juga ada program pendidikan dan pelatihan dengan mendatangi daerah yang telah berhasil dalam sektor perikanan.
Program pelatihan tersebut dalam rangka agar budidaya ikan tidak lagi tergantung dengan benih dari luar Kutai Barat. Sehingga selama empat hari itu, materi pelatihan dikhususkan pembenihan ikan air tawar, mulai dari belajar bagaimana membenihkan ikan secara mandiri, salah satunya belajar observasi.
Dalam satu kesempatan Bupati Kutai Barat FX Yapan juga mengungkapkan bahwa tiga kecamatan berlatarbelakang wilayah sentra penghasil ikan basah atau kering. Yakni Kecamatan Jempang, Muara Pahu, dan Penyinggahan. Ia berharap para camat dan kepala kampung setempat untuk dapat menggali dan memfasilitasi sumberdaya tersebut.
“Upaya pembangunan dibidang perikanan, saya harap bisa memberi manfaat maksimal untuk kesejahteraan masyarakat. Tapi harus tetap mempertimbangkan kelestarian potensi perikanan yang ada,” pintanya.
“Di Kutai Barat masih minim pekerja pembenihan ikan, rata-rata kegiatan dalam pembesaran saja,” beber Berkat David Sinaga selaku Kepala Seksi Pembinaan Dan Kelembagaan Perikanan pada Bidang Pemberdayaan Nelayan Dan Pembudidaya Perikanan Diskan Kutai Barat.
“Ada 12.253 orang yang bermata pencaharian di bidang perikanan di Kutai Barat. Sebanyak 4.497 jiwa aktif pada perikanan budidaya, dan 7.756 jiwa diperikanan tangkap. Didukung areal penangkapan umum disungai seluas 1.416,5 hektare dan danau 18.424,8 hektare.
Penulis: Lilis, Editor: Hermanto Y.
