Air Bersih Kampung Di Kelola Secara Mandiri Oleh Badan Usaha Milik Kampung (BumKa)

Kepala Kampung Geleo Asa, saat menunjukan meter air bersih. Foto: Lilis (diskominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan utama oleh setiap individu ataupun masyarakat, untuk keperluan sehari-hari dan umumnya didapatkan dari aliran air alam atau yang disediakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun berbeda bagi warga kampung Geleo Asa, ketersediaan air bersih bagi masyarakat wilayah Kecamatan Barong Tongkok ini, sudah tersedia dengan pengelolaan secara mandiri air bersih dari sumber mata air alam pegunungan. Dimana pengelolaan air bersih tersebut dianggarkan melalui Dana Desa (DD) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Kampung (BumKa).

Petinggi Geleo Asa Omosogianto menjelaskan, program air bersih ini telah dibangun sejak tahun 2016 dan beroperasi pada tahun 2017 yang dikelola oleh Bumka Kampung Geleo Asa Kecamatan Barong Tongkok dengan mengunakan anggaran dana desa.

Diterangkannya bahwa “air bersih tersebut bersumber dari  mata air pengunungan yang berjarak 2 kilo dari perkampungan, yang airnya ditampung diatas gunung lalu dialirkan ke rumah warga kampung,” jelasnya.

“Untuk pengeloaan diserahkan Bumka kampung Geleo Asa, seperti; pemeliharaan dan operasionalnya. Jikalau ada kerusakan Bumkalah yang memperbaiki mulai dari pipa yang pecah terkena kayu maka Bumkalah yang ganti,”ungkap petinggi, saat  diwawancara, Sabtu (6/3) .

Dipaparkannya bahwa masyarakat Geleo Asa yang kampungnya berjumlah 230 Kepala Keluarga (KK) dengan penduduk sebanyak 720 jiwa tidak memakai air bersih dari PDAM. Ketersediaan air bersih tersebut cukup murah bagi masyarakat hanya Rp 1000 /meter kubik (Pergentong/1000 liter).  Dengan rincian perbulannya dihabiskan sekitar 500-600 liter kubik atau 5-6 gentong perbulan tergantung dari pemakaian masyarakat itu sendiri.

“Untuk biayanya ditentukan sesuai hasil kesepakatan suara masyarakat kampung, melalui musyawarah akhirnya menjadi seribu rupiah per gentongnya hingga sekarang,” jelasnya.

Menurut Omosogianto selain air bersih Bumka juga mengelola koperasi pinjam untuk masyarakat kampung Geleo Asa yang membutuhkan dana darurat untuk keluarga yang sakit. Koperasi Pinjam ini sudah berjalan dan berkembang,” bebernya.

Lebih lanjut dijelaskannya ada pula kegiatan pembersihan jalan usaha tani yang perlu dipangkas/dipotong agar landai memudahkan masyarakat melewatinya, dan kegiatan penataan bibit ikan dimana program ini untuk membantu perekonomian masyarakat Geleo Asa.”tegasnya.

Menurut salah satu masyarakat yang juga staf Bumka, pernah mengikuti pelatihan bagaimana cara mengelola ikan, setelah dipraktekkan dan berhasil hingga ingin mengerakkannya dikampung untuk membantu kebutuhan ketersediaan ikan dan meningkatkan ekonomi warga.

“Sistimnya mengelola mulai dari penetasan, pemeliharaan hingga dijual, yang terbuka bagi masyarakat yang mau memelihara ikan, semuanya bersumber dari Dana Desa (DD). Setelah itu ditampung oleh Bumka dan mencari pembeli dari luar dengan pembinaan dari Dinas Perikanan untuk membimbing,” pungkasnya.

 

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id