
(Kanan) Petugas Vaksin, saat melakukan vaksin. Foto: Lilis (Diskominfo)
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Efek samping dari Vaksin Sinovac yang menjadi ketakutan dikalangan masyarakat, hal tersebut merupakan pembentukan antibody (kekebalan imunitas tubuh) sehingga masyarakat tidak perlu takut, ungkap Tim Vaksinasi Dinas Kesehatan.
“Efek vaksin sinovac dapat meningkatkan nafsu makan, demam, pegal, bengkak, bentol merah, sering lapar, pusing, bengkak pada lokasi penyuntikan, lemas dan ngantuk, ini merupakan gejala yang wajar tergantung dari kondisi imunitas tubuh masing-masing,” ucap Yohana selaku petugas Vasin dari Tim Vaksinasi Dinas Kesehatan kepada media di Alun-alun Itho Kutai Barat. Jumat (19/03).
Disebutkannya bahwa pada hari ini telah melanjutkan vaksinasi tahap kedua setelah 14 hari dengan proses registrasi, verivikasi, skrining dan vaksinasi lalu observasi. Dimana dalam jangka waktu 2 minggu tersebut merupakan proses bekerjanya vaksin didalam tubuh. “Vaksin awal merupakan proses penyesuaian dan vaksin kedua baru pembentukan antibody,” jelasnya.
Lebih lanjut Yohana menjelaskan, bahwa apabila terjadinya demam pada saat proses antibody, disarankan untuk minum obat paracetamol. Apabila tidak ada perubahan maka masyarakat diminta untuk ke-puskesmas terdekat. “Jika demam cukup minum parasetamol, jika efek menerus disarankan kedokter, dan jika ada keluhan hubungi kontak yang tertera dikartu vaksinasi,” jelasnya.
Pada tahapan vaksinasi ada kriteria yang harus dipenuhi, jika tidak maka belum dapat mengikuti vaksin. “Yakni jika dimeja skrining terindikasi seperti; punya diabetes diatas 200 Mgl maka ditunda tidak diberikan vaksin,” ungkapnya mencotohkan.
Bagi yang sudah divaksin Corona Virus Diseace (Covid 19), masih tetap menerapkan peraturan protokol kesehatan. Agar selain mencegah penularan juga dapat menurunkan angka positif Covid-19 di Kabupaten Kutai Barat. “Mari tetap patuhi 5M. Saling menjaga dan saling mengingatkan,” pungkasnya.
Penulis: Lilis, editor : Hermanto
