
Simbolis terima bantuan Barang Kebutuhan Pokok untuk Vino. Foto: Lilis (Dinkominfo)
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melakukan rekonsiliasi kasus anak kepada salah satu warga Kampung Linggang Purworejo Kecamatan Tering yakni adik Alviano Dafa Raharjo (10) yang kerap disapa Vino, bocah yang ditinggal wafat oleh kedua orangtuanya akibat terpapar Corona Virus Diseace (Covid 19). Senin (26/7).
Kemensos RI melalui Kepala Balai Rehabibitas Sosial Penyandang Disabilitas Mental ”Budi Luhur” Banjar Baru, Herry Pawoko mengatakan bahwa kegiatan kunjungan ini, sebagai respon darurat anak yang memerlukan perlindungan khusus di Kabupaten Kutai Barat.
“Pertemuan ini merupakan bukti wujud kehadiran Kementrian yang turut hadir atas petunjuk dan arahan Ibu Menteri terkait viralnya di Media Sosial (Medsos) tentang adik kita vino mendapat perhatian yang luar biasa. Kami melakukan respon darurat secara cepat dalam proses penanganan anak vino,” tuturnya didampingi Penyuluh Sosial Ahli Muda dan Ahli Pertama. didampingi Camat, Kepala Puskesmas, Polsek serta Koramil, Kecamatn Tering
Lanjut, Herry Pawoko dari hasil accesment bahwa kondisi vino sudah membaik dan peran serta seluruh stakeholder yakni dari Dinsos, Koramil, Polsek, Camat dan Puskesmas sangat luar biasa memberikan penanganan. Merwakilan dari Kemensos mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh stakeholder dan relawan masyarakat yang proaktif peduli dalam memberikan penanganan terhadap vino. “Masalah adik vino merupakan masalah terakhir dan tidak ada vino-vino yang baru. Sehingga permasalahan ini tidak berkembang dalam situasi covid 19 yang tidak tentu kapan akan berakhir,” harap Kepala Balai Banjar Baru, saat wawancara usai penyerahan bantuan nutrisi dan sembako.
Harapannya bahwa pengasuhan dan perawatan terhadap vino, harus yang terbaik dari keluarga. Oleh karena itu, dinsos Kutai Barat diminta untuk berkoordinasi dengan dissos Sragen provinsi Jawa Tengah yang merupakan daerah asal orangtua vino.
Selanjutnya diharapkan kepada masyarakat agar tidak menanggapi kasus terpapar covid dibesar-besarkan dan tidak mengasingkan atau melakukan penolakan terhadap masyarakat yang melakukan isoman. “Kami akan mempertemukan vino dengan keluarganya yang berada di Sragen yakni neneknya. Jika Isolasi Mandiri (Isoman) sudah selesai, Pelayanan Kesehatan pun sudah terlayani dengan baik,” jelasnya
Ditambahkan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos Kutai Barat Yan Heriyanto Herman menjelaskan bahwa dalam penanganan vino pada saat isoman tetangga dan seluruh stakholder turut menjaga dan menemani vino. Semua kalangan telah proaktif membantu dalam penanganan vino, selanjutnya Dinsos Kutai Barat akan mendampingi vino untuk bertemu dengan keluargannya.
“Kami masih berkoordinasi dengan dinsos Sragen, untuk mempasilitasi dengan Nenek vino apakah akan menjemput langsung ke Kutai Barat. Apabila tidak maka Dinsos Kutai Barat akan memberikan rekom dan melakukan pendampingan untuk mengantarkan vino ke Sragen,” ungkapnya.
Sementara menurut Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Tering Etty kusendang menuturkan bahwa kesehatan vino telah membaik dan masuk dalam Ketegori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan dinyatakan sembuh pada tanggal 25 Juli Kemarin. “Kami akan tetap memantau perkembangan kesehatan vino baik memantau langsung ataupun melalui telepon,” ucapnya.
“Kami meminta masyarakat dapat patuh dalam disiplin prokes dengan saling mengingatkan agar tetap menjaga prokes, jaga jarak dan memakai masker, untuk memutuskan rantai penyebaran agar tingkat terpapar dapat berkurang,” pungkasnya menambahkan.
Penulis: Lilis, Editor: Hermanto
