
Pelaksanaan yudisium Mahasiswa Poltekes Kemenkes Kaltim Program Ahli Jenjang Sarjana Terapan Keperawatan Kelas Samarinda Lokus Kutai Barat. Foto : Welin (Diskominfo).
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Kutai Barat menggelar Yudisium Mahasiswa Poltekes Kemenkes Kalimantan Timur (Kaltim) Program Ahli Jenjang Sarjana Terapan Keperawatan Kelas Samarinda Lokus Kutai Barat dengan jumlah 56 peserta yudisium. Dalam acara ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat Ayonius serta turut didampingi Direktur Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur, Ketua DPD PPNI Kutai Barat dan Jajarannya, Direktur RSUD HIS, Direktur RSUD Kelas D Pratama dan para Pimpinan Puskesmas serta Direktur, Pembantu Direktur I, II, III, Kepala Jurusan, Kepala UPT Pengabdian Masyarakat, Para Dosen beserta Jajaran manajemen Politeknik Sendawar dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten bertempat di Balai Agung Tullur Jejangkat (ATJ). Jum’at (15/07/2022).
Sambutan Bupati Kutai Barat yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat Ayonius mengatakan, hari ini merupakan hari yang membanggakan bagi kita semua, karena satu tahap jenjang Pendidikan menuju kelulusan berhasil dilaksanakan oleh para Perawat di Kutai Barat dari pendidikan Poltekkes Kaltim melalui MoU kerjasama kubar dibawah organisasi profesi PPNI dengan Poltekkes Kemenkes Kaltim.
“Tentu saja keberhasilan ini patut disyukuri oleh semua pihak, dengan harapan 56 peserta yudisium lokus Kubar kelak dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan profesionalitas mereka dalam upaya suksesnya pembangunan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.” Harapnya.
Lebih lanjut Ayonius menyampaikan, dengan memedomani UU Nomor 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan dan UU nomor 38 tahun 2014 tentang keperawatan, program Sarjana Terapan Keperawatan (STR) ini merupakan pendidikan yang begitu penting bagi proses peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan di Kabupaten Kutai Barat.
Kemudian dapat di ketahui bersama bahwa hingga saat ini jumlah Perawat di Kutai Barat Lulusan SPK sebanyak 1 orang, Lulusan D3 sebanyak 739 dan Lulusan S1 dengan Profesi Ners sebanyak 110 Orang yang tersebar baik di RSUD dan Puskesmas. Jika mencermati data diatas tentu saja berbanding terbalik antara Perawat D3 dan S1 Profesi Ners. Dan hal tersebut tentu menjadi fokus dan PR kita bersama bahwa kedepannya semua Perawat akan diwajibkan untuk ke tahap sarjana dan mengambil profesi ners sebab walaupun telah sarjana tetapi tidak melanjutkan profesi ners, maka legalitasnya dalam memberikan pelayanan keperawatan tetap dihitung sebagai vokasi (D3).
“Besar harapan saya para Perawat nantinya dapat mengambil gelar profesinya karena ini tentu sejalan dengan salah satu misi dalam pemerintahan periode kedua Bupati bersama Bapak Wakil Bupati Edyanto Arkan yaitu “Meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas Melalui Pendidikan dan Pelatihan yang Didukung Optimalisasi Pelayanan Kesehatan.” Harapnya
Kemudian dijelaskannya bahwa Sumber Daya Manusia Kesehatan/Perawat yang berkualitas akan terwujud bila adanya dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak. Oleh sebab itu harapannya kedepan akan terus terjalin kerjasama antara Poltekkes Kemenkes Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam meningkatkan kualitas SDM Kesehatan Kabupaten Kutai Barat ini. “Mari bersama kita tingkatkan sinergitas kita untuk mensukseskan harapan tersebut. Sebab secara tidak langsung melalui ketersediaan SDM tenaga kesehatan yang berkualitas akan mendukung terwujudnya peningkatan derajat kesehatan manusia Kutai Barat.” Pungkasnya
Penulis : Welin. Editor : Emanuel
