
Asisten II Rakhmad mengikuti rakor melalui zoom metting di ruang Rapat Eksekutif Lt. III Kantor Bupati Kutai Barat. Foto : Natasya Dhea (Diskominfo).
Kominfokubar-Sendawar. Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Kongkret Pengendalian Inflasi di Daerah tahun 2023 melalui Zoom Metting yang dilaksanakan di Ruang Rapat Eksekutif Lt. III Kantor Bupati Kutai Barat, dihadiri Asisten II Rakhmad dan Beberapa OPD terkait, Selasa, 04/04/2023.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan inflasi pada Maret 2023 mengalami penurunan menjadi 4,97 persen dari 5,47 persen pada Februari 2023. Penyumbang inflasi tahunan di antaranya komoditas bensin, beras, rokok, tarif angkutan udara, dan bahan bakar rumah tangga.
Adapun wilayah yang mengalami inflasi tertinggi adalah Kota Tual (7,49 persen) dan terendah di Merauke (3,17 persen).
“Secara umum dari 90 kota, seluruh kota mengalami inflasi secara tahunan. Dan terdapat 26 kota yang mengalami inflasi tahunan yang lebih rendah dari inflasi nasional,” ucap Ismartini.
Kendati demikian, inflasi secara bulanan mengalami kenaikan tipis dari 0,16 persen pada Februari 2023 menjadi 0,18 persen pada Maret 2023. Ismartini juga mengingatkan Maret 2023 ini bertepatan dengan bulan Ramadan 2023.
Menurutnya, beberapa komoditas yang perlu diwaspadai pada Ramadan ini di antaranya tarif angkutan udara, daging, dan bawang merah meskipun inflasi Ramadan 2023 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara umum kondisi Maret 2023 di Kalimantan inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung dengan Inflasi sebesar 0,93% dengan komoditas yang memiliki andil terbesar adalah Tarif Air Minum PAM, Ikan Segar, Beras, Bensin, dan Cabe Rawit, tambahnya.
Inspektur Jendral Dalam Negeri, Tomsi Tohir Balaw menyebutkan “ Kami dari seluruh teman-teman kementerian lembaga yang hadir pada pagi hari ini mengucapkan banyak-banyak terima kasih dimana atas jerih payah kita bersama kita berusaha sekuat-kuatnya berupaya agar inflasi kita turun, dan harus diwaspadai berkaitan dengan situasi menjelang Hari Raya Idul Fitri ini harga-harga bergejolak upaya-upaya kita jangan sampai kendor dan ini akan terus sampai sekitar 2 minggu setelah Hari Raya Idul Fitri oleh sebab itu upaya-upaya antisipasi tetap kita lakukan bersama bahkan lebih kuat lagi sehingga tujuan yang kita harapkan untuk menjaga stabilitas harga dapat tercapai “ Tandasnya melalui zoom metting.
Kendati demikian, Tomsi Tohir Balaw memprediksi inflasi pada tahun ini akan mengalami kenaikan dengan tingkat yang moderat. Hal ini dikarenakan peningkatan konsumsi masyarakat seiring perbaikan perekonomian.
Menurutnya, inflasi masih tetap dapat terkendali sepanjang tidak menggerus daya beli masyarakat. Namun, ia menyarankan pemerintah tetap waspada dalam menjaga ketersediaan barang dan jasa, terutama pangan dan energi,” Tambahnya.
Penulis : Natasya Dhea. Eitor : E. Akin.
