
Wakil Bupati Kubar H. Ediyanto Arkan saat melakukan nspeksi Keselamatan LLA ( Rampcheck ) Terhadap Moda Angkutan Lebaran 1444 H/ 2023. Foto : Natasya Dhea.
Kominfokubar-Sendawar. Inspeksi Keselamatan LLA ( Rampcheck ) Terhadap Moda Angkutan Lebaran 1444 H/ 2023 yang diselenggarakan di Pelabuhan Melak. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan, Asisten II Rakhmat, Camat Melak Maulidin Said, OPD terkait, serta pemilik Angkutan Lebaran. Jum’at, 14/04/2023.
Kegiatan Rampcheck ini dilakukan kepada kapal yang akan berangkat membawa penumpang, sebelum keberangkatan Wakil Bupati melakukan pengecheckan yang meliputi kapasitas penumpang, fasilitas keselamatan, dan kepastian/ketepatan ke tempat tujuan.
Wakil Bupati Ediyanto Arkan menyebutkan“ kalau dilihat secara umum persiapan kapal ini sudah 70%-80% cukup baik, pertama ada beberapa hal yang kita sarankan adalah sebaran menaruh Life Jacket atau pelampung itu menyebar jangan dipusatkan disatu tempat. Kedua tempatkan pada tempat yang mudah dilihat oleh penumpang untuk menjaga jika ada hal-hal yang tiba-tiba terjadi itu mudah dijangkau dan mudah digunakan. ketiga penumpang merasa aman dalam perjalanan kemudian keluarga yang mengantarkan itu merasa aman sehingga secara perlahan ini menjadikan habit atau menjadikan kebiasaan tidak usah diperiksa lagi kan sudah otomatis setiap keberangkatan menunjukan life jacket atau pelampung itu ada dan jumlah itu pun cukup. Yang keempat, agar pemilik kapal memperhatikan hal-hal keselamatan selama pelayaran itu ada resiko-resiko apakah penumpang jatuh atau penumpang tergelincir itu harus diperhatikan karena tidak menutup kemungkinan pengalaman yang lalu itu sering terjadi. Karena untuk itulah para pemilik kapal/awak kapal ada yang melakukan ronda/patrol dibelakang kapal.” Tutur Wabup Arkan.
Lebih lanjut Wakil Bupati Edyanto Arkan mengungkapkan untuk kelonjakan penumpang itu dilihat kalau kapasitas misalnya 190 penumpang dan penumpang yang ada itu ada 200 penumpang berarti ada lebih 30 penumpang, hal seperti itu jangan dipaksakan lebih baik disarankan menunggu kapal yang ada dibelakang.
Kemudian Ia berharap para penumpang harus berhati-hati dikapal jangan menganggap enteng perjalanan misalnya jika ingin kebelakang (toilet) ajaklah teman untuk bersama kita, siapa tahu jika ada yang terjatuh maka teman tersebut bisa melaporkannya kepada awak kapal dan terkait mudik ada pengkhususan kapal untuk kapal yang memuat barang maka kapal tersebut hanya membawa barang saja, jika kapal penumpang maka untuk membawa barang sekedarnya saja dari pihak Perhubungan memiliki standar jika kapal sudah melebihi syarat maka kapal tersebut dilarang berlayar.” Tandasnya.
Penulis : Natasya Dhea. Editor : E. Akin
