
Kadis Kominfo Prov. Kaltim Muhammad Faisal beserta Diskominfo Kab/Kota se-Kaltim saat Pelaksanaan kegiatan Workshop KIM Dan Pengelolaan Media Instansi Pemda Di Batu Jatim. Foto : Roberto Neldis
Kominfokubar-Batu. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Barat mengikuti workshop atau pelatihan terkait pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan pengelolaan konten media di instansi pemerintah daerah yang digelar Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur di Kota Batu Jawa Timur. Senin, 8/5/2023.
Gelaran dua workshop ini memiliki tujuan dalam hal mencerdaskan masyarakat melalui informasi-informasi yang diberikan oleh KIM dan Diskominfo di masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Kaltim. Beberapa di antaranya melalui berbagai laman media sosial yang dapat menjangkau langsung ke masyarakat.
Kadis Kominfo Provinsi Kaltim Muhammad Faisal dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi digital menyebabkan terjadinya pergeseran opini publik. “Dulu opini publik berangkat dari agenda setting dari media massa. Saat ini justru sebaliknya, opini publik dapat terbentuk dari masyarakat. Perubahan ini tak lepas dari pesatnya kemajuan teknologi informasi terutama perkembangan arus media sosial,” ujarnya.
Berangkat dari perubahan alur opini publik inilah, Faisal menyebut perlu adanya perubahan strategi pengelolaan informasi. Salah satunya, dengan memperkuat peran Komunitas Informasi Masyarakat,” tambahnya.
“Sekarang isu bisa diciptakan siapa saja dan dapat menjadi opini publik. Isu bisa ditimbulkan oleh personal atau kelompok masyarakat. Inilah mengapa, peran KIM harus kita perkuat,” kata Faisal lebih lanjut di hadapan para peserta workshop dari kabupaten/kota se-kaltim.
Kemudian Muhammad Faisal juga berharap peran aktif KIM untuk mewujudkan komunikasi yang interaktif antara publik dengan pemerintah. Dijelaskannya dengan relasi yang interaktif tersebut, maka desiminasi informasi maupun program kerja dari pemerintah tidak hanya berjalan searah, namun 2 arah dengan respon aktif dari masyarakat. “Kita sudah memasuki era interactive communication. Era tulisan, mesin cetak, sudah lewat. Counter isu satu arah percuma. Relasi masyarakat dan pemerintah harus aktif interaktif, untuk itu KIM dibentuk,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kabid IKP Diskominfo Kaltim, Irene Yuriantini mengatakan, pemberdayaan komunitas informasi masyarakat diharapkan dapat mewujudkan masyarakat kreatif dan cerdas informasi.
Untuk diketahui Tim Diskominfo Kubar dihadiri langsung Kadis Kominfo Kubar Rustam didampingi Kabid IKP Yesi Alexander, Pranata Humas Ahli Muda dan 1 orang staf.
Ditulis oleh E. Akin.
