
Studi Tiru Dan Bimtek Dalam Upaya Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Kampung Iklim Lestari. Hotel Swis-Bell Hotel Borneo, Samarinda. Selasa, (17/10/2023). Foto : Dokumentasi.
KOMINFOKUBAR-SAMARINDA. Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengelolaan kampung iklim lestari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kutai Barat melaksanakan Studi Tiru dan Bimtek yang dilaksanakan di Hotel Swis-Bell Hotel Borneo, Samarinda. Selasa, (17/10/2023).
Dalam sambutannya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kutai Barat Ali Sadikin mengungkapkan perubahan iklim dapat memberi dampak pada ekosistem dan manusia di seluruh dunia. Kesehatan manusia, keamanan pangan, dan pembangunan ekonomi adalah beberapa dampak yang dapat terjadi karena perubahan iklim ini.
“Oleh karena itu, diperlukan adanya upaya adaptasi dan mitigasi guna menghindari bencana dan kerugian yang lebih parah akibat terjadinya perubahan iklim. Adaptasi perubahan iklim adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan dalam menyesuaikan diri terhadap dampak perubahan iklim. Sedangkan mitigasi perubahan iklim adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca sebagai bentuk upaya penanggulangan dampak perubahan iklim.” Ungkapnya.
Lebih lanjut Ali Sadikin mengharapkan Kabupaten Kutai Barat saat ini telah memiliki 5 Kampung Iklim dengan status kampung iklim madya dan Utama. Sehingga diharapkan peserta yang berjumlah 10 kampung akan bergabung dalam Program kampung iklim Kabupaten Kutai Barat. drengan target Presiden RI bahwa pada Tahun 2024 sebanyak 20.000 desa dan kelurahan mengikuti program kampung iklim.
“Saya mengharapkan partisipasi dari rekan-rekan sektor swasta, untuk dapat ikut membantu dan menjadi mitra dari pemerintah untuk mensukseskan Kampung Iklim dalam wilayah Kabupaten Kutai Barat, Kami juga harapkan peserta bimtek dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, dan bisa menggali informasi sedalam dalamnya dari para narasumber.” Harapnya.
Untuk diketahui kegiatan bimtek dilaksanakan selama 2 hari yakni hari Selasa, 17 sampai 18 Oktober dengan narasumber dari Balai PPI Wilayah Kaltim Kaltara. Dengan melibatkan 8 kampung dan 2 kelurahan dari kabupaten Kutai Barat sebagai peserta yaitu, Kelurakan Melak Ulu, Melak Ilir, Kampung Muara bunyut, Linggang Merimun, Bermai, Muara Begai, Sri Mulyo, Sebelang, Sumber Sari dan kampung Penarung.
Penulis : E.Akin
