
Asisten III Sahadi Menyampaikan Sambutan Sekaligus Membuka Rangkaian Festival Melayu “Gemeoh” Siam-Ultima. Simpang Tiga Tambak Malang, Melak. Senin (09/10/2023).
KOMINFOKUBAR – MELAK. Festival Melayu “Gemeoh” Siam-Ultima (Muara Siam dan Ulaq Telinga Matu) kembali digelar pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kecamatan Melak ke 222 tahun. Dimana festival melayu ini digelar kedua kalinya sejak tahun 2022 lalu.
Usai melaksanakan prosesi ritual Ritual Adat Besawai dan Belaboh. dalam rangkaian festival menampilkan tarian kolosal yang dikemas dalam ragam tarian khas dari berbagai suku yang di bawakan oleh para pelajar.
Mewakili pemerintah, Asisten III atau Asisten Administrasi Umum Sahadi yang sekaligus membuka rangkaian festival mengucapkan selamat ulang tahun ke 222 untuk Kecamatan Melak. Sehingga melalui momen perayaan hari jadi kecamatan menunjukkan rasa persatuan dan meningkatkan tali silaturahmi dan persaudaraan. serta menjadi hiburan dan promosi dengan menampilkan budaya kearifan lokal yang dimiliki oleh Bumi Tana Purai Ngeriman.
“Selamat menikmati festival ini yang mana mengandung unsur hiburan serta unsur seni budaya dengan segala macam yang ditampilkan. Dengan memohon berkat dan penyertaan dari Tuhan yang maha kuasa festival melayu siam ultima yang kedua Kecamatan Melak tahun 2023 dengan ini saya nyatakan resmi dibuka”, ucapnya, saat membuka rangkaian Festival Gemeoh. Bertempat di Simpang Tiga Tambak Malang, Melak. Senin (09/10/2023).
Sahadi berharap dengan festival ini menjadi momen untuk menunjukkan identitas Kecamatan melak yang dibalut dengan kreativitas yang tinggi serta semangat mencintai kearifan lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat Yuyun Diah Setiorini mengungkapkan, dengan digelarnya event budaya (Festival Melayu Gemeoh) yang dimiliki oleh Kutai Barat. Dapat terus dipromosikan ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Mari tetap semangat mengembangkan pariwisata seni dan budaya di Kabupaten Kutai Barat. Semoga kegiatan festival Melayu 2023 dapat berjalan dengan baik dan lancar”, ungkap.
Camat Melak M. Mauliddin Said selaku Ketua Panitia Festival Melayu menjelaskan bahwa festival Melayu digelar selama satu minggu dari tanggal 9 hingga 16 oktober. Yang diisi berbagai kemeriahan dengan menggelar Lomba Fashion Melayu, Lomba Pidato Bahasa Melayu, Lomba Perahu, Lomba Baca Puisi, Lomba Race Ketinting, Lomba Tari Jepen dan Festival Makan Bekerobok.
Penulis : Lilis
