Tari Kolosal Warnai Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Kutai Barat Ke 24

Tari kolosal pada puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Kutai Barat Ke 24 Taman Budaya Sendawar (TBS), Kec. Barong Tongkok. Minggu (05/11/2023). Foto : Rahma.

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Penampilan Tari kolosal Etnis dari 750 penari mewarnai puncak peringatan Hari Ulang Tahun Kutai Barat Ke 24. Berpusat di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kec. Barong Tongkok. Minggu (05/11/2023).

”Tari kolosal ini berasal dari etnis Tunjung, Benuaq, Bahau, Oaheng dari suku Dayak. Kemudian Melayu, Kutai, Batak, Timor hingga Sulawesi dan Jawa” ucap Ketua Panitia Festival Dahau, Nopandel.

Tarian kolosal ditampilkan usai memecahkan rekor muri mengenakan anjat. Tari kolosal yang menampilkan 6 Etnis yang terdiri dari Benuaq, Tunjung, Bahau, Melayu, Aoheng Dan Kenyah. Tarian itu merupakan ungkapan rasa syukur dalam bingkai harmoni budaya nusantara. Sehingga menjadi lambang kebersamaan untuk bahu membahu membangun kutai barat. mengingat kabupaten kutai barat adalah daerah penyangga Ibukota Negara (IKN) Nusantara.

Etnis Dayak Tonyoi atau Tunjung yaitu dengan suara Gantar yang bersamaan dan di padukan dengan suara kelentangen dan gimer, tari Gantar tari Lewai merupakan tarian untuk upacara penyambutan untuk menghormati tamu yang datang dari jauh dan juga menyuguhkan penyambutan dengan olahraga behempas yang bermakna menjunjung tinggi disiplin dan tatanan sportifitas.

Tarian Beliant Bawo dari Etnis Dayak Benuaq yaitu diawali dengan suara Musik Gendang dan riuh suara Getang digunakan sebagai tarian penyembuhan tradisional, etnis Benuaq yang mempunyai lamin yang merupakan wujud kebersamaan dimana tempat dari para leluhur yang selalu harus mengutamakan musyawarah dan mufakat .

Etnis Bahau memiliki kepercayaan akan ritual yang sangat erat akan kesuburan yang bernama tarian Hudoq rendaapa yang berarti pengusiran hama yang ada pada tanaman dan ada juga tari perang yang menggambarkan semangat dengan cara berperang menggunakan tangan kosong atau senjata tajam.

Juga tarian Karangk ayau yang menggambarkan kegagahan dan keperkasaan pria masyarakat adat Dayak Bahau di simbolkan dengan properti parang dan tameng sebagai simbol penghancur dan pertahanan diri.

Etnis Aoheng yaitu salah satu Etnis yang mempunyai Seraung yang diberi nama Seraung Inu Aoheng yang memiliki makna selalu saling berkaitan Satu dengan yang lainnya begitu pula dengan kehidupan mereka sehari-hari Saling membantu dan Saling Peduli.

Etnis Kenyah adalah Etnis yang kreatif salah satu contohnya dari pakaian adat yang mereka rajut sendiri yang di gunakan biasanya pada upacara adat sebagai simbol bahwa mereka sangat menghormati leluhur

Kemudian Etnis Melayu yang mendiami era pesisir Kutai Barat memiliki tutur kata yang sangat lembut dan santun begitu pula tarian nya dengan melodi gambut yang menjadi ciri khas etnis Melayu yaitu tarian jepn yang menggunakan payung sebagai properti yang menandakan kebahagiaan untuk menyambut hari jadi kabupaten Kutai Barat.

Penulis : Rahma.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id