
Sekda Kutai Barat, Ayonius Menyampaikan Sambutan Pada Rapat Pembahasan Masterplan Tentang Pengelolaan Sampah. Kantor BKAD Kutai Barat, Sendawar. Selasa (21/05/2024).
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Upaya untuk mengatasi persoalan sampah, Pemerintah Kutai Barat telah menerbitkan peraturan untuk mengatur tata cara pengelolaan hingga pemberian sanksi dan denda. Guna meningkatkan kesadaran terkait pengelolaan sampah. Meski demikian hal itu masih dirasa kurang, karena belum maksimal dari kolektif kesadaran seluruh masyarakat.
“Masih rendahnya kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah, masih menjadi masalah serius yang dihadapi hingga kini.”, ungkap Sekretaris Daerah Kutai Barat, Ayonius pada rapat pembahasan masterplan tentang pengelolaan sampah. Ruang Rapat Kantor BKAD Kutai Barat, Sendawar. Selasa (21/05/2024).
Sampah yang menumpuk dan tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan banyak permasalahan seperti masalah kesehatan, lingkungan hidup dan masalah sosial. Tumpukan sampah juga mengundang banyak mikrooganisme dan berbagai macam bibit penyakit yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
“Tidak hanya tugas pemerintah menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan perlu andil dari semua pihak termasuk masyarakat. Kesadaran diri agar tidak membuang sampah sembarangan merupakan upaya menjaga lingkungan. Kesadaran ini harus tumbuh dalam diri kita semua sebagai Masyarakat. ”, ucapnya.
Melalui rapat pembahasan, diharapkan langkah nyata di lapangan, tanpa saling menunjuk. Namun perangkat daerah terkait harus bergerak secara bersama. Karena menguatkan komitmen tekad dan niat mulia, berkontribusi untuk memikirkan upaya serta langkah solusi bagi penyelesaian permasalahan sampah.
“Begitu juga para camat, setelah selesai kegiatan ini bisa segera ditindaklanjuti dan melaksanakan rapat bersama lurah, petinggi atau kepala kampung serta mensosialisasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah.”, harapnya.
Ayonius menambahkan, sampah merupakan tanggungjawab bersama. Sehingga pengelolaannya perlu komitmen dan sinergi semua pihak. Untuk itu, mari bersama-sama lebih meningkatkan kesadaran diri terhadap pengelolaan sampahnya masing-masing.
Penulis : Welin | Editor : Donni
