Demi Percepatan Pelayanan Telekomunikasi Untuk Daerah Blank Spot di Kutai Barat, Diskominfo Kutai Barat Kunjungi BAKTI Kominfo

Pertemuan Diskominfo Kutai Barat dengan BAKTI Kominfo. Jakarta, Kamis (01/08/2024). Foto : Donni

KOMINFOKUBAR-JAKARTA. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kutai Barat, Rustam didampingi Kepala Bidang Aptika, Budi Eka Prasetya dan Pejabat Fungsional Pranata Komputer, Suwalas Daya Guna mengunjungi Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kominfo yang disambut hangat oleh Plt. Direktur Pelayanan TI BAKTI Kominfo, Triani Anto di Gedung Centanial Tower Lt.42. Jakarta, Kamis (01/08/2024). Untuk mengusulkan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di 64 titik dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) di 61 titik. Guna mempercepat layanan telekomunikasi untuk daerah blank spot atau kondisi di suatu tempat tidak tersentuh akses sinyal komunikasi di Kutai Barat.

“Dengan adanya penambahan infrastruktur telekomunikasi ini, diharapkan seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Barat dapat menikmati akses internet yang berkualitas dan merata, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pembangunan daerah,” ucap Rustam.

Rustam mengungkapkan, Diskominfo Kutai Barat telah berupaya membangun 17 unit VSAT, ditambah dukungan dari BAKTI dan Ditjen PPI dengan membangun 38 unit BTS. Namun upaya ini masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.

“Kami sampaikan bahwa Kabupaten Kutai Barat dengan luas wilayah 20.384,6 km persegi dan jumlah penduduk 177.007 jiwa masih menghadapi tantangan dalam hal aksesibilitas jaringan telekomunikasi. Tercatat, dari total 16 kecamatan dan 125 BTS yang ada, masih terdapat 51 kampung dengan kondisi jaringan lemah dan 23 kampung yang masih blank spot,” sebutnya.

Menanggapi hal itu Plt. Direktur Pelayanan TI BAKTI Kominfo, Triani Anto menyampaikan kabar baik terkait peningkatan kualitas layanan telekomunikasi di Kutai Barat dengan merencanakan pembangunan 37 BTS.

“Kami terbuka untuk menambah jumlah BTS jika memang dibutuhkan. Data yang kami miliki saat ini adalah 37 BTS, namun angka ini bisa kita tinjau ulang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Kemudian menyoroti permasalahan variasi teknologi jaringan pada BTS di Kutai Barat. Triani Anto mengunkapkan, beberapa BTS menggunakan kombinasi jaringan 2G dan 4G, namun ada juga yang hanya mendukung jaringan 4G saja. Kondisi ini seringkali menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, terutama terkait dengan kemampuan melakukan panggilan suara.

“Banyak masyarakat yang mengira bahwa jaringan 4G sudah bisa digunakan untuk semua layanan, termasuk panggilan suara. Padahal, ada beberapa BTS 4G yang hanya mendukung layanan data. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Maka untuk mengatasi permasalahan kapasitas jaringan yang terbatas, terutama di daerah-daerah terpencil, BAKTI Kominfo menawarkan solusi yaitu pembangunan VSAT. Sebab teknologi ini dinilai efektif untuk meningkatkan kapasitas jaringan dan dapat diakses bersama oleh masyarakat.

“Dengan VSAT, kita bisa berbagi bandwidth yang lebih besar sehingga tidak membebani BTS yang kapasitasnya terbatas. Rata-rata BTS kita saat ini hanya memiliki kapasitas 4 Mbps, walaupun ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi,” tambahnya.

Melalui pertemuan itu, Diskominfo Kutai Barat menyambut positif rencana pembangunan BTS baru dan solusi VSAT yang ditawarkan oleh BAKTI Kominfo. Dengan harapan masyarakat Kutai Barat dapat menikmati akses internet yang lebih cepat dan stabil. Terutama untuk pemanfaatan pada berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian.

“Kami yakin bahwa dengan komitmen bersama, kita dapat mewujudkan target untuk memberikan akses internet yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di daerah-daerah terpencil seperti Kutai Barat,” pungkasnya.

Peliput/Penulis : Aryonanda | Editor : Donni

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id