
Foto bersama pada rapat koordinasi ketahanan pangan di Kantor Bappedalitbang, Rabu (20/11/2024). Foto : Natasha
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Dalam upaya mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah, Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Kutai Barat menggelar rapat koordinasi di Ruang Rapat, Kantor Bappedalitbang, Rabu (20/11/2024). Agenda ini dihadiri Kepala Dinas Ketapang Kutai Barat Rion, Sekretaris Dinas Ketapang Salkus, narasumber dari Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Prof. Dr. Bernatal Saragih, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Sektor konstruksi, perdagangan besar dan eceran, serta reparasi kendaraan menjadi tulang punggung ekonomi Kutai Barat, namun sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga masih memiliki peran signifikan. Berdasarkan perhitungan PDRB 2018-2023, sektor pertambangan dan penggalian mendominasi dengan kontribusi 54,35% (harga berlaku) dan 54,85% (harga konstan). Sementara sektor pertanian mencatat kontribusi 12,79% (harga berlaku) dan 12,12% (harga konstan).
“Data ini menunjukkan bahwa aktivitas pertanian di Kutai Barat masih cukup berperan dalam pembentukan perekonomian daerah,” jelas Salkus, Sekretaris Dinas Ketapang.
Kepala Dinas Ketapang,. Rion, menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang koordinasi, evaluasi, dan konsultasi antar pihak terkait untuk mendorong ketahanan pangan. Ia berharap rapat koordinasi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menciptakan solusi atas berbagai masalah pangan.
“Saya berharap Kabupaten Kutai Barat siap menjadi penyangga IKN dengan memperkuat ketahanan pangan serta menjaga stabilitasnya. Forum ini juga harus mampu menghasilkan ide-ide yang mendukung langkah ke arah tersebut,” ujarnya.
Prof. Dr. Bernatal Saragih dari Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman turut memberikan pandangannya. Ia menyebutkan pentingnya sinergi antar OPD, keterlibatan pemerintah, dan sektor swasta dalam memperkuat ketahanan pangan. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah dan swasta, baik berupa dana, pelatihan, maupun fasilitasi program, sangat diperlukan untuk meningkatkan kapasitas lokal dalam memproduksi pangan.
Melalui rapat koordinasi ini, Kabupaten Kutai Barat menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan potensi lokal, menciptakan ketahanan pangan berkelanjutan, dan mendukung pembangunan nasional, khususnya di kawasan IKN.
Peliput/Penulis : Natasha | Editor : Donni
