
SENDAWAR- Ketertarikan wisatawan merupakan potensi yang luar biasa untuk memperoleh sumber devisa Negara. Ditengah menurunnya harga batubara, minyak sawit dan komoditi karet kita harus jeli melihat potensi lain yang dapat menjadi sumber pendapat daerah.
Salah satu upaya ini merupakan pengembangan sektor pariwisata seni dan budaya sebagai bagian dari masyarakat Kubar yang terdiri dari enam etnis budaya. Serta menjadikan primadona yang menjanjikan.
Hal ini terdapat dalam sambutan Bupati Kubar, FX Yapan yang disampaikan Assisten II, Drs Yohanes Kinam disaat pembukaan Pentas Seni dan Budaya Enam Etnis, di Taman Budaya Sentawar (TBS), Sabtu (29/4) malam.
Bupati berpesan dalam sambutannya, kepada seluruh Sanggar Seni se-Kubar berharap terus mengembangkan potensi komunitas seni dan budayanya. Yang paling penting harus mandiri, ubah pola pikir, sikap dan prilaku bahwa untuk menunjukkan karya seni dan budaya tidak harus diminta dan berbayar. Sedangkan untuk dana operasional sanggar seni tidak harus mengharap bantuan pemerintah saja. Namun, bisa dianggarkan pada Alokasi Dana Kampung (ADK) dan dana swadana.
Sedangkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta UPT TBS yang bernaung dibawahnya, Bupati mengharapkan agar dapat terus bina komunikasi dan koordinasi yang baik satu sama lain. Lakukan secara berkesinambungan kegiatan pembinaan, memberikan arahan serta pendampingan dalam pengembangan organisasi. Kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan terus dan berkesinambungan, memberikan arahan serta pendampingan dalam pengembangan organisasi hingga pengayaan materi seni dan budaya. Secara konsisten seni dan budaya terus kita lestarikan. Giatkan sosialisasi melalui media massa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten
Kutai Barat, Martinus J SE menambahkan tujuan kegiatan sebagai upaya pelestarian, pengembangan, promosi dan informasi lagu dan tarian daerah Kubar. Dengan tema Cinta dan Lestarikan Kebudayaan Daerah Kita yang Berkarakter menuju terwujudnya Taman Budaya Sentawar sebagai Destinasi wisata unggulan Kubar.
“ Hasilnya dapat menjadi acuan pelaksanaan program pembangunan dibidang seni budaya pada tahun-tahun mendatang, “ ujarnya.
Selain itu, Kepala UPT-TBS, Dra Melitina menambahkan kegiatan ini berlangsung mulai 29 April hingga 15 Juli 2017. Dimana dilaksanakan seminggu sekali pementasan seni hingga 15 juli 2017 mendatang dan diikuti beberapa Sanggar Seni.
Desnadi yang merupakan pembina Sanggar Seni Rangai Soai dari Kecamatan Damai mengungkapkan sangat senang dan bangga bisa bergabung dalam event ini. Kedepan kegiatan ini dapat sering dilaksanakan, sehingga kami dari pencinta seni dan budaya daerah memiliki wadah untuk berkesenian, tuturnya. (hms 19)
