
Sekdakab Kutai Barat, saat memberikan keterangan pers terkait penanganan Covid-19 di Kutai Barat. Kominfo.kutabaratkab.go.id
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Dampak wabah Covid-19, tidak terlalu berpengaruh terhadap harga dan ketersediaan 11 macam kebutuhan pokok masyarakat di Kutai Barat, hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kutai Barat saat konferensi pers perkembangan penanganan Corona virus Disease (Covid-19). Di Media Center Covid-19. Selasa, 07 April 2020.
Berdasarkan data dari Dinas Perdangangan, Koperasi dan UKM Kutai Barat, stok barang dan kebutuhan pangan untuk bulan April hingga Oktober 2020 mendatang masih mencukupi, diantaranya seperti ; saat ini stok Beras 2.496 ton kebutuhan (hingga oktober) 2.446 ton, Gula Pasir stok 1,024 ton kebutuhan 974 ton, Minyak Goreng stok 67.648 liter kebutuhan 17,648 liter, Daging Sapi 21,60 ton kebutuhan 21 ton, Daging Ayam stok 6.272 ton kebutuhan 6.222 ton.
Dijelaskan Sekdakab Kutai Barat Yacob Tullur, untuk data pelaku perjalanan dari posko perbatasan Unit Pelayana Terpadu (UPT) Puskesmas Jambuk Kecamatan Bongan dan posko Kecamatan Bentian Besar perbatasan Kalteng, Senin (06/04/2020) sedikitnya 400 unit mobil dengan penumpang kunjungan manusia sebanyak 877 orang.
Sementara perkembangan penanganan Covid-19 di Kutai Barat, data Selasa (07/04/2020) terdapat Pelaku Perjalanan 1.867 orang, Orang Dalam pengawasan (ODP) sebanyak 187 orang, selesai pantau sebanyak 77 orang, proses pantau 110 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 5 orang, orang yang telah dilakukan rapid test se – Kutai Barat sebanyak 44 orang dengan hasil negatif 43 orang dan terindikasi positif hasil Ravid Test masih 1 orang.
“Untuk warga asal Kutai Barat kluster Gowa, Sulawesi Selatan yang menjalani dikarantina di asrama Paskibra bertambah 3 orang menjadi 17 (tujuh belas) orang laki-laki asal kecamatan Melak 14 orang dan 1 orang Kecamatan Sekolak Darat, 1 orang dari Kecamatan Damai, dan 1 orang asal Kecamatan Linggang Bigung.
Terkait stok persediaan kebutuhan pangan di Kutai Barat sebagai dampak wabah Covid-19, “masyarakat diharapkan tidak panik, karena stok yang ada masih mencukupi untuk beberapa bulan kedepan, apalagi sebentar lagi umat nasrani menjalani masa Paskah dan akhir April 2020 sudah masuk bulan puasa, mementum ini dapat menjadi kita semakin dikuatkan melewati masa-masa wabah ini,” harapnya.
Namun demikian, “masyarakat diminta untuk tetap menjalankan langkah-langkah preventif seperti yang telah dihimbau oleh pemerintah sebelumnya, seperti menjaga kebersihan dan kesehatan, Pysical distancing serta belajar, bekerja dan beribadah dari rumah,” terang Sekdakab Kutai Barat. Kominfo.
