
Tim Medis saat lakukan pemeriksaan 17 orang di asrama paskibra dengan rapid test. Kominfo kutaibaratkab.go.id
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Dalam protokol penanganan covid 19. Rapid test pertama bisa saja negatip seperti halnya kluster itjima Gowa yang dikarantina. Untuk memantau dan menentukan apakah pasien sembuh maka diadakan Rapid Test kedua setelah 7 hari. Hal ini telah dilakukan minggu siang tadi ternyata dari 20 warga di Asrama paskibra yang dilakukan pemeriksaan ulang hasilnya ada 6 orang yang terindikasi positip covid-19 dan 3 orang warga yang ada di Kampung Jambuq Kecamatan Bongan yang laksanakan isolasi mandiri. ungkap Sekretaris Daerah Kutai Barat usai meninjau Tim Dokter dan paramedis lakukan rapid test, di Asrama Dispora Kutai Barat. Minggu, 12 April 2020
Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur menjelaskan, “nanti sore ke-3 warga Kampung Jambuk tersebut akan dievakuasi atau dijemput oleh tim BPBD Kutai Barat untuk diisolasi di Asrama paskibra. Sedangkan yang 11 orang warga hasil rapid testnya negatif dibolehkan pulang dengan harus isolasi mandiri secara ketat di awasi PKM setempat, malam ini pukul 20.00 Wita yang diantar oleh tim Dinas Perhubungan warga Kecamatan Melak dan warga kecamatan Linggang Bigung,” jelasnya.
Lebih lanjut menjelaskan, “Adapun 3 orang warga di asrama yang belum jadwal rapid test kedua akan dipisahkan dalam satu ruangan di kantor Sekretariat Kwarcab Pramuka, untuk mencegah terpapar virus dari pasien yang terindikasi positip Covid-19 ini, selain itu dapat memudahkan pengawasan,”tambahnya.
Sekdakab Kutai Barat menambahkan, terkait persiapan penggunaan ruang isolasi di RS Pratama saat ini kondisinya sudah siap untuk digunakan hanya saja RS pratama tersebut dipersiapkan untuk perawatan dan isolasi pasien positif hasil pemeriksaan Swab melalui PCR.
“Besok Senin, 13 April 2020 kita akan rapat dengan forkopimda karena masih banyak warga masyarakat yang berjamaah ditempat-tempat yang rawan terpapar untuk berinteraksi. Seperti di Asrama paskibra ini, mereka setiap waktu masih berjamaah, mau gak mau mereka kita pisahkan dalam satu kamar hanya untuk satu orang,” harapnya
Semenatara menurut Kadis Kesehatan Kutai Barat Ritawati Sinaga, mengungkapkan “sebagian besar para pasien kurang proaktif saat dilakukan pemeriksaan dan cendrung tertutup terkait keluhan yang dialami, hal ini akan sedikit menyulitkan para medis dalam analisa pemeriksaan kesehatannya,” terangnya kepada media. Kominfo.
