
SENDAWAR – Dalam rangka meningkatkan harga komoditi karet di Kubar, Pemkab Kubar bersama Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi berupaya melakukan kerjasama dengan pabrik pengolahan karet yang ada di Palaran Samarinda. Rapat yang digelar diruang kerja Wakil Bupati, turut dihadir Asisten II dan Kepala Dinas Pertanian Kubar serta Sekretaris Dinas Perdagangan dan Koperasi, Selasa (11/7). Dalam rapat koordinasi tersebut Wakil Bupati Kubar H Edyanto Arkan SE menjelaskan Pemkab Kubar menyadari ketergantungan masyarakat dengan komoditi karet cukup besar yakni 50-60 persen masyarakat Kubar bergantung dengan hasil tanaman karet. Di Kubar terdapar 40 ribu hektar kebun karet tersebar di 16 kecamatan se Kubar, dengan rata-rata produksi satu bulan hingga 400 ton getah karet, dengan hasil
produksi yang ada Pemkab Kubar berupaya mendekatkan produsen dengan tempat pemasarannya.
Sementara selama ini antara produsen dan petani karet dengan pasar cukup jauh yang masih dipasarkan ke Kalimantan Selatan yang jaraknya ribuan kilo meter. Saat ini sudah ada pabrik karet di Samarinda yang serius membangun kerjasama dengan petani karet di Kubar, tentu dengan syarat kualitas karet harus baik, karet tidak dicampur-campur bahan diluar karet. Oleh sebab itu Dinas Pertanian terus melakukan penyuluhan-penyuluhan dan penjelasan kepada masyarakat
untuk memproduksi getah karet murni, dengan cara pengolahan getah karet yang benar seperti tidak mencampur getah dengan scrup/kulit karet dan tidak merendam getah karet dalam air sehingga kualitas karet tidak menurun, selain Pemkab Kubar juga memberikan gambaran kepada masyarakat siapa pembeli getah karet dengan kualitas yang baik yakni pabrik karet di Palaran Samarinda.
Oleh sebab itu Pemkab Kubar mendorong Koperasi yang ada di Kecamatan untuk menjadi inisiator membeli karet dari petani dan menjual karetnya ke pabrik di Palaran, sehingga dengan demikian ada perubahan harga yang secara alamiah ada kenaikan, selain itu ada kemauan dari petani untuk memproduksi karet yang lebih baik. Dalam hal ini Pemkab Kubar melalui Dinas Pertaian terus melakukan penyuluhan dimasyarakat, jika kita menghasilkan karet dengan kualitas baik dan diikuti dengan harga karet yang semakin baik pula. Oleh sebab itu mulai saat ini kita mulai memilah-milah produksi karet yang bersih sehingga tingkat kepercayaan pembeli yang ada diluar Kubar akan semakin baik dengan hasil produksi karet di Kubar. “Kualitas karet di Kubar ini termasuk kualitas karet yang bagus, kita ingat tahun 1970 dimotori pastor Glen memproduksi karet dalam bentuk slip ternyata, begitu juga saat ini kita mulai membangun poros pasar antar produsen, petani atau dengan pabrik karet di Palaran,” terang Wabup.
Wabup juga menjelaskan saat ini Dinas Pertanian dan pembeli dari pabrik di Samarinda sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sejak dua bulan yang lalu di Kampung Rejo Basuki Kecamatan Barong Tongkok. Saat ini juga sudah ada masyarakat di Rejo Basuki memproduksi karet dengan kualitas yang baik sesuai permintaan pabrik, dengan demikian harga karet yang ada otomatis bergerak naik. Selanjutnya Wabup juga mengimbau agar para petani dapat mengikuti saran-saran yang diberikan oleh Dinas Pertanian, apa bila dukungan masyarakat dengan baik tentu masyarakat juga mendapatkan harga karet yang baik kedepannya nanti.(hms10)
