
Purna Paskibra, saat menyiapkan pusat karantina Paskibra. Foto: Lilis (Dinkominfo)
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-76 pada 17 Agustus 2021 mendatang, perkembangan penyebaran Corona Virus Diseace (Covid-19) masih mengkhawatirkan, dengan pertimbangan ini, kegiatan pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) terpaksa dibatalkan. Sabtu (31/7).
Kepala Seksi Infrastruktur dan Mitra Pemuda Bidang Layanan Kepemudaan, Dispora Kutai Barat, Roni Alex Gores menjelaskan, Rencana 68 orang yang dijadwalkan pada Jumat (30/7/2021) memasuki pusat karantina untuk menjalani pelatihan di guest house Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Barat terpaksa dibatalkan. Hal tersebut dikarenakan kondisi pandemi dan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Keputusan pembatalan pelatihan tersebut diambil setelah diadakannya rapat koordinasi kepala daerah bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dinas terkait serta panitia pelaksana pelatihan. Mengacu surat pemberitahuan dari Mensesneg RI terkait penyeleksian dan pelatihan paskibraka yang dilakukan ditingkat nasional pada Kamis (29/7/2021) kemarin.
“Dalam rapat tersebut, disepakati bersama bahwa untuk rencana pelatihan anggota paskibraka terpaksa dibatalkan karena alasan kesehatan. Apalagi kondisi penyebaran virus sekarang juga cukup mengkhawatirkan,” terangnya
Sementara itu, upacara pengibaran bendera pada peringatan Kemerdekaan RI pada tahun ini kemungkinan akan tetap dilaksanakan. Namun untuk anggota paskibraka yang bertugas hanya akan diambil sebanyak tiga orang saja, sama seperti tahun 2020 kemarin.
“Nanti akan dipilih 3 orang saja yang akan bertugas, diambil dari anggota purna paskibraka. Dan akan menjalani pelatihan pada tanggal 11 Agustus mendatang, cuma tidak sampai harus menginap di pusat karantina pelatihan,” pungkas Roni Alex Gores.
Menurut salah satu anggota paskibraka kelas XII dari SMK Purnama Sendawar Selvi, dibatalkannya pelatihan paskibraka tersebut hanya berselang satu hari sebelum para peserta memasuki pusat karantina pelatihan. “Kita sudah persiapkan kebutuhan selama karantina, fisik dan juga mental. Satu hari sebelum masuk pusat pelatihan, harus batal. Tetapi kita juga bisa mengerti dengan kondisi yang dialami sekarang ini,” jelasnya.
Ini merupakan kali kedua anggota paskibraka tidak bisa menjalankan pelatihan dalam mempersiapkan diri untuk tugas mulia tersebut. Setelah tahun lalu juga mengalami hal yang sama, namun bedanya pada tahun 2020 kemarin pembatalan pelatihan di pusat karantina sudah diinformasikan satu bulan sebelumnya.
“Ada beberapa teman yang tahun kemarin kembali terpilih saat penyeleksian tahun ini. Tapi masih belum bisa melaksanakan lagi pada tahun ini. Jadi agak sedih juga, terulang lagi,” tambahnya.
Para anggota paskibraka ini pun berharap agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Sehingga kondisi kembali normal dan seluruh masyarakat juga bisa beraktivitas seperti sedia kala. Tidak lupa mereka pun mengajak untuk seluruh masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.
“Harapan kami adalah pandemi ini bisa segera berakhir dan untuk anggota paskibraka yang nantinya terpilih pada tahun depan dapat melaksanakan tugas tersebut dan tetap menjaga semangat untuk mengibarkan bendera pusaka Indonesia dalam kondisi apapun,” pungkasnya berharap.
Penulis: Lilis, Editor: Hermanto
