
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kutai Barat, saat memberikan keterangan kepada Media. Foto: Lilis (Dinkominfo)
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Antisipasi Virus African Swine Fever (ASF) yang kini telah terjadi dibeberapa daerah, Dinas Pertanian (Distan) Kutai Barat lakukan deteksi dini di Bumi Tanaa Purai Ngeriman dengan mengerakan tim ke Kampung Temula, Kecamatan Nyuatan. Jumat (03/9).
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sapriansyah menjelaskan, berdasarkan laporan masyarakat bahwa banyak hewan ternak babi yang dikabarkan mati mendadak baru-baru ini, diduga penyebabnya virus ASF, kemungkinan sudah masuk ke wilayah Kutai Barat dan juga Mahakam Ulu (Mahulu).
“Ada informasi belasan ekor hewan ternak babi yang mati mendadak di Mahulu, awal mulanya kejadian ini di Berau, kemudian Kutim dan sekarang Mahulu juga. Kalau di Berau itu sudah positif ASF. Diduga penyebaran virus ini, karena peternak ada yang membeli bibit hewan sudah terjangkit,” ungkapnya,
Diterangkannya bahwa di Kutai Barat ada belasan ekor hewan ternak yang mati mendadak di Kampung Temula, Kecamatan Nyuatan yang tidak begitu jauh dari pusat ibu kota kabupaten. Sehingga Distan Kutai Barat pun segera berkoordinasi untuk turun kelapangan dan mengambil sampel untuk dikirim kelaboratorium Provinsi agar bisa segera diketahui penyebabnya. “Kemarin hari jumat tim sudah turun kesana untuk mengambil sampelnya,”jelas Sapriansyah.
Saat ini di Kutai Barat sedang mengembangkan sentra peternakan babi, sehingga sangat memungkinkan untuk hewan ternak babi ini terjangkit virus ini, jika memang virus tersebut sudah ada diwilayah Kutai Barat.
Diungkapkannya lebih lanjut bahwa virus ini tidak berpengaruh pada manusia dan hewan lain. Tetapi apabila terjangkit dihewan ternak babi akan beresiko tinggi bagi sentra peternakan babi akan habis semua.
“Untuk menyikapi persoalan virus ini Distan Kutai Barat, sudah melakukan beberapa upaya mendeteksi secara dini dengan menagambil sampel pada ternak babi diwilayah kita. Selain menunggu hasil pemeriksaan sampel tersebut, memberikan injeksi antibiotik pada hewan ternak disekitar lokasi dan juga akan melacak bagaimana hewan ternak tersebut bisa mati mendadak,” pungkasnya.
Penulis: Lilis: Editor: Hermanto
