
Plt. Asisten II Novandel saat hadir menyaksikan kegiatan Operasi Pasar Minyak Goreng Curah dan Antusiasme Masyarakat yang Tinggi untuk mendapatkan minyak goreng murah. Foto : Didi (Diskominfo).
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Dalam rangka mengimplementasikan surat edaran Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 9 tahun 2022 tentang relaksi penerapan harga minyak goreng sawit kemasan sederhana dan kemasan premium yang berlaku sejak 16 maret 2022 serta sebagai langkah konkrit dalam upaya stabilisasi harga dan pasokan minyak goreng yang terjadi di Kabupaten Kutai Barat ditengah lonjakan harga dan kelangkaan minyak goreng yang terjadi sekarang disaat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Barat mengadakan kegiatan Operasi Pasar Minyak Goreng Curah yang disalurkan melalui Toko Christo Christi, Senin (11/04/2022).
Pelaksanaan kegiatan Operasi Pasar Minyak Goreng Curah ini ditinjau langsung dilapangan oleh Plt. Asisten II Novandel yang digelar di depan Toko Christo Christi, turut hadir Kapolres Kutai Barat AKBP Sonny Henrico Parsaulian Sirait, Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Rita Nursandy, Ketua Forum CSR Kutai Barat Sudianto dan beberapa stakeholder terkait.
Kegiatan operasi pasar minyak goreng curah ini berlangsung beberapa hari dimulai pada hari senin tanggal 11 april sampai dengan sabtu 23 april 2022 yang dibagi sesuai dengan jadwal distribusi per kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Barat dengan dibandrol harga minyak goreng Rp. 14.000,-/ liter. Pasokan minyak goreng yang tersedia sebanyak 14 ton dan setiap pembelian maksimal lima liter per orang dengan syarat membawa KTP asli dan membawa tempat minyak goreng masing–masing.
Dalam kesempatannya Plt. Asisten II Novandel menyampaikan, “Dengan adanya operasi pasar minyak goreng curah ini yang diadakan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM yang dibandrol dengan harga Rp. 14.000,-/ liter dimana antusiasme masyarakat cukup ramai dan kondusif,” ungkapnya.
Plt. Asisten II ini juga berharap dengan adanya distribusi ini masyarakat sudah tidak mengalami kelangkaan minyak goreng terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dengan harapan kegiatan operasi pasar minyak ini bisa dilakukan terus menerus selama pasokan minyak masih tersedia.
Lebih lanjut Plt. Asisten II Novandel juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak berkerumun saat mengantri minyak goreng. “Saya menghimbau untuk masyarakat agar tidak berkerumun terlalu banyak karena sudah ada jadwal yang telah dibuat oleh Disdakop karena mengingat pandemi covid–19 juga belum berakhir jadi diharapkan untuk masyarakat yang ikut mengantri tetap mengikuti dan memperhatikan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh Pemerintah dan bergiliran sesuai dengan jadwal yang ada.” pungkasnya.
Penulis : Didi. Editor : Emanuel
