
SENDAWAR- Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakanmenag) Kabupaten Kutai Barat, H M Isnaini membuka Workshop Keprofesian berkelanjutan berbagai jenjang sekolah untuk guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
Pembukaan tersebut didampingi Kepala Seksi Pendis H. Akhmad Syofian.
Workshop yang berlangsung selama tiga hari, dengan narasumber dari Kanwil kemenag Kaltim diikuti Puluhan Guru PAI yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Kubar baru-baru ini.
Kakanmenag Kubar, H M Isnaini saat membuka workshop tersebut tidak lupa, memberikan ucapan selamat hari guru yang jatuh pada 25 November yang lalu.
Dalam sambutannya, H M Isnaini mengatakan menyebutkan program sertifikasi guru di tahun 2017 ini tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaannya.

Namun demikian, beliau juga mengungkapkan masih ada problematika kependidikan yang berada di wilayah kita. Salah satunya masih kekurangan tenaga didik untuk beberapa sekolah yang ada. Menanggapi masalah ini kantor Kemenag berupaya melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Kabupaten Kutai Barat, jelasnya.
Disisi lain, tuturnya, belum sempurnanya sarana prasana yang dimiliki di beberapa sekolah. Hal ini bisa dimaklumi karena harus menyesesuaikan dengan anggaran yang ada.
“Sedangkan untuk menambah kompetensi guru, kantor Kemenag mulai tahun 2018 mendatang berusaha menggiatkan kembali melalui berbagai program pelatihan. Di era sekarang guru di tuntut melek teknologi. Sisihkan pendapatan yang telah di terima untuk memiliki perangkat tekhnologi seperti smartphone dan laptop. Mau tidak mau segala tugas kita akan melibatkan perangkat canggih ini, “ tuturnya lagi.
Secara luas kesejahteraan para guru (PNS) di Kubar sudah diatas rata-rata. Namun demikian apabila hal itu tercapai, mereka tetap mengimbanginya dengan nilai-nilai keagamaan, beber H M Isnaini.
Kedepan adanya seorang pengawas pada jajaran guru PAI di berbagai jenjang pendidikan. Hal ini demi menciptakan mutu pendidikan yang lebih baik terhadap anak didik di sekolah. Selain itu Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) serta Kelompok Kerja Guru (KKG) juga harus di bentuk dan segera membuat program kerja nyata. Kalau perlu organisasi ini harus memiliki bulan bhaktinya masing-masing untuk di rayakannya, pungkasnya. (hms 19)
