
Kepala BKAD Sahadi mengadiri puncak acara kenyau kwangkai di Muara Nayan. Foto : Andreas (Diskomfo).
Kominfokubar-Muara Nayan. Kampung Muara Nayan melaksanakan Puncak Upacara adat kuangkay yang memiliki arti penting bagi masyarakat adat, dimana upacara adat kuangkay merupakan upacara adat trakhir/upacara puncak kematian sebagai penghormatan kepada anggota keluarga yang sudah meninggal dunia. Bupati Kutai Barat FX Yapan menghadiri acara tersebut dan didampingi Kepala BKAD Sahadi, Dalam kesempatan yang sama juga turut hadir Kepala Dinas Kominfo serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Adat dan tokoh Adat serta Organisasi Masyarakat. Rabu 25/01/2023.
Bupati Kutai Barat Dalam Sambutannya yang dibacakan Kepala BKAD Sahadi menyampaikan bahwa kami sangat menyambut baik dilaksanakannya upacara adat semacam ini, karena merupakan wujud nyata upaya penyelenggaraan pemeliharaan budaya, adat dan hukum adat yang merupakan warisan leluhur nenek moyang kita dan menjaga keutuhan keharmonisan antar warga.
“Upacara adat seperti ini memiliki makna kehidupan yang mendalam serta mampu memperkokoh unsur solidaritas dengan saling menghargai perlunya interaksi, relasi dan komunikasi yang positif antar warga masyarakat yang juga merupakan cerminan dari intisari nilai-nilai Pancasila yaitu gotong royong.” Tuturnya.
Lebih lanjut Kepala BKAD Sahadi menyampaikan beberapa program kegiatan pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Anggaran APBD pada Tahun 2022 lalu diwilayah Kampung Muara Nayan yaitu Peningkatan Jalan Lempunah – Muara Nayan senilai Rp 840.145.900,00, Infrastruktur Jalan dan Bantuan Komoditi Kelapa Muara Nayan Jempang 5 Hektar yang diperuntukkan pengembangan Komoditi Kakao, Kopi Aren dan Kelapa.
“Untuk penggunaan dana APBD adalah melihat apa yang menjadi kebutuhan pembangunan diwilayah ini dan tidak lupa setiap penggunaan dana Pemerintah harus diimbangi dengan pelaporan yang sesuai dengan aturan atau regulasi yang telah ditetapkan.” Pesannya.
Kemudian Kepala BKAD Sahadi kembali mngingatkan bahwa berbuat baik belum tentu benar tetapi berbuat benar pasti sesuai. tetap jaga persatuan dan kesatuan dalam tatanan bermasyarakat dengan tidak mudah terprovokasi tetapi sebaliknya tingkatkan terus rasa kebersamaan dari keberagamaan didalam kemajemukan masyarakat sebab hanya dengan terjaganya keadaan masyarakat yang kondusif, kita dapat melaksanakan pembangunan secara efektif dan tepat sasaran demi terwujudnya ”Kutai Barat Semakin Adil, Mandiri Dan Sejahtera Berlandaskan Ekonomi Kerakyatan Dan Meningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia”. Pungkasnya.
Penulis : Andreas. Editor : E. Akin.
