
KOMINFOKUBAR, SENDAWAR– Presentasi penyusunan Dokumen Study Kelayakan / Feasibility (FS) Pembangunan TAHURA di Kabupaten Kutai Barat oleh Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman di buka oleh Assisten II Ayonius,S.Pd.,MM. pada Rabu 10 Oktober 2018 di Ruang Diklat Lantai III Kantor Bupati Kabupaten Kutai Barat.
Dalam sambutan nya, Asisten II AYONIUS,S.Pd.,MM mengapresiasi terobosan kegiatan yang dilakukan Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Kabupaten Kutai Barat bekerjasama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman untuk melakukan studi kelayakan Pembangunan Taman Hutan Raya di Kutai Barat yang nantinya diharapkan memperoleh kawasan hutan yang memiliki karakteristik cocok untuk diusulkan menjadi Taman Hutan Raya (TAHURA).

Selanjutnya dia menekankan bahwa Bagian SDA perlu bekerjasama dengan semua unsur terkait mulai Tokoh masyarakat Adat dan Kampung, Kecamatan, OPD terkait tingkat Kabupaten seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, BP3D, serta KPH Batu Ayau, BKSDA Provinsi Kaltim dan Pihak Perguruan Tinggi dalam hal ini Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman untuk saling memberi masukan agar dokumen studi kelayakan TAHURA ini dapat menjadi acuan komprehensif dalam penentuan lokasi TAHURA di Kabupaten Kutai Barat.
Sementara Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Ir. Abimael, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan Studi Kelayakan / Feasibility Study Pembangunan TAHURA ini dilakukan di 5 Kampung terpilih yaitu Kampung Juaq Asa Kec. Barong Tongkok, Kampung Sekolaq Darat Kec. Sekolaq Darat, Kampung Tutung Kec. Linggang Bigung, Kampung Besiq Kec. Damai dan Kampung Penarong Kec. Bentian Besar. Dari hasil kajian teknis Tim Fakultas Kehutanan Universitas Muiawarman terhadap 5 tempat tersebut akan diperoleh gambaran keterwakilan karakteristik masing-masing berdasarkan score peringkat sehingga nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan teknis dalam pengajuan lokasi TAHURA di Kabupaten Kutai Barat kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Pihak Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman yang diwakili Dr. Fajar Pambudi dalam paparannya mengatakan bahwa dari hasil studi awal dilapangan yang menekankan pada aspek Ekologi, Ekonomi, Sosial Budaya dan Keanekaragaman Hayati diperoleh 3 kawasan kampung yang memiliki score tertinggi layak untuk lokasi TAHURA namun belum bisa dipublikasikan secara luas karena masih akan diuji dengan analisis SWOT. Untuk itu pihaknya akan menyempurnakan dokumen ini dalam Presentasi Akhir Studi Kelayakan Pembangunan TAHURA di Kabupaten Kutai Barat yang diperkirakan akhir Nopember 2018.
