
Ritual Adat pesengket dalam rangka persiapan Festival Dahau 2018, Kabupaten Kutai Barat.photoKominfo24.Diskominfo.kutaibarakabt.go.id
Mohon restu agar pelaksanaan Festival Dahau 2018 dapat berjalan lancar tanpa hambatan melalui Adat Nulaar (Pesengkat) etnis Tunjung Benuaq. 28/10/2018.
KOMINFOKUBAR, SENDAWAR– Adat Nulaar (Pesengkat) adalah acara doa kepada leluhur secara adat untuk memohon restu agar pelaksanaan rangkaian kegiatan Festival Dahau 2018, dapat berjalan lancar dan tanpa hambatan, acara Nalaar yang dipusatkan di Looq 6 etnis Taman Budaya Sendawar (TBS) Kutai Barat, dalam bahasa lokal upacara adat pesengket merupakan ritual khusus yang diwarisi leluhur untuk melegalkan (mengesahkan) sebuah kampung atau daerah untuk melaksanakan ritual-ritual adat kegembiraan setelah ritual dilakukan barulah kampung atau daerah itu legal, boleh melakukan aktivitas acara kegembiraan atau sukacita.
Upacara Adat Pesengket yang dimotori Kepala Adat Besar Kabupaten Kutai Barat, Manar Dimansyah, dan tokoh adat serta masyarakat dari berbagai daerah yang ada di Kabupaten Kutai Barat “upacara adat Pesengket adalah prosesi awal memulai sebuah acara yang bertujuan untuk keramaian dan sukacita serta kampung tidak boleh serta-merta melakukan acara keramaian apabila belum melakukan prosesi upacara adat pesengket ini.” ungkapnya
Pada upacara adat pesengket biasanya Pewara (Pendoa) adat, menyampaikan persembahan berupa makanan dan hewan peliharaan berupa Ayam, Babi atau Kerbau untuk tingkatan yang tertingginya, sebagai jaminan kepada para leluhur untuk dapat membantu agar ritual atau agenda acara keramaian yang dilaksanakan terhindar dari gangguan.
