
Wakil Bupati Kutai Barat, H. Edyanto Arkan dan Ketua TP-PKK Kutai Barat, Yayuk Seri Rahayu Foto Bersama Pada Pembukaan Rakor Pencegahan dan Intervensi Stunting. Foto : Natasha
KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Evaluasi pencegahan dan penurunan stunting di Kutai Barat, Wakil Bupati Kutai Barat, H. Edyanto Arkan membuka Rakor Pencegahan dan Intervensi Stunting di Audiotorium Aji Tulur Jejangkat, Sendawar, Selasa (16/07/2024).
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kutai Barat pertanggal 10 Juni 2024, diperoleh hasil pengumpulan bulan juni 2024 yakni cakupan sasaran balita yang diukur masih rendah, yakni sebanyak 6.679 ribu atau sebesar 54,08% dari sasaran balita yang berjumlah 12.447 balita. Dari jumlah tersebut masih ada balita yang mengalami masalah gizi.
“Seperti yang kita dengar, bahwasannya cakupan anak yang seharusnya melakukan penimbangan sekitar ada 12 ribu balita dan ternyata yang hadir Cuma sekitar 6 ribu saja dan ini menunjukkan pencapaian kita belum banyak tercapai sekitar 70-80%, maka dari itu kita harus mencari tahu apa penyebabnya dan setelah kita mengetahui apa penyebabnya itulah yang menjadi perbaikannya,“ ucap Wakil Bupati Kutai Barat, H. Edyanto Arkan.
Selain mengevaluasi, Ketua TP-PKK Kutai Barat, Yayuk Seri Rahayu menyebutkan Rakor ini, untuk Meningkatkan peran penting TP-PKK dalam mengerakkan sasaran untuk datang kepenimbangan Posyandu di setiap bulan. Serta meningkatkan peran penting TP-PKK dalam upaya interpensi bermasalah gizi.
Stunting sudah ditetapkan menjadi isu prioritas pembangunan secara nasional dan hingga saat ini secara berjenjang permasalahan ini mengancam kesejahteraan dan ketahanan nasional dalam jangka panjang dan tidak hanya itu Stunting juga mengancam masa depan bangsa. Mengenai pemahaman kasus ini, stunting disebabkan karena kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama dan tinggi badan yang dibawah standar. Selain itu kejadian Stunting pada balita ada kaitannya dengan status kesehatan ibu pada saat hamil dan masa sesudah hamil. Menelaah hal ini secara mendasar melalui gerakan pengukuran serentak pencegahan Stunting yang mana telah berdasarkan pada bulan juni tahun 2024 melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas program provinsi, kabupaten kota, Puskesmas hingga desa dengan harapan dapat menyisir seluruh sasaran agar hasil yang didapatkan akurat dan cakupan layanan dapat diterima oleh aksi sasaran meningkat.
Peliput/Penulis : Natasha | Editor : Donni
