Program Kerja Bagi Kelanjutan Badak Kutai Barat

SENDAWAR- Ada 10 Draft Penyusunan Program Rencana Kerja Tim Kegiatan dalam Penyelamatan Badak Sumatera (Dicerorhinus Sumatrensis) di Kubar, salah satunya konservasi Badak. Dimana penyelamatan dengan memindahkan ke lokasi yang lebih aman. Hal ini dihasilkan dalam Rapat Koordinasi terkait Penyelamatan Jenis Badak Sumatera Di Kubar, berlangsung di Ruang Diklat Lantai III, Kantor Bupati Kubar, Selasa (31/1).

Dalam Rapat yang dipimpin Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Barat, Drs Aminuddin, M.Si , dihadiri juga Assisten II, Drs Yohanes Kinam, Perwakilan World Wildlife Fund For Nature  (WWF) Kubar, Data, Kepala Bagian SDA Setkab Kubar, Ir Abimael, Kepala Bagian Humas dan Protokol, Hendrita Teofilla, Kepala Bagian Ekonomi, Andi Kristison, Kepala Bagian Hukum, Yosef Stevenson, Camat Damai, Ismid Yunus, Perwakilan Camat Bentian Besar, BKSAD Kubar., Perwakilan Polres Kubar oleh Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) IPTU Sutiono, dan Perwakilan Dandim 0912 Kubar.

Sekda Kubar, Drs Aminuddin, M.Si mengatakan sebelum menjalan program kerja tersebut dari tim sendiri harus mengetahui dan memahami tugas dan fungsi masing-masing pihak yang tergabung dalam Tim ini. Kemudian, setelah paham maka ada rencana tindak lanjut yang akan dilakukan.

KB-1- Rapat Koordinasi
Sekda Kab. Kubar, Drs Aminuddin, M.Si (tengah) saat memimpin Rapat tersebut tampak Assisten II, Drs Yohanes Kinam (paling kanan) dan Perwakilan WWF Kubar, Data (paling kiri)

“Ini juga harus jelas penyusunan rencana tindak lanjut, jangan sampai Tim ini tidak berfungsi  dengan baik. Juga terkait dengan pembiayaan bagi kelancaran pelaksanaan tersebut,”jelasnya.

Lanjut, Aminuddin, Pemkab Kubar sudah berupaya secara maksimal  dan tetap komitmen dalam mendukung penyelamatan binatang langka ini. Supaya keberadaan Badak Sumatera di Kubar  bisa di Konservasi, yang menjadi asset Kutai Barat sehingga dapat dikenal serta membawa ketertarikan warga bahkan turis untuk datang ke daerah kita (Kubar). Tentunya penyelamatan Badak ini merupakan tangunggjawab kita  bersama. Sekarang bagaimana langkah-langkah  yang tepat yang diambil dalam menangkap Badak tersebut untuk dapat dipindahkan ke daerah yang lebih aman, bebernya.

Sementara itu, Assisten II, Drs Yohanes Kinam menambahkan, bahwa sebagian populasi keberadaannya berada di luar konservasi dimana akses ke dalam habitat sangat terbuka, terisolasi oleh kegiatan-kegiatan penggunaan lahan. Jumlah populasi Badak yang sangat kecil sehingga memungkinkan terjadinya kegiatan illegal yang berpotensi mengancam keberadaan badak untuk diburu.

Selain itu, Perwakilan WWF Kubar, Data menerangkan kegiatan WWF hingga saat ini menjadi kegiatan rutin yakni,  memantau keberadaan Badak selama ini berada. Mau memutuskan daerah titik yang paling tepat buat perangkap untuk menangkap Badak tersebut.  Nantinya, Konservasi tersebut berada di dalam kawasan hutan lindung Kelian.

Dari WWF akan siap jika memang ditentukan kapan jadwal penangkapan Badak tersebut. Sementara ini masih menunggu keputusan penjadwalan penangkapan Badak tersebut dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Pemerintah Daerah bisa memberikan dukungan dalam mempercepat konservasi Badak ini. Menyiapkan tempat yang akan dijadikan sebagai Suaka Badak Sumate

KB-1- Najaq Saat Hidup (1)
Najaq Saat Hidup, mengalami kematian karena infeksi luka berat akibat tali jerat pada bagian kaki

ra di Kalimantan di dalam kawasan hutan lindung Kelian,” ujarnya.

Kepala Bagian SDA Setkab Kubar, Abimael menambahkan Rapat ini menanggapi kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya. Yakni actionplan untuk dapat memidahkan badak-badak kelokasi yang lebih aman.

Di ketahui, terkait keberadaan jenis Badak Sumatera dimana penemuan jejak yang dibuktikan  dengan rekaman video terekamnya Badak tersebut. Bukti tersebut merupakan bukti otentik pertama mengenai keberadaan badak di Bumi Kalimantan. Keberadaannya khusus di Kabupaten Kutai Barat.

Habitatnya sebagain besar berada di luar kawasan lindung dan konservasi sehingga ditakutkan sudah terancam punah.  Seekor Badak pernah berhasil ditemukan dalam lubang perangkap (pit trap) di Kabupaten Kutai Barat. Namun disayangkan bahwa badak yang diberi nama Najaq itu memiliki luka bekas tali jerat sehingga terkena infeksi berat yang mengakibatkan kematian bagi Badak tersebut.  Saat ini KLHK bersama mitra di dalam Tim Penyelamatan Badak Sumatera di Kab. Kutai Barat sedang menyiapkan tempat yang akan dijadikan sebagai Suaka Badak Sumatera di Kalimantan di dalam kawasan hutan lindung Kelian. Kawasan lindung ini disahkan oleh Menteri Kehutanan pada tahun 2012 berdasarkan usulan Bupati Kutai Barat pada tahun 2008. (hms19)

 

 

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id