Pemerintah Kutai Barat Menyediakan Dana 21,7 Miliar Untuk Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Kutai Barat.

Pemerintah Kutai Barat Menyediakan Dana 21,7 Miliar Untuk Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Kutai Barat.

Sekdakab Kutai Barat saat konferensi pers di media center covid-19 Kutai Barat. kominfo. kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Dalam upaya penanganan darurat dan penanggulangan bencana non alam Covid-19 di Kutai Barat terimplementasi dalam kebijakan anggaran pemerintah Kutai Barat tahun 2020, untuk tahap awal menyediakan anggaran 21.7 miliar, yang tersebar di 6 (enam) perangkat daerah. Ungkap Sekretaris Daerah Kutai Barat di Media Center Percepatan Pananganan Covid-19 Kutai Barat. Kamis, 30 April 2020.

Lebih lanjut Sekdakab Kutai Barat Yacob Tullur menjelaskan, “ ke-6 (Enam) perangkat daerah tersebut untuk kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19, Pencegahan dan Penanggulangan Darurat Coid-19 dan Optimalisasi Rumah Sakit Pratama melaui Dinas Kesehatan sebesar 8,9 miliar.  Bidang Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD HIS dana internal sebesar 3,8 miliar. Untuk Belanja Tidak Terduga, Kejadian Luar Biasa dan Jejaring Pengaman Sosial dikelola Badan Keuangan dan Aset Daerah Kutai Barat sebesar 6,9 miliar,” terangnya.

Sementara untuk kegiatan Respon Cepat Darurat Bencana dan Logistik Penanganan Bencana Covid-19 dikelola Badan penanggulangan Bencana Daerah Kutai Barat sebesar 1,3 miliar, untuk kegiatan Penanganan Bencana Sosial, Pembinaan Organisasi dan Fasilitasi Aksi Sosial Karang Taruna melalui Dinas Sosial Kutai Barat sebesar 500 juta rupiah dan kegiatan pengendalian lalu lintas pada Dinas Perhubungan Kutai Barat sebesar 215 juta rupiah.

Sekdakab Kutai Barat menambahkan, jika wabah Covid-19 di Kutai Barat semakin meningkat dan berkepanjangan maka pemerintah Kutai Barat sudah menyediakan anggaran cadangan sebesar 180 milyar. “Namun kita sama-sama berharap agar wabah covid-19 di Kutai Barat khususnya semakin berkurang dan segera berlalu, sehingga kita hanya melakukan strategi kebijakan untuk memulihkan paska bencana Covid-19 di waktu mendatang,”harapnya.

Untuk diketahui perkembangan penanganan Covid-19 Kutai Barat hingga Kamis (30/04/2020) jumlah pasien positif Covid-19 PCR 12 orang, dalam perawatan di RS Pratama, pasien dalam pengawasan (PDP) 9, meninggal 1 orang. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) 213 orang, orang tanpa gejala (OTG) 196 orang, selesai pemantauan 167 orang, proses pemantauan 46 orang dan pelaku perjalanan sudah mencapai  4.435 orang. Kominfo.

Warga Diingatkan Dapat Mematuhi Himbauan Pemerintah.

Warga Diingatkan Dapat Mematuhi Himbauan Pemerintah.

Sekdakab Kutai Barat, diskusi usai konferensi pers di Media Center penanganan Covid-19 di Kutai Barat.kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Seluruh pasien yang positif hasil pemeriksaan PCR saat ini telah menjalani perawatan dan diisolasi di Rumah Sakit Pratama Linggang Bingung sesuai standar penanganan Covid-19. Ungkap Sekretaris Daerah Kutai Barat di Media Center Percepatan Penanganan Covid-19 Kutai Barat. Rabu, 29 April 2020 sore.

Lebih lanjut Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur menjelaskan, “Masyarakat yang berada disekitar tempat isolasi tersebut, dimohon tidak resah dan panik sarana Rumah Sakit Pratama tersebut sudah dipersiapkan sesuai standar penanganan Covid-19, yang penting tetap menjaga jarak, selalu pakai masker jika keluar rumah dan terapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS),” tegasnya

“Rekan-rekan media juga dapat memantau dan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat agar dapat memahami situasi dan kondisi wabah saat ini. Mulai hari ini Rabu (29/04/2020) Tim Gabungan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kutai Barat akan terus melakukan sosialisasi dan menindakkan masyarakat yang tidak pakai masker saat keluar rumah dan pedagang yang berjualan secara terbuka agar mematuhi himbauan pemerintah,” harapnya.

Untuk diketahui perkembangan penanganan Covid-19 Kutai Barat hingga Rabu (29/04) jumlah pasien positif Covid-19 PCR 12 orang, dalam perawatan di RS Pratama, pasien dalam pengawasan (PDP) 9, meninggal 1 orang. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) 212 orang, orang tanpa gejala (OTG) 156 orang, selesai pemantauan 167 orang, proses pemantauan 45 orang dan pelaku perjalanan sudah mencapai  4.350 orang.

Data dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan Bentian Besar pelaku perjalanan mencapai 508 orang dan kendaraan masuk sekitar 378 unit. PKM Long Iram Warga masuk 200 orang dan kendaraan 90 unit. Kominfo.

Bupati dan Wakil Bupati Serahkan Bantuan 140 Ton Beras.

Bupati dan Wakil Bupati Serahkan Bantuan 140 Ton Beras.

Simbolis Bupati Kutai Barat serahkan bantuan beras untuk 16 kecamatan di Kutai Barat. Kominfo. Kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat memberikan bantuan beras bagi masyarakat yang terdampak wabah Corona Virus Diseace (Covid-19). Program bantuan Sosial dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020, Dinas Sosial Kutai Barat yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kutai Barat  di Kecamatan Barong Tongkok. Rabu 29 April 2020 Sore.

Bupati Kutai Barat FX Yapan mengatakan, Bantuan beras ini untuk membantu keluarga prasejahtera di Kabupaten Kutai Barat dan bantuan beras ini hanya untuk meringankan beban kebutuhan pangan keluarga terutama yang terdampak Covid-19.

“Jadi saya menegaskan kepada masyarakat bantuan pemerintah ini hanya meringankan kebutuhan, bukan mencukupi kebutuhan masyarakat yang ada, saya dimana-mana dalam menyampaikan sambutan terus mengingatkan agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan dan bercocok tanam, itu semata-mata untuk mengantisipasi keadaan seperti wabah bencana saat ini,” terangnya.

Lebih lanjut bupati mengingatkan, wabah ini akan berdampak luas dihari-hari mendatang, baik kesehatan, ekonomi bahkan sosial dan politik. “Kita tidak tahu sampai kapan wabah ini akan berakhir dan jika ini terus berkepanjangan maka sangat memungkinkan secara nasional akan mengalami krisis,” jelasnya

“Jadi sekali lagi saya mengingatkan para Camat, Lurah, Petinggi untuk mengerakkan warganya dan masyarakat Kutai Barat umumnya. Mari mempersiapkan dan menggarap lahan-lahan yang ada untuk menanam  bahan pangan baik padi, singkong, umbi-ubian, sayur-sayuran dan lain sebagainya supaya kita tidak kelaparan,” harapnya.

Sementara menurut Wakil Bupati Kutai Barat H. Edyanto Arkan, berharap bantuan ini dapat diserahkan bagi masyarakat yang berekonomi lemah. “Saya menghimbau kepada seluruh camat agar memiliki peran strategis untuk mendistribusikan bantuan ini yang ditindaklanjuti  para Lurah dan Petinggi dengan mendata betul-betul yang perlu diprioritaskan,”ucapnya di Kantor Kecamatan Melak didampingi  Assisten 1 Setdakab, Anggota DPRD, Danramil, Kapolsek, Dinkes, Dinsos, BPBD, Dishub dan para Camat.

Wabup Kutai Barat berpesan, kepada masyarakat yang memiliki kemampuan agar bisa peduli kepada masyarakat disekitarnya yang berekonomi lemah. “Jika ada warga yang belum dapat menerima bantuan beras ini, mari kita berbagi terutama dalam memaknai bulan suci ramadhan ini,” bebernya usai penyerahan secara simbolis kepada kecamatan pesisir Kutai Barat.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Kepala Dinas Sosial Ampeng mengatakan, bantuan yang diberikan berupa beras 10 kilogram untuk 1 (satu) Kepala Keluarga (KK) sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu meringankan kebutuhan masyarakat di tenggah wabah ini.

“bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang terdampak terutama kepada keluarga sangat membutuhkan seperti ekonomi lemah dan keluarga pasien terdampak langsung Covid-19, di 16 Kecamatan 190 Kampung dan 4 Kelurahan dengan total pembagian untuk 16 kecamatan sebesar 140 ton beras, untuk penyaluran yang ada di  kecamatan pesisir mahakam diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati sedangkan untuk kecamatan Barong Tongkok, Sekolaq Darat,  Linggang Bigung, Tering, Damai, Nyuatan, Muara Lawa, Bentian Besar, Siluq Ngurai,  diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kutai  Barat  “Dan untuk pola distribusinya melalui para camat kemudian ke kelurahan, petinggi dan RT,”ujarnya. Kominfo

Patroli Setiap Hari Untuk Menertibkan Pedagang Dan Pengguna Jalan Yang Membandel.

Patroli Setiap Hari Untuk Menertibkan Pedagang Dan Pengguna Jalan Yang Membandel.

Saat Penertiban di Shalter Kecamatan Melak. Kominfo Lsr.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR – SENDAWAR, Warga diminta patuhi dan mengindahkan larangan berjualan secara terbuka dan mengundang kerumunan orang, para pedagang kaki lima (PKL) di Shelter Kecamatan Melak misalnya; warga diperingatkan untuk berjualan didepan rumahnya dan tidak berdangang keliling namun disarankan dapat berjualan secara daring (online) atau pesan antar. Demikian juga warga jika keluar rumah harus menggunakan masker. Himbauan tersebut disampaikan Tim Gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kutai Barat kepada masyarakat dan mulai berlaku hari ini Rabu 28 April 2020.

Lebih lanjut Kepala Bagian Operasional Polres Kutai Barat Kompol Sarman menjelaskan, bahwa sosialisasi dan penertiban bertujuan untuk memperingati masyarakat, jika masih ada yang tidak mematuhi maka akan ditindak tegas dan tidak ada toleransi, pedagang akan diangkut oleh Tim. “Ini untuk kebaikan bersama mari patuhi anjuran pemerintah,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya Tim Gabungan akan terus melakukan patroli dan mengamankan masyarakat yang keluar rumah tidak menggunakan masker dan para pedagang Tahjil yang berjualan dipinggir jalan dengan sasaran wilayah Barong Tongkok, Melak dan Sekolaq Darat mohon masyarakat warga pusat kota Sendawar untuk mematuhinya,” tegasnya.

“Kami tidak melarang masyarakat untuk berjualan hanya saja karena Kecamatan Melak sudah termasuk zona merah dan pasien Covid 19 semakin bertambah. Untuk menghindari agar penyebaran tidak meluas disarankan agar berjualan dirumah atau berjualan secara online (pesan antar),” terang Jenton Kepala BPBD.

Sesuai edaran pemerintah sampai tanggal 29 Mei 2020, apabila keadaan pasien covid 19 ini berkurang maka pedagang boleh berdagang seperti semula tetapi jika masih meningkat maka akan diperpanjang. “Dan seluruh masyarakat di Kutai Barat diharapkan dapat membantu Pemerintah dengan mengikuti peraturan yang telah dianjurkan,” harapnya.

Kadis Perhubungan Kutai Barat Rahmat berpesan, kepada penguna jalan dan pedagang agar terapkan physical distancing, jika keluar rumah wajib pakai masker, jaga kesehatan dengan selalu mencuci tangan dan kebersihan jualannya terutama kebersihan dilingkungan rumahnya. Jangan lupa mengingatkan kepada pelanggan atau pembelinya untuk langsung dibawa pulang,” harapnya. Kominfo Lsr

Aktivitas Pelaku Perjalanan Keluar Masuk Kutai Barat Sudah Menurun.

Aktivitas Pelaku Perjalanan Keluar Masuk Kutai Barat Sudah Menurun.

Sekdakab Kutai Barat, saat di Media Center penanganan Covid-19 di Kutai Barat. kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Berdasarkan data perkembangan aktivitas pelaku perjalanan keluar masuk Kutai Barat sudah mulai menurun, data dari posko perbatasan PKM Jambuk misalnya,  selain karena jarak poskonya jauh dari batas perbatasan Kutai Barat dengan Kutai Kartanegara, banyak juga tercatat masyarakat yang keluar masuk untuk pergi berkebun dan karyawan yang ber-KTP Kutai Barat dan KTP luar Kutai Barat yang bekerja diperkebunan sawit diperbatasan sehingga tercatat oleh rekan-rekan diposko bahwa masih banyak yang keluar masuk. Ungkap Sekretaris Daerah Kutai Barat. Di Media Center Penanganan Covid -19 Kutai Barat. Selasa, 28 April 2020 sore.

Lebih lanjut Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur menjelaskan, “setelah diteliti sebenarnya sejak ada Instruksi Bupati tentang pembatasan masyarakat keluar dan masuk wilayah Kutai Barat tersebut, sesungguhnya sudah menurun volume kendaraan dan aktivitas warga yang masuk Kutai Barat,” tegasnya

“Demikian juga warga yang berkartu tanda penduduk (KTP) Kutai Barat dan KTP luar Kutai Barat ada yang sebagai karyawan perusahaan sawit diperbatasan Kutai Barat, jadi setiap mereka keluar masuk kerja itu diperiksa diposko, sehingga tercatat masih banyak yang keluar masuk, sebenarnya mereka ini warga Kutai Barat dan warga KTP luar Kutai Barat yang bekerja dalam wilayah Kutai Barat,” terang Sekdakab Kutai Barat.

Ditambahkan Sekretaris Daerah, “Dengan data tersebut jangan serta merta berpikir mereka ber-KTP luar Kutai Barat itu orang luar yang ingin masuk wilayah Kutai Barat, sesungguhnya justru dalam beberapa hari terakhir ini sudah menunjukan penurunan baik volume kendaraan maupun aktivitas warga yang masuk,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah juga menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 Kutai Barat hingga Selasa, (28/04) jumlah pasien positif Covid-19 PCR 12 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 9 dan meninggal 1 orang,  orang dalam pemantauan (ODP) 211 orang, orang tanpa gejala (OTG) 156 orang, selesai pemantauan 165 orang, proses pemantauan 46 orang dan pelaku perjalanan sudah mencapai  4.228 orang.

Semantara dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan Bentian Besar pelaku perjalanan mencapai 392 orang dan kendaraan masuk sekitar 42 unit. PKM Long Iram Warga masuk 546 orang dan kendaraan 97 unit. Kominfo.

Bantu Alat Kesehatan Dalam Penanganan Covid-19 Di Kutai Barat.

Bantu Alat Kesehatan Dalam Penanganan Covid-19 Di Kutai Barat.

Sekdakab Kutai Barat saat menerima bantuan dari PT TCM BEK dan Forum CSR. kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Sekretaris Daerah Kutai Barat selaku Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengapresiasi atas bantuan sarana kesehatan 58 unit tempat cuci tangan untuk 20 kampung binaan, paket APD, 1 Ton Beras dan 200 liter Minyak Goreng untuk dapur posko Tim Gugus Tugas Kutai Barat. Diserahkan secara simbolis oleh manajemen TCM BEK dan forum CSR kepada Sekretaris Daerah Kutai Barat dan Kapolres Kutai Barat. Di Media Center Penanganan Covid -19 Kutai Barat. Senin, 27 April 2020 sore.

Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur menjelaskan, wabah Covid-19 ini adalah bencana non alam yang menjadi tangungjawab semua stakeholder untuk bergotong-royong dalam penanganannya. “pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa melibatkan semua pihak oleh sebab itu peran aktif dan kepedulian sangat dibutuhkan dalam situasi seperti saat ini,” jelasnya.

“Mewakili pemerintah dan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kutai Barat menyampaikan Apresiasi dan terima kasih atas kepedulian dan bantuan dari manajeman PT. TCM BEK dan Forum CSR Kontraktor PED di Kutai Barat, bantuan ini sangat berarti dalam upaya penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kutai Barat,” jelasnya.

Terkait bantuan sarana kesehatan untuk cuci tangan dikampung binaannya, Sekdakab Kutai Barat mengungkapkan “Bantuan sarana ini penting untuk mengedukasi masyarakat agar memiliki kebiasaan menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) dilingkungan masyarakat kampung sehingga warga kampung dapat terhindar dari sakit-penyakit terutama saat wabah virus corona ini,” pungkasnya. Kominfo.

Seorang PDP Baru, Meninggal Terindikasi Covid-19.

Seorang PDP Baru, Meninggal Terindikasi Covid-19.

Sekdakab Kutai Barat saat melakukan konferensi pers di Media Center Penanganan Covid-19 di Kutai Barat.kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pasien Dalam Pengawasan Kutai Barat semula berjumlah 8 orang dan tadi malam baru masuk 1 orang berstatus PDP baru yang memiliki keluhan yang mengarah kepada gejala Covid-19, belum mendapat penanganan medis secara intensif yang bersangkutan meninggal dunia. Sehingga jumlah PDP Kutai Barat manjadi 9 orang. Ungkap Sekretaris Daerah Kutai Barat. Di Media Center Penanganan Covid -19 Kutai Barat. Senin, 27 April 2020 sore.

Lebih lanjut Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur menjelaskan, Semula PDP Kutai Barat berjumlah 8 orang, namun tadi malam pukul 24.00 wita masuk seorang pasien, di RSUD HIS dan ternyata setelah ditelusuri riwayat perjalanannya yang bersangkutan memang datang dari daerah yang terpapar covid-19 seperti : Lampung,  Bogor dan Jakarta.

“Namun belum mendapat penanganan medis secara intensif sesuai standar penanganan Covid-19, pasien tersebut meninggal dunia dan telah diambil sampel swabnya untuk dipastikan terkonfirmasi Covid-19 atau tidak serta telah dimakamkan pada 7.00 wita pagi dengan protokol penanganan pasien Covid-19,” jelasnya.

Sekretaris Daerah menambahkan “terkait ke 12 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 Kutai Barat, nanti malam akan dipindahkan untuk menjalani perawatan sesuai protokol kesehatan di Rumah Sakit Pratama Linggang Bigung,” terangnya

Untuk diketahui hingga Senin, (27/04) jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 210 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 9, orang tanpa gejala (OTG) 35 orang, selesai pemantauan 165 orang, Proses Pemantauan 45 orang dan pelaku perjalanan sudah mencapai  4.147 orang.  Semantara dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan Bentian Besar pelaku perjalanan mencapai 811 orang dan kendaraan masuk sekitar 417 unit. PKM Long Iram Warga masuk 325 orang dan kendaraan 77 unit. Kominfo.

Diharapkan, Masyarakat Tidak Mendahului Hasil Pemeriksaan Kesehatannya.

Diharapkan, Masyarakat Tidak Mendahului Hasil Pemeriksaan Kesehatannya.

Salah satu petugas, di asrama karantina, Widodo saat lakukan rapid test kedua. dok Widodo. kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Hanya Pengabdian dan Tanggung Jawab Moral yang melandasi perjuangan para petugas melaksanakan tugas dilapangan baik para medis, petugas keamanan dan media yang bekerja digarda terdepan menghadapi bahaya dan tantangan yang tidak sesederhana dilihat mata serta sangat rentan terpapar Covid-19, patut mendapat apresiasi dan dukungan moril bukan justru sebaliknya.

Salah satu anggota keamanan di Asrama Paskibra dan Pramuka tempat dikarantinanya para pasien Covid-19 Kutai Barat, Kabid Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kutai Barat Widodo selaku Tim Pengamanan, membenarkan telah dilakukan rapid test pertama pada tanggal 16 April 2020 lalu dan kedua rapid test pada tanggal (25/04/2020) pagi pukul 8:31 wita kedua hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan negatif, namun untuk lebih memastikan saat ini sedang dilakukan pengambilan sampel Swab Tast di RSUD HIS.

“Benar saya sudah dilakukan rapid test kedua kalinya dan hasilnya negatif namun saya masih kurang yakin saat ini sedang dilakukan pengambilan sampel Swab untuk dilakukan pemeriksaan dangan alat PCR agar tidak diragukan hasilnya, mohon doa dan dukungan teman-teman semoga hasilnya juga negatif. hingga saat ini saya tidak merasa ada keluhan,” harapnya saat dihubungi via telepon dan Aplikasi WhatsApp oleh media kominfo Kutai Barat.

Sementara menurut  Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat Ritawati Sinaga, saat di konfirmasi via telepon Siang ini pukul 11.00 Wita. hasil pemeriksaan rapid test itu bukan diagnostik namun hanya untuk screening, seleksi atau pilah antara yang berpotensi atau tidak berpotensi covid-19. Namun yang diagnostik untuk Covid-19 itu adalah real time Polymerase chain reaction ( PCR ) atau (RT-PCR),” jelasnya.

“Terkait salah satu anggota keamanan gugus tugas penanganan Covid-19, Bapak Widodo Satpol PP Kutai Barat tersebut, orangnya sangat proaktif dan sudah mengikuti protokol kesehatan, beliau sudah menjalani pemeriksaan rapid test dan hari ini akan diambil sampel Swabnya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, mudah-mudahan sejak hari ini hingga 10 (sepuluh) hari kedepan sudah ada hasilnya dan negatif, karena sekarang dimana-mana wilayah dan transfortasi pada dilockdown agak lama proses,” harapnya.

Terkait informasi yang beredar di media sosial bahwa ada anggota Satpol PP Kutai Barat yang terindikasi Covid-19 hasil repid tes, Kepala Satpol PP Kutai Barat Nadisius, mengatakan kepada media kominfo, “masyarakat dan anggota Satpol PP Kutai Barat untuk tidak mendahului hasil pemeriksaan kesehatan yang bersangkutan apalagi membuat kesimpulan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Itu semua dapat merugikan semua pihak,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Kasatpol PP Kutai Barat, Beliau itu saat ini sedang mengikuti protokol kesehatan dan dibebas tugaskan sementara waktu untuk jalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil pemeriksaan kesehatannya. untuk anggota lainnya agar tetap melakukan tugas seperti biasa dan terapkan protokol pemerintah seperti ; jaga jarak, pakai masker, jaga kesehatan jika kurang sehat segera melakukan pemeriksaan,’ pungkasnya. Kominfo.

 

Polres Kutai Barat, Bantu Alat Kesehatan Bagi Tenaga Medis.

Polres Kutai Barat, Bantu Alat Kesehatan Bagi Tenaga Medis.

(Kanan) Kapolres Kutai Barat, simbolis menyerahkan bantuan alat kesehatan. Dok Hms Polres. Kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR – SENDAWAR,  Resiko Tenaga Medis menghadapi pandemi Corona Virus Diseace (Covid-19) yang melanda seluruh Dunia dan di Indonesia termasuk Kutai Barat Kepolisian Resor Kutai Barat menyalurkan APD Tenaga Medis serta Vitamin bagi tenaga medis di Rumah Sakit dan Puskesmas. Bantuan berupa 250 APD, 250 Masker, 250 Handsanitizer, dan vitamin baik dalam bentuk obat maupun minuman bergizi. Sebagi bentuk upaya jajaran Polres Kutai Barat bahu-membahu bersama unsur terkait untuk membantu penanganan Covid-19. Kamis, 23 April 2020.

Kapolres Kutai Barat AKBP Roy Satya Putra menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut di serahkan di RSUD HIS dan Puskesmas yang berada di Kecamatan Bongan dan Puskesmas Di Kecamatan Laham Kabupaten Mahakam Ulu.

“Kami sadar betul besarnya resiko pekerjaan teman-teman medis yang berjuang digarda terdepan dalam perang melawan corona ini, kami peduli terhadap keselamatan teman-teman medis sehingga kami berinisiatif untuk sedikit membantu,” ungkap Kapolres yang pernah menjabat sebagai Kapolres Paser tersebut.

AKBP Roy Satya Putra menambahkan bahwa bantuan ini sebisa mungkin disalurkan dan distribusi sudah dilakukan sejak hari rabu kemarin. “Dan sudah diterima langsung oleh masing-masing Kepala Puskesmas dan Direktur RSUD Harapan Insan Sendawar,” terangnya.

Lebih lanjut mengharapkan agar masyarakat dapat membantu Tim Medis dengan berkata jujur tentang riwayat perjalanan dan keadaan kesehatannya. “Tidak perlu takut hal ini bukan hal yang memalukan tetapi ini upaya agar penyebaran tidak begitu meluas dan Kabupaten Kutai Barat bahkan Kabupaten Mahakam Ulu dapat aman terkendali dan nomal seperti biasanya,” pungkasnya. Kominfo Lsr.

Salurkan Bantuan, Bagi  Warga Terdampak Covid-19.

Salurkan Bantuan, Bagi Warga Terdampak Covid-19.

Aktivitas tim relawan bagikan sembako kepada warga di perbatasan. Kominfo Lsr/Mdn.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid 19, agar tidak semakin meluas hingga ke wilayah perbatasan di Kabupaten Kutai Barat, perangkat kampung memanfaatkan dana desa untuk penyemprotan disinpektan, pembagian masker hingga pemberian paket sembako agar warga kampung tetap di rumah.

Dengan melibatkan satuan tugas covid 19 kecamatan bentian besar Kabupaten Kutai Barat dari relawan, unsur TNI dan Polri perangkat kampung Tukuq melakukan penyemprotan disinpektan keseluruh pemukiman warga hingga ke wilayah perbatasan antar provinsi.

Kampung Tukuq adalah salah satu kawasan yang masih steril dari wabah covid 19 di di Kecamatan Bentian Besar Kabupaten Kutai Barat dan kampung ini menjadi jalur transit antar kampung di Provinsi Kalimantan Tengah Dan Kalimantan Timur.  hal inilah yang menjadi pertimbangan, sehingga perangkat kampung melakukan pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran covid 19 dengan cara penyemprotan disinpektan hingga ke wilayah perbatasan dan dengan memamfaatkan anggaran dana desa.

selain penyemprotan disinpektan, warga juga mendapatkan bantuan masker dan paket sembako untuk kebutuhan sehari-hari agar tetap beraktifitas dirumah sehingga wabah virus corona cepat hilang dan kondisi kembali normal.

Kepala Kampung Tukuk Jelti Makapele mengatakan, melalui dana desa pemerintah Kampung Tukuq mengalokasikan dana kampung untuk pencegahan covid 19, seperti pembelian dan membagikan sembako,  masker dan mendirikan posko relawan covid 19, pengadaan APD bagi relawan dan tim medis serta melakukan penyemprotan disinpektan keliling kampung.

“kampung Tukuq adalah satu kampung terpencil dipedalaman Kabupaten Kutai Barat yang berbatas dengan kampung Tambaba Kabupaten Barito Utara Di Provinsi Kalimantan Tengah, dengan jumlah penduduk 33 kepala keluarga dan 117 jiwa,” jelasnya.

 

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id