Foto atas dikusi dan foto bawah sebelah kiri Ketua Tim IPB, Made Armini Foto.Dekranasda.Kominfo.Kubarkab.go.id
DISKOMINFOKUBAR-SENDAWAR- Pemerintah Kutai Barat melalui BP3D telah melaksanakan kegiatan kajian budidaya tanaman doyo yang bekerjasama dengan departemen agronomi dan holtikultura Institut Pertanian Bogor. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 tahun dari 2018 s/d 2020 di kecamatan Jempang Tanjung Isuy ini, akan dilakukan identifikasi dan kajian tumbuhnya tanaman doyo, eksplorasi dan konservasi in situ dan ex situ, pengembangan lokasi budidaya (Demplot) teknik perbanyak bioteknologi-invitro serta pengujian kualitas serat tanaman doyo.

Saat mengikuti presentasi laporan kemajuan kegiatan pendampingan dari Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Kepala BP3D Kutai Barat Achmad Sofyan menyampaikan opresiasi yang tinggi kepada jajaran IPB dan mengharapkan kegiatan ini memberikan kontribusi besar terhadap upaya pemerintah Daerah Kutai Barat dalam menjamin keberlangsungan tumbuh kembang tanaman doyo sebagai bahan baku tenun yang selama ini tumbuh secara liar dapat dibudidayakan oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan produksi tenun doyo.
Di tempat berbeda Ketua Dekranasda Kutai Barat Yayuk Sri Rahayu Yapan, menyampaikan “terima kasih kepada jajaran dinas teknis Pemerintah Kutai Barat yang terus bersinergi sehingga kegiatan pendampingan dari Fakultas Pertanian IPB dapat terlaksana mulai tahun 2018 ini.” Tegasnya.
Sementara menurut ketua TIM sekaligus Ketua Departemen AGH IPB. Made Armini, pihaknya akan melakukan beberapa kegiatan, diantaranya study keragaman dan sosialisasi tanaman doyo dimasyarakat, study awal teknik perbanyakan dan budidaya serta proses demplot tanaman doyo.
















