Mendorong Partisifasi Masyarakat Dalam Budidaya Tanaman Doyo Untuk Pengembangan Kualitas Tanaman Doyo (4/12/2018)

Mendorong Partisifasi Masyarakat Dalam Budidaya Tanaman Doyo Untuk Pengembangan Kualitas Tanaman Doyo (4/12/2018)

Foto atas dikusi dan foto bawah sebelah kiri Ketua Tim IPB, Made Armini Foto.Dekranasda.Kominfo.Kubarkab.go.id

DISKOMINFOKUBAR-SENDAWAR- Pemerintah Kutai Barat melalui BP3D telah melaksanakan kegiatan kajian budidaya tanaman doyo yang bekerjasama dengan departemen agronomi dan holtikultura Institut Pertanian Bogor. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 tahun dari 2018 s/d 2020 di kecamatan Jempang Tanjung Isuy ini, akan dilakukan identifikasi dan kajian tumbuhnya tanaman doyo, eksplorasi dan konservasi in situ dan ex situ, pengembangan lokasi budidaya (Demplot) teknik perbanyak bioteknologi-invitro serta pengujian kualitas serat tanaman doyo.

Kanan Edi Santosa, saat memaparkan laporan awal kajian. Foto.Dekranasda.Kominfo.Kubarkab.go.id
Kanan Edi Santosa, saat memaparkan laporan awal kajian. Foto.Dekranasda.Kominfo.Kubarkab.go.id

Saat mengikuti  presentasi laporan kemajuan kegiatan pendampingan dari Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Kepala BP3D Kutai Barat Achmad Sofyan menyampaikan opresiasi yang tinggi  kepada jajaran IPB dan mengharapkan kegiatan ini memberikan kontribusi besar terhadap upaya pemerintah Daerah Kutai Barat dalam menjamin keberlangsungan tumbuh kembang tanaman doyo sebagai bahan baku tenun yang selama ini tumbuh secara liar dapat dibudidayakan oleh masyarakat  sehingga dapat meningkatkan produksi tenun doyo.

Di tempat berbeda Ketua Dekranasda Kutai Barat Yayuk Sri Rahayu Yapan, menyampaikan “terima kasih  kepada jajaran dinas teknis Pemerintah Kutai Barat yang terus bersinergi sehingga kegiatan pendampingan dari Fakultas Pertanian IPB dapat terlaksana mulai tahun 2018 ini.” Tegasnya.

Sementara menurut ketua TIM sekaligus Ketua Departemen AGH IPB. Made Armini, pihaknya akan melakukan beberapa kegiatan, diantaranya study keragaman dan sosialisasi tanaman doyo dimasyarakat, study awal teknik perbanyakan dan budidaya serta proses demplot tanaman doyo.

Tekun Dalam Iman Wujud Dukungan Pribadi Dalam Proses Pembangunan Daerah (5/12/2018)

Tekun Dalam Iman Wujud Dukungan Pribadi Dalam Proses Pembangunan Daerah (5/12/2018)

Assisten II Setdakab.Kutai Barat menyalakan lilin Natal. Foto. Kominfo24. kominfo.kubarkab.go.id

KOMINFOKUBAR, SENDAWAR– Suasana kebersamaan dan damai Natal tergambar dalam ibadah dan perayaan Natal Gereja Kalimantan Evanglis (GKE) Jemaat Linggang Bigung, ratusan umat yang menghadiri ikut larut dalam suasana ibadah Natal yang bertema, “ Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita”.

Dalam sambutannya Bupati Kutai Barat FX. Yapan, yang dibacakan Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan SDA Setdakab. Kutai Barat, Ayonius mengatakan, melalui perayaan Natal kita sebagai umat sungguh-sungguh menyadari bahwa Kristus merupakan sumber hikmat bagi kita dan senantiasa bertekun dalam iman serta menjadikan hikmat tersebut sebagai bagian dari wujud dukungan kita pribadi dalam proses pembangunan dan kemajuan daerah.

Ketua Resort GKE Mahakam Piksani menyampaikan tahun ini Natal Se-Resort GKE mahakam akan dilaksanakan di Jemaat Gereja Betesda Tering Seberang pada tanggal 14 nanti dan untuk itu kami dari pihak Resort mengharapkan secara kepada seluruh pekerja resort Pendeta, Penginjil, Vikaris yang ditempatkan di masing-masing Jemaat berserta Penetua Diakon ditingkat jemaat mari kita mengerahkan anggota jemaat kita untuk menghadiri perayaan Natal Se-resort tersebut.

Turut hadir mendampingi  Asisten II, Sekretaris Camat Linggang Bigung, Kristian, Petinggi Kampung Linggang Bigung, Bastianus, Badan  Pekerja Harian (BPH) Majelis Resort GKE Mahakam, Pendeta dan Vikaris se-Resort Mahakam. Dalam perayaan Natal ini, juga meberikan Doorpriźe kepada jemaat yang beruntung. Ini merupakan bentuk berbagi kasih di hari Natal.

Aparatur Sipil Negara Hadir Sebagai Pengikat Persaudaraan Dan Persatuan Nasional Dalam Keragaman (29/11/2018)

Aparatur Sipil Negara Hadir Sebagai Pengikat Persaudaraan Dan Persatuan Nasional Dalam Keragaman (29/11/2018)

Bupati FX Yapan, saat membacakan sambutan Peresiden Republik Indonesia pada peringatan HUT Korpri yang Ke- 47 tahun 2018. foto diskominfo.kutaibaratkab.go.id

DISKOMINFOKUBAR-SENDAWAR-Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dalam sambutan tertulisnya dibacakan Bupati Kutai Barat FX Yapan menyampaikan “seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara telah memberikan kontribusi besar terhadap masyarakat bangsa dan negara, Korpri telah menjadi salah satu pengikat dalam memperkokoh persaudaraan dan persatuan nasional dalam keragaman dan teladan masyarakat dalam mengedepankan budi pekerti, etika dan profesionalisme sebagai motor dalam pembangunan nasional, “saya menyampaikan terimakasih atas apa yang telah kita capai sampai hari ini, tidak terlepas dari peran serta jajaran Aparatur Sipil Negara yang bekerja disemua sektor, semua level pemerintahan, yang bertugas di daerah terpencil dan di pulau-pulau, yang bekerja penuh dedikasi dengan segala keterbatasan yang dihadapi,” tegas presiden.

Peserta apel HUT Korpri ke-47 mengikuti dengan hikmat.foto diskominfo.kutaibaratkab.go.id
Peserta apel HUT Korpri ke-47 mengikuti dengan hikmat.foto diskominfo.kutaibaratkab.go.id

Bupati Kutai Barat saat sebagai inspektur upacara peringatan HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang Ke- 47 tahun dilingkungan pemerintah Kutai Barat juga menyampaikan sebagai momentum untuk memperkuat sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan zaman yang berubah cepat. “Kita harus mampu menghadapi dan memanfaatkan peluang dari  teknologi yang ada  untuk meningkatkan kemampuan untuk mewujutkan hari esok lebih baik dari hari ini,” harap Bupati.

Upacara peringatan HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang Ke- 47 tahun 2018 berlangsung hikamat di alun-alun Itho Sendawar, diikuti seluruh Pegawai dilingkungan Pemerintah Kutai Barat,   jajaran TNI 0912  Kutai Barat,  Polres  Kutai Barat dan Kejaksaan Kutai Barat.

Bupati FX Yapan dan Wakil Bupati Kutai Barat Beserta Ibu Bupati Mengikuti Peringatan Harganas di Alun-Alun Itho Sendawar (26/11/2018)

Bupati FX Yapan dan Wakil Bupati Kutai Barat Beserta Ibu Bupati Mengikuti Peringatan Harganas di Alun-Alun Itho Sendawar (26/11/2018)

Bupati FX Yapan mengikuti senam sehat dalam rangka peringatan hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV Tahun 2018. Photo Kominfo38-diskominfo.kutaibaratkab.go.id

DISKOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas)  XXV 2018, yang diadakan oleh BKKBN Sahabat Keluarga Indonesia di Kabupaten Kutai Barat berlangsung meriah di Alun-alun Itho Sendawar,mengusung tema : “Hari Keluarga, Hari Kita Semua” dengan Sub Tema “Keluarga Berkumpul, Berinteraksi, Berdaya, Peduli, dan Berbagi” diikuti seluruh pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan kader PKK Kutai Barat.

Bupati FX Yapan dan Wakil Bupati Kutai Barat beserta ibu  mengikuti  rangkaian kegiatan senam bersama dipanggung alun-alun Itho Sendawar. Photo Kominfo 38-diskominfo.kutaibaratkab.go.id
Bupati FX Yapan dan Wakil Bupati Kutai Barat beserta ibu mengikuti rangkaian kegiatan senam bersama dipanggung alun-alun Itho Sendawar. Photo Kominfo 38-diskominfo.kutaibaratkab.go.id

Bupati Kutai Barat FX Yapan mengungkapkan “rangkaian kegiatan perayaan Harganas XXV di Kabupaten Kutai Barat ini dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan peran keluarga, menjadi penyemangat bagi kita semua, dan betapa pentingnya arti sebuah keluarga.”  Ia juga  menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat meningkatkan peran serta dalam mewujudkan pembentukan karakter sejak dini serta membentuk keluarga kecil bahagia, sejahtera, dan berkualitas untuk mencapai hari esok lebih baik daripada hari ini”.

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kutai Barat Yayuk Sri Rahayu Yapan,, menyampaikan “untuk meningkatakan peran dansinergitas masyarakat dengan pemerintah daerah, tentang pentingnya penerapan karakter dalam cinta keluarga sejak dini agar dapat mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejatera dalam bermasyarkat.” tegasnya, yang juga sebagai ketua panitia Harganas 2018 Kutai Barat.

Harganas memiliki empat program pendekatan ketahanan keluarga yaitu Keluarga Berkumpul, Keluarga Berinteraksi, Keluarga Berdaya, serta Keluarga Peduli dan berbagi.pentingnya mencintai dalam keluarga dan perencanaan dalam membangun keluarga dalam  membangun bangsa dan negara, sehingga dapat menciptakan kualitas sumber daya manusia.

Selendang Tenun Doyo Semarakkan Jogja Fashion Week XIII 2018,  Hadir Dengan Tajuk Perspectrum, di Hartono Mall Jogja (20/11/2018)

Selendang Tenun Doyo Semarakkan Jogja Fashion Week XIII 2018, Hadir Dengan Tajuk Perspectrum, di Hartono Mall Jogja (20/11/2018)

Kiri Fashion  Show salah satu busana berselendang  tenun  doyo.

DISKOMINFOKUBAR-SENDAWAR – DEKRANASDA dan DISDAGKOP Kutai Barat bekerjasama dengan desainer Etik N. Fatimah, mengikuti gelaran Jogja Fashion Week (JFW) XIII 2018,  menampilkan 8 busana kombinasi Tenun Doyo dan Anyaman Rotan dalam fashion show bertema “Eksotika Tenun Doyo Kutai Barat” untuk memberikan kebebasan kepada desainer  dalam mengeksplorasi karyanya dengan kekuatan etnik khas wastra nusantara, sebuah keahlian menakar subtil yakni  rasa, karsa dan karya cipta.

Kedua dari kanan ketua Dekranasda Kutai Barat bersama desainer.  Foto Dekranasda.diskominfo.kutaibaratkab.go.id
Kedua dari kanan ketua Dekranasda Kutai Barat bersama desainer. Foto Dekranasda.diskominfo.kutaibaratkab.go.id

 “Harapan kita mengikuti Jogja Fashion Week XIII 2018 adalah salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kreatifitas pengrajin, meningkatkan daya saing produk khas daerah khususnya Tenun Doyo, mendorong para pengrajin Tenun Doyo untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya menjadi lebih baik kedepannya” tegas Yayuk Sri Rahayu Yapan, Ketua DEKRANASDA Kutai Barat.

 Kegiatan Jogja Fashion Week XIII 2018, menjadi momen penting dan program DEKRANASDA Kutai Barat dalam rangka mengangkat dan mempromosikan Tenun Doyo dalam dunia fashion Nusantara.  JFW merupakan satu dari beberapa acara rutin tahunan yang terbukti mampu mendorong berkembangnya sektor industri kreatif khususnya produk fashion yang turut menjadi penyumbang kemajuan industri fashion nasional.

Semua Pihak Diharapkan Dapat Menyesuaikan Arah Pembangunan Yang Tertuang Dalam RPJMD, Dan Faktor-Faktor Strategis Yang Berkembang (22/11/18)

Semua Pihak Diharapkan Dapat Menyesuaikan Arah Pembangunan Yang Tertuang Dalam RPJMD, Dan Faktor-Faktor Strategis Yang Berkembang (22/11/18)

Wakil Bupati Kutai Barat, Edyanto Arkan  secara resmi membuka langsung Forum Perangkat Daerah dan Konsultasi Publik Dalam Rangka Penyusunan Perubahan Rencana  Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPMJD)  Kabupaten Kutai Barat Tahun 2016-2021. foto.Kominfo28 (diskominfo.kutaibaratkab.go.id)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR – Wakil Bupati Kutai Barat, Edyanto Arkan. membuka kegiatan Forum Perangkat Daerah dan Konsultasi Publik dalam rangka perubahan Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)  Kabupaten Kutai Barat Tahun 2016-2021 yang diikuti 90 perserta, yang terdiri dari LSM, Aktivis, Pimpinan Organisasi dan Tokoh Masyarakat yang diselengarakan langsung dilantai II ruang rapat BP3D.

Wakil Bupati Kutai Barat, Edyanto Arkan mengatakan “Forum ini merupakan salah satu tahapan yang penting dalam penyelesaian RPJMD tahun 2016-2021 yang telah disusun, tentunya waktu yang kita miliki hanyalah enam puluh bulan, sematara kita memiliki target-target dan harapan yang perlu dicapai dalam RPJMD ini” tegasnya.

Wakil Bupati mengajak kepada seluruh pimpinan organisai serta seluruh elemen masyarakat untuk menyesuaikan arah pembangunan yang tertuang dalam RPJMD, dan faktor-faktor strategis yang berkembang, “semua pihak yang berkompoten dalam hal ini masyarakat Kutai Barat dan pemerintahan yang ada, kita harus bersatu berkerjasama untuk memperhatikan target-target yang telah disusun, pencapaiannya, arah dan tujuan RPJMD agar tepat sasaran.” tambahnya.

Sementara menurut Kepala BP3D Kutai Barat, Achmad Sofyan mengatakan, kegiatan Forum Perangkat Daerah dan Konsultasi ini merupakan rangkaian dalam tahapan penyusunan rancangan perubahan RPJMD Kabupaten Kutai Barat tahun 2016-2021 dengan pokok materi kesepakatan evaluasi program pembangunan daerah untuk lima tahun kedepan berserta dasar analisis.tegasnya.

Adapun tujuan dari pelaksanaan Forum Perangkat Daerah dan Konsultasi Publik adalah mengkomunikasikan hasil analisis oleh perangkat daerah atas prinsip kebutuhan pelayanan perangkat daerah yang telah dilaksanakan untuk tahun mendatang dan memperoleh penajaman, penyelarasan, klarifikasi tentang : isu strategis serta tujuan utama yang diharapkan adalah kesepakatan serta komitmen terhadap rancangan awal perubahan RPJMD menjadi rancangan perubahan RPJMD.

Menggali Potensi Kampung Atau Desa, Dan Dikembangkan Dengan Baik Akan Mampu Bersaing Dengan Daerah Lain (22/12/2018)

Menggali Potensi Kampung Atau Desa, Dan Dikembangkan Dengan Baik Akan Mampu Bersaing Dengan Daerah Lain (22/12/2018)

Bupati Kutai Barat FX. Yapan memukul Gong tandai pembukaan Bursa Inovasi Desa Kabupaten Kutai Barat (FotoKominfo24. diskominfo.kutaibaratkab.go.id)

KOMINFOKUBAR, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menghadirkan 30 menu dalam Bursa Inovasi Desa 2018, Bursa Inovasi Desa adalah perputaran pengetahuan dan inovasi antar desa yang memenuhi kebutuhan desa untuk belajar dan bertukar informasi tentang penerapan pengalaman pembangunan desa, yang terbagi dalam 7 menu bidang Sumber Daya Manusia (SDM), 19 menu bidang kewirausahaan, dan 4 menu bidang Infrastruktur.  Peserta yang berasal dari perwakilan kampung, mencatat potensi di kampung, dan menyampaikan kebutuhan, dukungan teknis untuk merealisasikan inovasi pada kartu komitmen dan kartu ide  yang disediakan dan disampaikan ke panitia.

Bupati Kutai Barat FX. Yapan menuturkan, “kepala kampung dan jajarannya diharapkan benar-benar dapat memanfaatkan forum ini dengan optimal, karena kabupaten yang terdiri dari 190 kampung dan 4 kelurahan, memiliki potensi masing-masing jika dikelola dan dikembangkan dengan baik akan mampu bersaing dengan daerah lain, terutama Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni berpeluang untuk maju.” tegasnya.

Sementara menurut kepala BPMK Faustinus Syaidirahman, “Bursa Inovasi Desa adalah perputaran pengetahuan dan inovasi antar desa untuk belajar dan bertukar informasi tentang penerapan pengalaman pembangunan desa.” Tandasnya.

190 kepala kampung, Ketua BPK dan tokoh masyarakat mengikuti Bursa Inovasi Desa tahun 2018.Foto Kominfo24.
190 kepala kampung, Ketua BPK dan tokoh masyarakat mengikuti Bursa Inovasi Desa tahun 2018.Foto Kominfo24.

Kegiatan bursa inovasi desa yang dibuka secara resmi oleh  Bupati Kutai Barat FX.Yapan, digagas oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (BPMK) Kabupaten Kutai Barat berlangsung di Gelanggang Olahraga Desnan Sendawar, dengan dihadiri 850 orang dari 190 Kampung yang ada di Kabupaten Kutai Barat, terdiri dari Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) dan Tokoh Masyarakat, 80 orang pengurus Tim Pengelola Inovasi Desa (TPID) se-Kutai Barat, 50 perwakilan Pendamping Desa (PD), dan 102 orang pengurus Tim Inovasi Kabupaten (TIK).

Peserta bursa inovasi desa mengisi kartu komitmen dan reflikasi kartu inovasi desaku sesuai hasil pra-identifikasi untuk dimasukan dan diterapkan dalam Rencana Kegiatan Pembangunan Kampung (RKPK) serta Anggaran Pembangunan Belanja Kampung (APBK) tahun 2019.

Pertahankan Ciri Khas, Kualitas dan Karakteristik Tenun Doyo, Dapat Perlindungan Indikasi Geografis (19/11/2018)

Pertahankan Ciri Khas, Kualitas dan Karakteristik Tenun Doyo, Dapat Perlindungan Indikasi Geografis (19/11/2018)

Gunawan,saat memberikan materi sosialisasi, perlindungan Indikasi Geografis, dari Dirjen. Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI. Foto.diskominfo.kutaibaratkab.go.id

DISKOMINFOKUBAR-SENDAWAR– Tim Verifikator Kementrian Perindustrian dan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesiamengadakan sosialisasi perlindungan Indikasi Geografis bagimasyarakat Perajin Tenun Doyodi kampung Tanjung Isuy.  Kecamatan Jempang.Indikasi Geografis (IG) adalah suatu tanda yang menunjukan daerah asal suatu barang atau produk karena faktor lingkungan geografis yang memberikan reputasi, kualitas dan karakteristik tertentu sepanjang ciri khas dan kualitasnya tetap terjaga. Indikasi Geografis merupakan perlindungan hak seluruh masyarakat dalam wilayah atau lingkungan tertentu dalam kelompok tersebut.

Tri Reni Budiharti, saat  melakukan sosialisasi perlindungan Indikasi Geografis.Foto.diskominfo.kutaibaratkab.go.id
Tri Reni Budiharti, saat melakukan sosialisasi perlindungan
Indikasi Geografis.Foto.diskominfo.kutaibaratkab.go.id

Dihadapan ratusan perajin dan tokoh masyarakat kampung Tanjung Isuy, Ketua tim dari Direktorat Jenderal Industri kecil dan menengah, Kementrian Perindustrian Republik Indonesia dan tenaga ahli Indikasi Geografis Tri Reni Budiharti, yang kali keduanya melakukan sosialisasi perlindungan Indikasi Geografis mengungkapkan, “Perlindungan Indikasi Geografis khususnya Tenun Doyo ini, memang sangat dibutuhkan oleh para perajin juga akan memberikan identitas tertentu, ada ciri khasnya, kualitas dan reputasinya bagus karena ada tertuang dalam buku ini, dan harus dipertahankan.” tegasnya. “Dari aspek manfaat, adanya perlindungan IG  produk Tenun Doyo akan memiliki standar kualitas yang baik, ada jaminan bagi produsen bahwa Tenun Doyoadalah benar buatan tangan masyarakat perajin Tanjung Isuy dan sekitarnya, dengan demikian harga dapat dipertahankan”ia menambahkan.

Sementara menurut Gunawan, verifikator penulisan buku persyaratan permohonan Indikasi Geografis Tenun Doyo,dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, “jika Tenun Doyo nanti tersartifikasi Indikasi Geografis, lembaga kepengurusan yang sudah terbentuk ini harus dikuatkan dan semua tingkat manajemennya berjalan baik, kualitas produk dengan ciri khasnya tetap dijaga sesuai standar buku yang disusun ini, karena perlindungan ini akan terus dievaluasi, jika nanti sudah tidak sesuai standar  dan  reputasinya turun sangat dimungkinkan untuk ditarik kembali.’ tegasnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung sehari ini, selain memberikan informasi pentingnya perlindungan Indikasi Geografis bagi masyarakat perajin dan produk Tenun Doyo, namun juga melakukan verifikasi akhir terkait isi buku persyaratan yang harus dipenuhi, masyarakat untuk berkomitmen menjaga kekhasan dari Tenun Doyo Benuaq Jempang Kutai Barat.

Sebagai Bagian Puncak Perayaan Festival Dahau 2018 Dalam Rangka Peringatan Ke-19 Tahun Kabupaten Kutai Barat (5/11/2018)

Sebagai Bagian Puncak Perayaan Festival Dahau 2018 Dalam Rangka Peringatan Ke-19 Tahun Kabupaten Kutai Barat (5/11/2018)

Wakil Gubernur Kaltim memotong tumpeng sebagai puncak perayaan Festival Dahau 2018 dalam rangka HUT Kutai Barat  ke-19 tahun. Foto.kominfo37.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR – Pemotongan Nasi Tumpeng oleh Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi sebagai bagian dari puncak perayaan Festival Dahau 2018 dalam rangka peringatan Ke-19 tahun Kabupaten Kutai Barat, nasi tumpeng adalah cara penyajian nasi dalam bentuk kerucut olahan dari nasi kuning atau nasi uduk dengan sayuran dan lauk-pauknya, disajikan dalam sebuah tempat dalam budaya Jawa disebut Tampah (wadah bundar tradisional dari anyaman bambu).  Keragaman inilah yang menjadi perekat persatuan masyarakat Kutai Barat, setelah berlangsung kurang lebih 8 hari mulai tanggal 29 Oktober hingga 5 November 2018. puluhan ribu masyarakat Kutai Barat, tumpah ruah di Taman Budaya Sendawar menyaksikan kemeriahan malam hiburan rakyat, yang diisi oleh artis ibukota seperti Judika, Via Vallen, Fani Vanilla dan Maria Kalista.

Saat memberikan sambutan Bupati Kabupaten Kutai Barat FX. Yapan, kegiatan festival Dahau 2018 adalah ungkapan rasa syukur masyarakat, dalam perjalanan waktu dari terbentuk hingga menginjak usia ke-19 tahun, berbagai aspek pembangunan telah berjalan sebagaimana mestinya dengan ciri khas adat dan budaya yang melekat menjadi unsur penting dalam membangun Kabupaten Kutai Barat.  Bupati mengharapkan “kepada seluruh elemen masyarakat agar saling bergandeng tangan, bahu membahu dalam mewujdukan pembangunan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman menuju hari esok yang lebih baik dari pada hari ini dan mengapresiasi seluruh partisipasti masyarakat yang hadir dalam acara ini.”

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengapresiasi pemerintah dan masyarakat Kutai Barat dengan adat dan budaya yang ada, ”saya mengapresiasi pemerintah daerah dan masyarakat yang ada di Kutai Barat yang masih menjaga adat istiadat dengan memecahkan rekor MURI pria menyandang mandau dan wanita menumpar terbanyak”

Pangdam VI / Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto mengungkapkan Kutai Barat mampu menjaga adat budayanya “ini sangat baik saya harap Kutai Barat dapat mempertahankan dan menjaga adat budayanya, semoga Kutai Barat dapat terus berkembang dan membangun daerah ini lebih baik lagi.”

Angkat Potensi Kerajinan lokal “Tenun Doyo dan Sulam Tumpar” DEKRANASDA Kutai Barat Ikuti Fashion Show Indonesia Fashion Trend 2019, di Jakarta (8/11/2018)

Angkat Potensi Kerajinan lokal “Tenun Doyo dan Sulam Tumpar” DEKRANASDA Kutai Barat Ikuti Fashion Show Indonesia Fashion Trend 2019, di Jakarta (8/11/2018)

Ketua DEKRANASDA terima cinderamaata dari penyelenggara atas partisipasinya dalam Fashion Show Indonesia Fashion Trend 2019

KOMINFOKUBAR-JAKARTA – Tenun Doyo dan Sulam Tumpar potensi kerajinan Kutai Barat semarakkan koleksi  fashion tanah air yang memiliki kekhasan tersendiri. Sehingga bukan hal yang mustahil jika karya para desainer Indonesia khususnya sentuhan Billy Tjong berpotensi menjadi trensetter atau pusat mode Nasional. Event Indonesian Fashion Chamber (IFC) Jakarta menyelenggarakan acara Jakarta Fashion Trend 2019. Produk tenun lokal menjadi acuan inspirasi dan tren fashion yang diarahkan untuk turut memperkuat potensi lokal dalam industri fashion skala nasional dan internasional.

Melalui tangan desainer Billy Tjong, tenun Doyo dan sulam Tumpar, dapat sama populernya dengan produk kerajinan nasional dari daerah lain, untuk itulah, pemerintah Kutai Barat, melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kutai Barat, mengikuti Fashion Show  Indonesia Fashion Trend 2019 di Hotel Grand Melia Jakarta, 8 November 2018, yang disponsori oleh Lia Chandrasari, dalam rangka  mengangkat dan memperomosikan tenun Doyo dan sulam Tumpar ke tingkat Nasional.

Ibu Keta DEKRANASDA Kutai Barat Yayuk Sri Rahayu Yapan, didampingi desainer Billy Tjong
Ibu Ketua DEKRANASDA Kutai Barat Yayuk Sri Rahayu Yapan, didampingi desainer Billy Tjong

Menurut Ketua DEKRANASDA Kutai Barat, Yayuk Sri Rahayu Yapan, DEKRANASDA Kutai Barat sangat mendukung design Fashion Kreatif dengan menggunakan bahan lokal seperti tenun Doyo dazn Sulam Tumpar, untuk mengembangkan dan menciptakan Indonesian Trand tahun depan.” tegasnya. “Selain itu juga untuk meningkatkan kekayaan dan potensi budaya khas Kutai Barat agar dapat menjadi inspirasi fashion di tanah air.” Tambahnya.

Jakarta Fashion Trend 2019 menghadirkan rangkaian acara berupa fashion show, fashion exhibition, trend presentation, dan fashion illustration competitionFashion show menampilkan presentasi koleksi trend 2019 karya lebih dari 21 desainer anggota Indonesia Fashion Chamber Jakarta yang berkolaborasi dengan berbagai pihak. Antara lain Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Barat mempersembahkan karya Chaer Lee dan Wignyo, Dekranasda Sulawesi Barat mempersembahkan karya Neera Alatas, DEKRANASDA Kutai Barat mempersembahkan karya Billy Tjong, DEKRANASDA Maluku Tenggara Barat, dan Galeri Batik Destiani mempersembahkan karya Irma Intan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id