Jadikan Momentum Natal Sebagai Perubahan Yang Lebih Baik

Jadikan Momentum Natal Sebagai Perubahan Yang Lebih Baik

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat, FX Yapan, hadri ditengah ribuan masyarakat Kubar saat menghadiri Perayaan Natal Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII-I) Jemaat Sekolaq Darat, Kamis, (14/12) malam.

Dalam sambutannya Bupati Kubar FX Yapan berharap agar GKII pada umumnya dan GKII Jemaat Sekolaq Darat khususnya dapat terlibat dan terjun langsung secara aktif untuk menjadi garam dan terang di masyarakat, bangsa dan negara.

“Kodrat jemaat disini adalah melakukan peran dan tanggung jawab dalam komitmennya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta sikap, komitmen,” jelasnya.

Serta keberpihakan kepada masyarakat. Utamanya kehidupan menggereja ini juga dapat dimaknai secara mendalam dalam peran jemaat sebagai agen perubahan dan agen kontrol sosial.

“Bahwasannya sebagai umat Allah dan pelaku pembangunan saya harap kita semua tanpa terkecuali mau dan mampu berubah menjadi pribadi yang lebih baik, dan mau terlibat dalam karya bakti hidup yang lebih nyata, dan ini untuk membangun kepeloporan dan kepemimpinan seperti yang diharapkan,” ujar Bupati

Bupati menambahkan kedepan Pihak Gereja juga harus dituntut untuk aktif berkarya. Seperti manfaatkanlah program-program Pemkab Kubar yang ada di Perangkat Daerah (PD).

Diantaranya bantuan bibit tanaman, bibit ikan, bantuan penyertaan modal dan koperasi serta lain sebagainya. Dengan memanfaatkan dari bantuan-bantuan tersebut dapat dikelola hingga menjadikan pemasukan bagi kas Gereja. Dimana dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan Gereja, baik Natal maupun Paskah atau lainnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Jakaria menambahkan dengan diadakannya Natal ini untuk mengenang peristiwa lahirnya Yesus Kristus ke dunia sebagai bentuk kasih sayangnya kepada umat di dunia.

Adapun Tema Beritakanlah Kasih Allah Kepada Dunia (Yohanes 3:16) dengan Sub Tema Dengan Semangat Natal GKII Bangkit Untuk Menjadikan Berkat dan Memberkati Dunia Dengan Kasih Kristus (Yesaya 60:1).

Dengan tujuan salah satunya mengaktualisasikan iman dan pengharapan hidup sebagai bentuk ketaatan sebagai umat serta menumbuhkan dan mempererat rasa persaudaraan, rasa persatuan diantara jemaat, ujar Jakaria. (ADV/hms 19/NAW).

2018 Dipastikan Gedung Baru Pasar Olah Bebaya Bisa Digunakan

2018 Dipastikan Gedung Baru Pasar Olah Bebaya Bisa Digunakan

SENDAWAR – Dipastikan para pedagang di pasar Olah Bebaya yang dterletak di Kecamatan Melak, diawal tahun 2018 mendatang, akan kembali melakukan aktivitas jual beli, ke Pasar Induk eks kebakaran.   Yang terletak di jalan Ahmad yani RT.3 Kelurahan Melak Ulu.

Kepastian ini didapat setelah Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar) Edyanto Arkan meninjau lokasi pasar
belum lama ini.”Paling lambat akhir tahun 2018 pasar olah bebaya akan kembali ke pasar induk yaitu pasar lama Ex kebakaran, yang teletak tak jauh dari pelabuhan Melak,”tegasnya.

Sepeti yang diketahui selama ini, para pare pedagang di pasar oleh bebaya melakukan transaksi jual beli dipasar sementara, yang terletak Jalan baru (JB) jalur dua Kelurahan Melak Ulu. Pasca kebakaran hebat melanda pasar tersebut beberapa waktu lalu.

“Untuk meningkatkan perekonomian di Kecamatan Melak maka untuk sementara di Bangunlah pasar yang posisi di JB Melak ulu, sementara pasar yang terbakar dibangun kembali dengan lebih permanen, pindahnya Pasar ke lokasi pasar induk bukan lagi isu tapi sudah pasti”, tegasnya.

Wabup menjelaskan pengerjaan pasar induk diakhir 2017 ini sudah hampir rampung, jadi di awal tahun 2018 akan kita kebut karena masih ada beberapa fasilitas yang akan kita selesaikan. Ia kembali mnegaskan di pertengahan 2018 fisik bangunan pasar itu sudah rampung. Dan fasilitas pasar yang dibutuhkan sudah siap.

Dia menjelaskan pasar merupakan sarana aktifitas ekonomi masyarakat untuk peningkatan fasilitas dibutuhkan demi mendukung perekonomian. Pemerintah Kubar selalu mendukung upaya peningkatan kesejahteraan di masyarakat melalui pasar.

“Kami berharap dengan kembalinya pasar Olah Bebaya ke tempat semula perekonomian masyarakat khususnya di Melak akan lebih makmur lagi”.(ADV/hms36/NAW).

KPUD Kubar Gandeng Kejaksaan Tangani Persoalan Hukum

KPUD Kubar Gandeng Kejaksaan Tangani Persoalan Hukum

SENDAWAR-  Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kutai Barat lakukan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri Sendawar di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) terkait Pemilu.

MoU tersebut ditandai langsung oleh Ketua KPUD Kubar, FX Irianto, dengan Kepala Kejaksaan Negeri Sendawar, Syarif Sulaeman Nahdi. Pada kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) dalam Rangka Pemilihan Gubernur dan Wagub Propinsi Kaltim 2018 dan pemilihan Legislatif dan Presiden 2019, di Aula Hotel Grand Family, Senin 11/12 lalu.

Ketua KPUD Kubar, FX Irianto menjelaskan MoU tersebut bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang hukum perdata dan hukum tata usaha negara, yang mungkin timbul sehubungan dengan pelaksanaan tugas-tugas KPUD Kubar.

“ KPUD bertujuan mencapai pemilihan yang baik dan lancar. Sebabnya KPUD membuat MoU dengan Kejaksaan Negeri Sendawar. Apabila ada gugatan dari partai politik terkait TUN ataupun Perdata, “jelas FX Irianto.

Sementara itu, Ketua Kejaksaan Negeri Sendawar, Syarif Sulaeman Nahdi menjelaskan setelah penandatanganan MoU ini  Kajari Sendawar sudah resmi menjadi wakil KPUD Kubar. Apabila ada perselisihan didalam pemilihan nantinya. Khususnya masalah TUN dan Perdata dalam rangka Pilgub Kaltim 2018 dan Pemilu 2019 mendatang.

Turut Hadir Assisten I, Silas Sinar, Perwakilan Kodim 0912 Kubar,  pengurus partai politik, aparatur pemerintah, Pemerintahan Kecamatan edi enam kecamatan serta PPK dan PPS di enam kecamatan Seputaran Kota Sendawar.  (ADV/hms 19/NAW).

Kubar Sabet Penghargaan Tingkat Nasional Bidang HAM

Kubar Sabet Penghargaan Tingkat Nasional Bidang HAM

SENDAWAR – Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus bekipra, dengan meraih sejumlah penghargaan ditingkat nasional. Kali ini torehan prestasi tingkat nasional bidang Hak Asasi Manusia (HAM), diraih oleh Kabupaten yang berselogankan “Hasi esok lebih baik daripada hari ini,.

Prestasi itu, diberikan karena dianggap “Tanna Purai Ngeriman” peduli terhadap HAM. Untuk Pemkab Kubar meraih penghargaan dengan predikat Kabupaten Cukup Peduli HAM.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Presiden RI Joko Widodo kepada Wakil Bupati Kubar H Edyanto Arkan SE yang mewakili Pemkab Kubar. pada Peringatan Hari HAM Sedunia ke 69 tahun 2017, di The Sunan Hotel Solo, Minggu pagi 10/12.

Penghargaan dibidang HAM ini memang baru pertama kalinya yang diterima Pemkab Kubar, dimana penghargaan tersebut diberikan kepada Kabupaten Kutai Barat karena dinilai berhasil atas parameter kepedulian terhadap HAM pada tahun 2016.

Parameter penilaian kelompok A terdiri dari hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, hak perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas pekerjaan, hak atas perumahan, dan hak atas lingkungan yang berkelanjutan.

Selanjutnya dalam penghargaan ada tiga predikat yang diberikan, yakni peduli, cukup peduli dan kurang peduli.

Di Pemkab Kubar masuk dalam kategori cukup peduli oleh sebab itu kedepan Pemkab Kubar terus berupaya agar dapat meningkatkan predikat menjadi peduli, dengan cara meningkatkan hak atas kesehatan, pendidikan, perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas pekerjaan, hak atas perumahan, serta hak atas lingkungan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama Menkumham Yasonna Laoly mengatakan pemerintah berkomitmen mendorong peningkatan HAM hingga ke daerah. Hal itu terlaksana melalui Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) memasuki generasi ke 4.

“Tahun 2017, aksi HAM di daerah hingga saat ini mencapai 52,26 persen, dan diharapkan di akhir tahun ini pemerintah daerah dapat mempercepat pelaksanaan aksi HAM daerah hingga mencapai 100 persen,” kata Yasonna.

Menkumham menyampaikan mendukung hal ini juga telah membuat peraturan terkait penerapan materi muatan HAM agar penyusunan peraturan daerah dan produk hukum daerah dengan memperhatikan nilai HAM dapat tercapai.

Dalam acara tersebut dibagikan penghargaan untuk 232 daerah dari provinsi, kota, dan kabupaten yang masuk kategori peduli HAM, dan Pemkab Kubar masuk dalam  kategori cukup peduli HAM.(ADV/hms10/NAW).

Optimalkan Anggaran untuk Penunjang Kesehatan

Optimalkan Anggaran untuk Penunjang Kesehatan

SENDAWAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengadakan rapat Pemantapan Advokasi Kebijakan Usaha Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang berlangsung di ruang rapat lantai 2 Kantor Bapenda Kubar, Kamis (14/12) pagi.

Dalam Kegiatan ini Dinkes mengundang para praktisi kesehatan dan unsur perangkat daerah guna menjalin koordinasi dengan pemerintah dalam tahap perencanaan anggaran.

“Hal ini dapat menambah wacana para perangkat daerah untuk memastikan alokasi anggaran desa dibidang kesehatan,” ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aliman, yang juga bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan UKBM tersebut.

Menurutnya Aliman proporsi anggaran yang terbilang cukup besar dalam dana desa semestinya, mendukung kegiatan kesehatan yang dilaksanakan oleh kader kesehatan ditingkat Kampung hingga dusun.

Misalnya untuk menambah fasilitas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang memang sudah ada di setiap Kampung. “Masalah besaran anggaran di sesuaikan kebutuhan setiap kampungnya” katanya.

Dia menjelaskan Dana desa harus dialokasikan untuk program kesehatan. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No : HK.02.02/Menkes/52/2015, tentang rencana strategis kementerian kesehatan. Yang mendorong desa untuk mengalokasi dan memanfaatkan dana desa untuk Usaha Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM).

Dinkes Kubar belum menerima data secara menyeluruh untuk penganggaran desa, akan tetapi, kata Aloman pihaknya sangat mengapresiasi Kampung-kampung yang sudah memulai memberikan proporsi anggaran bidang kesehatan. “Dan saya harap Kampung lain bisa mengikuti dan mengalokasikan dana desa untuk bidang kesehatan” ucapnya.

UKBM merupakan unit-unit kesehatan yang dikelola langsung oleh masyarakat, sudah sepatutnya mendapat manfaat dari kehadiran ADD. Seperti yang diketahui di desa sudah berkembang berbagai kegiatan UKBM.

Seperti Posyandu Balita, Posyandu Lansia, namun demikian perkembangan UKBM yang ada di desa. sehingga saat ini masih belum optimal sehingga dukungan ADD. Jadi diharapkan dapat mampu membantu permasalahan yang dihadapi oleh UKBM pada umumnya.

Kegiatan UKBM tentunya harus didukung oleh semua pihak terkait tanpa terkecuali, Dia berharap nantinya Puskesmas dan pihak terkait lebih gencar koordinasi Kampung-kampung agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan optimal.

Hadirnya para perangkat daerah dari lintas sektoral dimaksudkan untuk memantapkan teknis pelaksanaan dan pendampingan akan program ini. Misalnya Dinas Pertanian bisa mengupayakan pengelolaan pangan, Dinas Perikanan dapat mensupport, mendapatkan ikan untuk pemenuhan gizi.

Yang terpenting dari kegiatan ini adalah masyarakat di tuntut untuk mencapai kehidupan masyarakat yang lebih sehat dengan penerapan Gerakan Hidup Sehat (germas) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari hari. (ADV/hms36/NAW).

12 lembaga TAS di 5 Kecamatan Resmi di Lantik

12 lembaga TAS di 5 Kecamatan Resmi di Lantik

Sendawar- Pendidikan merupakan modal dasar suksesnya pembangunan nasional yang berkelanjutan. Melalui pendidikan diupayakan ragam kegiatan pembelajaran sosial meliputi pengembangan kognitif, psikomotorik dan afektif anak, yang dilakukan melalui pemberian stimulasi dan penyediaan lingkungan pembelajaran yang sesuai dengan tahapan usia,” Bupati Kubar FX Yapan SH, melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Silas Sinar S Sos.

Pada perayaan Natal dan pelantikan pengurus serta penyerahan bantuan sosial anak yang dilaksanakan Yayasan Bunga Kasih Bangsa.

Dia menuturkan sebagai salah satu standar yang berkaitan langsung dengan keberhasilan penyelenggaraan pengasuhan dan perlindungan serta pendidikan adalah standar SDM, baik sebagai pengelola yayasan ataupun sebagai pendamping anak.

Bupati berharap dalam pengelolaan atau pendampingan anak perlu memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, kesehatan jasmani serta rohani. Kualifikasi akademik meliputi ijasah jenjang pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendampingan. Kompetensi sendiri meliputi pengetahuan, keterampilan dan prilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh pengelola ataupun pendampingan dalam menjalankan tugas keprofesionalan.

Bupati juga berpesan agar seluruh lembaga penyelenggara pendidikan anak diharapkan dapat mengindahkan dan memperhatikan serta mengupayakan pendidikan yang berkualitas kedepannya. Guna terwujudnya sumber daya organisasi termasuk SDM, sistem manajemen dan budaya organisasi yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal. Serta yang tak kalah penting mampu memenuhi standar penyelenggaraan pendidikan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Terkait dengan makna filosofi natal ini  ia berharap agar melalui semangat natal yaitu peringatan akan kelahiran Yesus Sang Juru Selamat dapat meningkatkan tekat dan semangat yang kuat seluruh lembaga pendidikan PAUD dan TK serta TAS untuk mendukung terwujudnya masa depan generasi muda yang lebih baik.

Selanjutnya dengan dilantiknya 12 lembaga Taman Anak Sejahtera yang tersebar di Kecamatan Barong Tongkok, Melak, Sekolaq Darat, Muara lawa dan Kecamatan Damai dapat menjadi motivasi bagi seluruh pengelola maupun tenaga pendamping anak untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam hal pendampingan, perlindungan serta pendidikan anak.

Ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, dapat memberikan dukungan positif gerak langkah lembaga pendidikan melalui kapasitas dan wewenang secara tidak langsung. Dan mendukung misi Pemerintah yaitu Peningkatan Kualitas SDM Melalui Penyediaan Pelayanan Kesehatan Dan Pendidikan Yang Semakin Berkualitas Dan Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat.  (ADV/hms10/NAW).

Evaluasi Tim Terpadu Penanganan Ilegal Mining, Ilegal Fishing dan Ilegal Logging

Evaluasi Tim Terpadu Penanganan Ilegal Mining, Ilegal Fishing dan Ilegal Logging

SENDAWAR-  Bupati Kutai Barat, FX Yapan memimpin Rapat Evaluasi Tim Terpadu Penanganan Ilegal Mining, Ilegal Fishing dan Ilegal Logging.

Rapat yang berlangsung di Ruang Koordinasi Lantai III, Kantor Bupati Kubar, Selasa (5/12), dihadiri oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kubar, Drs Yacob Tullur, Assisten III, Drs Aminuddin, Ketua DPRD Kubar, Jackson Jhon Tawi, Kepala Bagian Pembangunan, Silvanus Ngampun, para Dinas Terkait, seperti Lingkungan  Hidup, Dinas Perikanan, Kepala Dinas, Badan, Kantor serta Camat-Camat se-Kubar, perwakilan dari Polres Kubar, Kodim 0912 Kubar.

Dalam rapat tersebut, juga mendengarkan pemaparan- pemaparan dari camat-camat dalam lingkungan wilayah Pemkab Kubar.

Bupati mengatakan agar Tim terpadu ini kedepannya, membuat sasaran apa yang ingin dicapai, dimana sebelumnya sudah membuat action plan terlebih dahulu.

Kemudian, jelas Bupati mengatakan selanjutnya Tim terpadu ini membuat beberapa kriteria. Baik kriteria bagi Illegal Mining, Illegal Fishing dan Ilegal Logging itu sendiri. Agar kedepan memudahkan  dalam menjalankan tugasnya masing-masing, pinta Bupati.

Berpesan agar para Camat sebagai perpanjangtanganan Bupati untuk tetap menjaga koordinasi dengan pihak terkait, baik dari kepolisian, koramil, tokoh masyarakat serta  masyarakat. Rangkulah masyarakat dan pihak terkait tersebut, pesannya.

Lanjut ia katakan, sebagai kepala daerah tidak gampang dalam membuat suatu kebijakan didaerahnya, dimana harus ada 5M, yakni mendengar, melihat, merasakan, menganggarkan serta melaksanakan. Untuk itu perlu sekali komunikasi, hal yang sama juga harus dilakukan oleh Tim Terpadu ini serta juga para Camat-camat , ” imbau Bupati.

Sementara itu, Sekkab Kubar, Drs Yacob Tullur menambahkan, Tim Terpadu ini perlu pembahasan akan penyesuaian dan membuat formulasi yang tentunya tidak bertentangan dengan pemahaman sesunggguhnya. Tapi, kemungkinan ada batasan-batasan yang disesuaikan dengan daerah kita, jelasnya.

Lanjutnya, dengan adanya pemaparan dari masing-masing camat diharapkan laporan yang diberikan rill atau sesuai dilapangan. Serta keberadaan teman-teman dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada dilingkungan Camat-Camat tersebut. Jika ada laporan diterima serta didiskusikan untuk mencari solusi atau jalan keluarnya. Camat harus bisa bermitra dengan LSM, ujar Yacob Tullur.

Diketahui, Tim Terpadu ini telah dibentuk kepengurusannya dengan diperkuat dengan Surat keputusan (SK). (hms 19)

Kunjungan  P2TP2A Kutai Barat “ Pelangi Kasih”

Kunjungan P2TP2A Kutai Barat “ Pelangi Kasih”

SAMARINDA- Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) “Pelangi Kasih” Kabupaten Kutai Barat  menyambangi Kantor P2TP2A “Odah Etam” yang beralamatkan Jl. Dewi Sartika No. 13 Gedung III Lt. I Samarinda, baru-baru ini.

Kunjungan tersebut dilakukan oleh Ketua P2TP2A  Pelangi Kasih Kutai Barat, Lusiana Ipin melalui Penanggung Jawab  yang juga sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kubar, Yohana. Kemudian Wakil Ketua I yang juga Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Maria Sari, Sekretaris P2TP2A Pelangi Kasih, Hj Endang Hartini, Anggota P2TP2A, Aprianti.

Saat bertandang tim P2TP2A  Pelangi Kasih Kubar disambut hangat Ketua P2TP2A Odah Etam Propinsi Kaltim, Eka Komariyah Kuncoro melalui Wakil Ketua II P2TP2A, Hardiana Muriani.

Ketua P2TP2A “Pelangi Kasih” Kubar melalui Penanggung Jawab yang juga Kepala Dinas P2KBP3A Kubar, Yohana mengatakan dengan berkunjung selain silahturahmi, juga tukar informasi. Serta banyak hal-hal informasi yang didapat terkait P2TP2A.

Yohana menuturkan Kelompok Kerja (Pokja) yang ada di kepengurusan P2TP2A Pelangi Kasih Kubar bisa berjalan untuk membantu orang-orang yang dalam pemecahan masalahnya.

KB-5- Foto Bersama“Yang perlu dimantapkan dalam kepengurusan ini yakni kepedulian dan kemauan dalam pemecahan masalah ini, dimana kepengurusannya diambil dari lini instansi terkait. Berharap ini berjalan dengan baik,” harapnya.

Ditambahkannya, diberi nama Pelangi Kasih, sebab pelangi yang memiliki berbagai ragam jenis warna diibaratkan berbagai macam permasalahan yang timbul. Sedangkan kasih artinya dalam memberikan pelayanan dengan sentuhan kasih.

Sementara itu, Wakil Ketua I yang juga Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Maria Sari menambahkan, agar P2TP2A Pelangi Kasih berjalan dengan baik, yang pertama dibangun yakni, kerjasama yang baik antar lembaga terkait, sesama pengurus P2TP2A sendiri, tokoh masyarakat dan masyarakat.

Kedepannya, tuturnya, dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui sosialisasi-sosialisasi. Sosialisasi yang diberikan kapanpun dan tidak terlalu kaku atau formal. Namun, hingga saat ini masyarakat belum banyak yang mengetahui dan paham, untuk itu perlu kerja keras kita semua, tidak hanya pengurus P2TP2A ataupun Dinas P2KBP3A Kubar tetapi juga masyarakat, bebernya.

Selain itu, Ketua P2TP2A Odah Etam Propinsi Kaltim, Eka Komariyah Kuncoro melalui Wakil Ketua II P2TP2A, Hardiana Muriani mengatakan sangat senang dengan kedatangan kepengurusan P2TP2A Pelangi Kasih Kubar.

“ Kami sangat senang dan merasa terhormat, memang P2TP2A merupakan kebijakan nasional harus terbentuk di semua propinsi dan Kabupaten/Kota. Sehingga peran kami kepegurusan di Propinsi memang mendorong Kabupaten/kota untuk keaktifannya disetiap daerah. Karena, banyak sekali persoalan –persoalan perempuan dan anak ditangani pemerintah saja, tetapi juga masyrakat. Salah satu lembaganya seperti P2TP2A.

Berharap P2TP2A Pelangi Kasih Kubar akan berkembang dengan baik dan tentunya perlu mohon dukungannya baik dari Kepala daerah dan juga pihak-pihak terkait. Sehingga apa-apa yang menjadi persoalan masyarakat berkaitan dengan perempuan dan anak yang tadinya kemungkinan masyarakat takut atau mungkin khawatir untuk melaporkan kepihak-pihak berwajib atau mungkin tidak tau harus kemana. Dengan adanya unit pelayanan yang menjadi fungsi koordinasi dari dinas P2TP2A ini, bisa maksimal membantu dan memberikan kemudahan-kemudahan kepada masyarakat dalam penanganan kasus perempuan dan anak.

Diketahui P2TP2A merupakan pusat kegiatan terpadu yang didirikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan menyediakan pelayanan bagi masyarakat Indonesia terutama perempuan dan anak korban tindak kekerasan. P2TP2A bertujuan untuk elakukan pelayanan bagi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak dan berupaya memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan perempuan dan anak dalam rangka terwujudnya Kesetaraan dan Keadilan Gender.

Pengelola P2TP2A merupakan masyarakat, unsur pemerintah, LSM perempuan, pusat studi wanita, perguruan tinggi dan organisasi perempuan serta berbagai pihak lainnya yang peduli dengan pemberdayaan perempuan dan anak dengan fasilitator Badan Pemberdayaan Masyarakat di setiap provinsi seluruh Indonesia. P2TP2A Pelangi Kasih Kabupaten Kutai Barat terbentuk sejak 2012.  (hms 19)

Problematika Terkait Pendidikan Dapat Diatasi

Problematika Terkait Pendidikan Dapat Diatasi

SENDAWAR- Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakanmenag) Kabupaten Kutai Barat, H M Isnaini membuka Workshop Keprofesian berkelanjutan berbagai jenjang sekolah  untuk guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Pembukaan tersebut didampingi Kepala Seksi Pendis H. Akhmad Syofian.

Workshop yang berlangsung selama tiga hari, dengan narasumber dari Kanwil kemenag Kaltim diikuti Puluhan Guru PAI yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Kubar baru-baru ini.

Kakanmenag Kubar, H M Isnaini saat membuka workshop tersebut tidak lupa, memberikan ucapan selamat hari guru yang jatuh pada 25 November yang lalu.

Dalam sambutannya, H M Isnaini mengatakan menyebutkan program sertifikasi guru di tahun 2017 ini tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaannya.

KB-5- Serius
Tampak puluhan peserta yang terdiri dari Guru PAI serius mengikuti workshop tersebut.

Namun demikian, beliau juga mengungkapkan masih ada  problematika kependidikan  yang berada di wilayah kita.  Salah satunya masih kekurangan tenaga didik untuk beberapa sekolah yang ada. Menanggapi masalah  ini kantor Kemenag berupaya melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Kabupaten Kutai Barat, jelasnya.

Disisi lain, tuturnya, belum sempurnanya sarana prasana yang dimiliki di beberapa sekolah. Hal ini  bisa dimaklumi karena harus menyesesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Sedangkan untuk menambah kompetensi guru, kantor Kemenag mulai tahun 2018 mendatang  berusaha menggiatkan kembali melalui berbagai program pelatihan.  Di era sekarang guru di tuntut melek teknologi. Sisihkan pendapatan yang telah di terima untuk memiliki perangkat tekhnologi seperti smartphone dan laptop. Mau tidak mau segala tugas kita akan melibatkan perangkat canggih ini, “ tuturnya lagi.

Secara luas  kesejahteraan para guru (PNS) di Kubar sudah diatas rata-rata. Namun demikian apabila hal itu tercapai, mereka tetap  mengimbanginya  dengan nilai-nilai keagamaan, beber H M Isnaini.

Kedepan adanya seorang pengawas pada jajaran guru PAI di berbagai jenjang pendidikan. Hal ini  demi menciptakan mutu pendidikan yang lebih baik terhadap anak didik di sekolah. Selain itu Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) serta Kelompok Kerja Guru (KKG) juga harus di bentuk dan segera membuat program kerja nyata. Kalau perlu organisasi ini harus memiliki bulan bhaktinya masing-masing untuk di rayakannya, pungkasnya.  (hms 19)

Kemajemukan Menjadi Kekuatan Yang Utuh

Kemajemukan Menjadi Kekuatan Yang Utuh

SENDAWAR-  Bupati Kutai Barat, FX Yapan membuka kegiatan dialog Kerukunan Umat Beragama Kutai Barat, di Balai Agung Aji Tulur Jejangkat, Rabu (29/11).

Kegiatan ini kerjasama antara Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Dihadiri oleh Sekretaris Kabupaten, Sekkab, Drs Yacob Tullur, Kepala Kantor Kementrian Agama, H M Isnaini, Ketua BAMAG Kubar, Sahadi, Ketua FKUB Kubar, Ev Petrus Setian, Pemuka Agama, tokoh Agama, tokoh masyarakat,Tokoh organisasi keagamaan, Kepala Dinas, Badan, Kantor dalam wilayah Kutai Barat berjalan dengan tertib.

Bupati Kutai Barat, FX Yapan dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini sangat penting adanya dan memiliki peran serta fungsi yang strategis dalam mengelola kemajemukan dan juga keanekaragaman latar belakang kultural masyarakat menjadi suatu kekuatan membangun Kutai Barat menuju Hari Esok yang Lebih Baik daripada Hari Ini. Dialog antar agama dipandang menjadi kebutuhan yang urgen dan vital untuk memediasi, memfasilitasi dan mempersatukan perbedaan masyarakat yang majemuk ini menjadi kekuatan yang utuh membangun, ujar Bupati.

Bupati berpesan kepada seluruh tokoh lintas agama se-Kutai Barat bekerjasama dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda dan wanita dapat mengoptimalkan peran dan fungsinya mengarahkan dan membina kualitas hidup umat beragama di Kutai Barat melalui penguatan iman dan taqwa. Tingkatkan program kegiatan yang menyentuh langsung sisi kehidupan masyarakat. Kiranya program ini dapat menjadikan pribadi yang lebih berkualitas.

Kemudian, dalam penggunaan media sosial saya harap kita semua umat beragama dapat menggunakan media ini secara bijak. Gunakan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi komunikasi ini sebagai media komunikasi massa yang memperkaya khasanah hidup kita dalam sosial bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bukan untuk melakukan tindakan membuli salah satu keyakinan tertentu, mencemooh, mengomentari perbedaan dalam sikap tidak etis lainnya.

Serta selanjutnya melalui saluran komunikasi antar agama yang ada saya harap dapat difungsikan secara efektif dan lebih kontributif lagi dalam mendukung suksesnya pembangunan kualitas sumber daya manusia Kutai Barat musyawarah. Dan ini dapat dilaksanakan dengan menggiatkan kegiatan semacam ini seperti yaitu dialog umat beragama,  temu muka atau temu publik, kerjasama sosial masyarakat, pinta Bupati.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga sebagai Ketua BAMAG Kubar, Sahadi menambahkan kegiatan ini di latar belakangi dengan kemajemukan masyarakat Kubar yang tercermin pada beragamnya keyakinan yang dianut masyarakat.  Dengan adanya keragaman keyakinan tentunya menjadi modal besar dalam melaksanakan pembangunan. Namun disisi lain agama juga sangat sensitif yang dapat menjadi pemicu konflik, jika tidak dibina secara maksimal.

Dimana tujuan kegiatan ini memberikan pemahaman kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dalam meningkatkan dan menumbuhkembangkan serta memumpuk kerukunan umat beragama di Kabupaten Kutai bar. Serta mengerti dan memahami pentingnya memupuk kerukunan umat Bergama di Kabupaten Kutai Barat supaya tetap aman dan damai.

“ Maka marilah kita semua terus menumbuhkembangkan dan memupuk rasa cinta damai, agar Kab Kubar semakin solid kedepannya. Dalam memelihara kerukunan umat beragama,” ajak Sahadi.

Hal senada dikatakan, Ketua FKUB Kubar, Ev Petrus Setian menambahkan ini merupakan kegiatan perdana dengan mengadakan kegiatan dialog tokoh-tokoh agama, dimana temanya Memupukkan Kerukunan Di Tanah Purai Ngeriman.  Dimana Bupati Kubar, FX Yapan menjadi pembicara dalam dialog ini, jelasnya. (hms 19)

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id