SENDAWAR- Sebanyak 40 Orang yang terdiri dari Karang Taruna diberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) Usaha Ekonomi Produktif (UEP).
Pelatihan yang berlangsung di Aula Pertemuan BP Santa Familia baru-baru ini nara sumbernya dari Dinas Sosial Propinsi Kalimantan Timur dan Dinas Sosial Kab Kubar dengan metode pemaparan materi, diskusi dan Tanya jawab.
Kepala Dinas Sosial (Dissos) Kubar, Rinatang menjelaskan, sesuai dengan UU No 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, bahwa penyelenggaraan Kesejahteraan sosial menjadi tanggung jawab pemerintah/pemerintah daerah. Di mana salah satu sasaran pokok pembangunan kesejahteraan sosial adalah penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang dapat dikelompokkan dalam 6 permasalahan, yaitu, kemiskinan, ketelantaran, kecacatan, ketunaan sosial, korban bencana dan ketertinggalan/keasingan.
Lanjut ia katakan, sebagai penunjang keberhasilan penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PSKS) adalah menggali dan memberdayakan potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang terdapat dalam masyarakat. Masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial dan Karang Taruna yang merupakan salah satu komponen PSKS tersebut.
Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas kesadaran dan tanggung jawab sosial dari oleh dan untuk masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah Desa/kelurahan/kecamatan.
Dimana Karang Taruna didirikan dengan tujuan antara lain terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda. Karang Taruna sebagai tenaga penggerak pembangunan kesejahteraan sosial memiliki peran yang cukup besar dalam pembangunan masyarakat untuk dapat meningkatkan potensi dan peran aktifnya. Dengan diperlukannya upaya koordinasi, kolaborasi, komunikasi dan kerjasama antar karang taruna, jelasnya.
Untuk itu, peran penting Karang Taruna untuk membangun desa/kelurahan/kecamatan dan memberdayakan anggota dalam upaya menekan masalah sosial yang muncul di masyarakat, dimana diawali dengan kegiatan Pembinaan UEO bagi Karang Taruna, tuturnya.
Berharap, kedepan Karang Taruna akan lebih dinamis dengan harapan sebagai ujung tombak pembangunan desa/kelurahan/kecamatan bisa lebih aktif atau lebih produktif lagi dengan membentuk atau menumbuh kembangkan usaha ekonomi bersama atau ekonomi produktif disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing.
Sementara itu Plt Kepala Seksi Kelembagaan Kepahlawanan dan Restorasi Sosial, Soviati menambahkan tujuan UEP Karang Taruna, agar masyarakat khususnya para pemuda-pemudi bisa lebih mandiri. Dengan harapan pemuda-pemudi bisa kreatif di lingkungan masyarakat, dapat menyesuaikan dengan keadaan yang ada dilapangan. Sehingga, bisa menekan angka kemiskinan, kenakalan remaja serta dapat terhindar dari hal-hal negatif seperti narkoba dan lain sebaginya. (hms 19)










, untuk saat ini pelayanan khusus dilakukan baik itu Pelayanan KB maupun pemberian penyuluhan. Pelayanan mencakup kampung terdekat seperti Geleo Baru, Geleo Asa, Muara Asa dan kampung-kampung terdekat sekitarnya. “ Ini merupakan tempat ketiga Pelaksanaan pemberian pelayanan KB. Dimana sebelumnya, telah dilakukan di Kampung Muara Mujan (kecamatan Tering) kemudian dilanjutkan dengan Launching KB di Kampung Jambuk ( Kecamatan Bongan),” tuturnya. Lebih lanjut Rusminah beberkan pelayanan KB ini dimana Pelayanan memasang alat kontrasepsi jangka panjang (MKJP) baik itu implant maupun alat IUD (Intra Uterin Devices) dibaca ayudi.
usminah.
an Rapat ini perlu diadakan evaluasi, sebab sudah masuk bulan Mei atau Triwulan ke II.