PENAJAM– Khafila Kabupaten Kutai Barat berhasil meraih prestasi. Hal ini diketahui saat penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Propinsi Kalimantan Timur ke XXXIX, yang berlangsung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), di halaman Masjid Islamic Center, Sabtu malam (20/5). Malam penutupan MTQ yang disertai dengan guyuran hujan deras tidak menyurutkan semangat dan antusias khafila dari 10 Kabupaten Kota dalam menghadiri malam penutupan sekaligus pengumuman pemenang.
Khafila Kabupaten Kutai Barat berhasil menoreh prestasi diantaranya, Juara Terbaik I pada Kategori Musabaqoh Khattil Qur’an (MKQ) pada c
abang Kaligrafi Hiasan Mushaf Putra, atas Nama Mustaqim (25). Kemudian, Juara Terbaik Harapan I pada Kategori Tilawah Remaja Qori’ah atas nama Luluk Fatihatus Sa’adah. Juara Terbaik Harapan III pada kategori Musabaqoh Khattil Qur’an (MKQ) pada cabang Naskah Putri atas nama Muzayinatul Khair. Juara Terbaik Harapan III kategori Musabaqoh Khattil Qur’an (MKQ) pada cabang Kontemporer Putra atas nama Kaspul Anwar. Serta Juara Terbaik Harapan III dalam kategori lomba Musbaqoh Makalah Qur’an (MMQ) atas nama Umi Hanik (23).
Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kutai Barat, H Isnaini ditemui disela-sela malam penutupan tersebut mengatakan, alhamdullilah dengan torehan prestasi yang diraih khafila Kutai Barat. Teruskan kembangkan dan tingkatkan kemampuan yang ada. Tidak hanya disaat menghadapi lomba saja yang ditingkatkan pengetahuannya dan pelatihannya, tetapi seterusnya, pintanya. Mudah-mudahan kedepan prestasi Kutai Barat dalam pelaksanaan MTQ Tingkat Propinsi semakin meningkat, harap H Isnaini. Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kab Kubar, H Edyanto Arkan melalui Sekretaris Umum sekaligus official Khafilah Kubar MTQ Ke 39, H Ardiansyah mengatakan bangga dengan prestasi yang diraih, dimana Peserta khafila Kabupaten Kutai Barat telah memberikan penampilan yang terbaik.
“ Untuk itu, insyallah akan ditingkatkan pembinaan Qori maupun Qoriah Kubar agar dapat berprestasi serta mengharumkan nama Kutai Barat,” jelas H Ardiansyah. Selain itu, Mustaqim (25) peraih Juara Terbaik I pada Kategori Musabaqoh Khattil Qur’an (MKQ) pada cabang Kaligrafi Hiasan Mushaf Putra mengungkapkan rasa syukur dan bangga keluar sebagai Juara Terbaik I. Apalagi saya yang telah mengikuti MTQ khafila Kabupaten Kutai Barat sejak 2010 hingga sekarang (2017). Berharap kedepan, yang menjadi pemenang ini mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Supaya juga dapat memberikan motivasi bagi Qori dan Qori’ah lainnya, harap Mustaqim. (hms 19)





mondokan setiap khafilah dari 10 Kabupaten/Kota. Ini terkait Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Propinsi Kalimantan Timur ke XXXIX Di Penajam Paser Utara. Tidak terkecuali, pemondokan khafila Kab Kubar terletak di Jl AMD, Rt 26, No 32.
an khafila Putra. Dalam kunjungan yang disambut dengan suasana hangat dan kekeluargaan oleh seluruh Qori dan Qoriah Kab Kubar Wabup PPU, Drs H Mustaqim Mz, MM menanyakan seputar keadaan khafila. Misalkan seperti apa yang dibutuhkan, bagaimana pelayanan, bagaimana menu makanan yang disajikan dan lain sebagainya, ujar Hj Norhayah.
taris Umum sekaligus official Khafilah Kubar MTQ Ke 39, H Ardiansyah menjelaskan hari kedua ini, ada lima peserta yang terdiri dari Qori dan Qoriah.
pada Rabu 17 Mei 2017.



bertempat di Taman Budaya Sendawar (TBS) Jumat (19/5)pagi.
gar kegiatan ini menjadi gerakan massif. Saya minta kepada saudara camat, lurah, para petinggi, ketua RT, RW para Guru, tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, para petani, nelayan bahkan wirausahawan, selanjutnya lembaga kemasyarakatan seperti Tim Penggerak PKK, Ormas, Organisasi Pemuda, Wanita, Perusahaan, Sekolah-sekolah dan seluruh lapisan masyarakat tanpa tekecuali. Gerakan ini harus meluas dan diterapkan dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
atan ini merupakan upaya percepatan dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktifitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit, hidup sehat dan berkualitas adalah impian dan harapan setiap insan mahluk hidup. Dan untuk mencapai hidup yang seperti ini diperlukan adanya dua hal penting yaitu NIAT dan USAHA.
apa yang telah dicapai, baik dari guru dan orangtua harus senantiasa mawas diri, bagi Guru, saya berharap setiap kelulusan menjadi ajang untuk kembali menganalisa dan intropeksi diri apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan dari pendidikan PAUD yang diselenggarakan oleh Kuntum Melati ini”.
ikan yang berkualitas merupakan salah satu upaya untuk Terwujudnya ”Kutai Barat Yang Semakin Adil, Mandiri dan Sejahtera Berlandaskan Ekonomi Kerakyatan Dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia”. Kata Arkan “tingkatkan terus kualitas metode ajar dan fasilitasi kebutuhan anak-anak usia dini, dan kepada para tenaga ajar tingkatkan terus SDM serta kapasitas saudara dengan mengikuti uji kompetensi dan sertifikasi, asah terus kemampuan dan tingkatkan pengetahuan saudara. Selain itu kepada pihak sekolah harus mampu membuka diri dan melibatkan orangtua agar berperan aktif mensukseskan pendidikan. Orangtua juga diharapkan dapat memberikan dukungan penuh dalam pengembangan pendidikan anak-anak usia dini.
