SENDAWAR – Bupati Kabupaten Kutai Barat (Kubar) FX Yapan SH besama Ketua TP-PKK Kubar Yayuk Seri Rahayu Kamis (11/5) membagi-bagikan ratusan sak beras dan ratusan dos mie instant, air mineral dan telur saat menyambangi para korban banjir luapan sungai Mahakam di tiga kecamatan.
Ketiga daerah yang mendapat bantuan secara pribadi oleh orang nomor satu di Kubar ini, yakni Kecamatan Tering, Bohoq Kecamatan Barong Tongkok dan Kecamatan Melak. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati dan diterima oleh Camat setempat.
Usai menyerahkan bantuan FX Yapan mengungkapkan bantuan itu amat dibutuhkan oleh korban banjir. Sebab belajar dari pengalaman kejadian yang sudah-sudah korban bencana alam seperti banjir sangat membutuhkan bantuan makanan.
“Oleh sebab itu pada hari ini saya melakukan peninjauan ke korban banjir sekaligus menyerahkan batuan sembako kepada masyarakat,” ujarnya, saat disambangi para awal media diposko BPBD di Melak, pukul 15.00 Wita.
Dia juga menuturkan bahwasannya akan melakukan kunjungan serupa ke sejumlah daerah yang terkenan banjir untuk menyerahkan bantuan. Seperti Long Iram, Muara Pahu, Mook Manaar Bulatn, Penyinggahan dan lain – lain.
Yapan mengaku memborong sendiri ratusan sembako yang dibagikan ke tiga daerah yang ia kunjungi sore kemarin. “Bantuan berupa beras, mie instan, telur serta air mineral ini saya lakukan secara pribadi,” jelasnya.
Dia menegaskan bantuan itu dilakukan atas asas kemanusian tidak ada maksud lain. Alasanya buka karena pemerintah tidak bisa membantu. Melaikan bila menunggu bantuan dari pemerintah memerlukann waktu yang cukup lama, sebab harus melalui proses. Sementara para korban bencana sangat memerlukan bantuan.
Mengingat bancana banjir di Kutai Barat bukan hal yang baru namun hampir setiap tahunnya terjadi. Meski demikian Pemerintah akan tetap berusaha untuk meringankan beban para korban banjir dengan memberikan bantuan.
Dia juga juga mengaku telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar untuk melakukan penyisiran di kampung-kampung yang terkena bencana.”Saya minta kepada BPBD untuk mendata kampung mana yang terkena banjir, melalui data itu kami akan mengajukan bantuan ke pusat untuk membantu para korban banjir,”tegasnya.
Upaya yang dilakukan Pemda setempat kata Yapan, kedepan untuk menanggulangi bencana banjir ialah dengan melakukan penataan pembangunan di daerah/ kampung yang merupakan langganan banjir.
Dengan cara membimbing masyarakat melakukan pembangunan rumah sesuai dengan standar yang ada. “Jarak rumah dan ketinggannya harus disesuaikan,”ujarnya.
Langka itu diyakini Yapan dapat membantu warga untuk terhindar dari air yang masuk ke dalam rumah saat banjir datang. “Sebab dari tahun ke tahun pasti terjadi banjir yang luar biasa di Kutai Barat jadi kita harus mengantisipasi bencana itu terlebih dulu,”tutupnya.(hms10).








ebut.

am berharap pulang dan pergi dengan selamat dan juga lengkap, pesannya.