SENDAWAR– Perlombaan Pidato yang di gagas oleh Sekretariat TP-PKK Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (26/4) berjalan dengan sangat baik. Para peserta yang terdiri dari Ketua PKK kecamatan yang terpilih di tingkat kabupaten atau kota ini pun tak ragu-ragu menunjukkan kebolehannya menyampaikan sambutan atau pidato resminya sesuai tema yang telah ditentukan tanpa melihat teks.
Lomba pidato tanpa teks ini dirasa cukup memberikan pengajaran juga pemahaman agar setiap Ketua TP-PKK di kecamatan lebih percaya diri dan bisa memotivasi anggotanya melalui kata-kata yang sederhana juga melatih kemampuan diri untuk berbicara dikhayalak ramai untuk mengatasi rasa gugup yang terkadang menjadi penghalang orang-orang untuk maju berbicara didepan umum.
Anita Getruwida usai lomba ditemui mengungkapkan “awalnya sempat kepikiran bahwa lomba pidato ini tanpa teks mengingat konsep pidato yang saya buat ini cukup panajng sesuai durasi yang diberikan, oeh karena beberapa jam sebelum lomba saya berusaha untuk menyederhanakan pidato yang saya buat agar lebih mudah dihapal, Ia tidak mudah tetapi semoga penampilan saya td dapat memberikan hasil yang terbaik”,ungkapnya.
Pada saat pengumuman pemenang memang Kubar belum mendapatkan tempat tetapi ke depannya Kubar bertekad untuk menembus barisan juara. Tentunya pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan yang positif bagi orang-orang yang mendengarkannya serta kemampuan berpidato atau berbicara yang baik didepan publik atau umum dapat membantu mencapai jenjang karir yang baik pula. (hms11)
SENDAWAR– Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke- 45 diisi oleh perlombaan Penyuluhan Lansia Produktif dan Menyenangkan, Rabu (26/4). Lomba tersebut diikuti oleh 10 peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing kabupaten atau kota di Kaltim dimana perlombaan dilaksanakan di Dome Penajam Paser Utara.
Para pesertapun mulai tampak bersemangat ketika perlombaan akan dimulai, dimana Pokja 1 TP-PKK Provinsi langsung mengisi formasi Dewan Juri, masing-masing perserta dihimbau untuk setenang mungkin dan lugas dalam menyampaikan materi penyuluhan mengenai lansia yang produktif dan menyenangkan.
Berbicara mengenai lansia tentunya dibenak kita akan terpikirkan sosok yang tua dan cerewet akan tetapi melalui lomba tersebut maka akan dijelaskan tentang sosok atau figur lansia itu ternyata masih bisa produktif dan menyenangkan bagi orang-orang di sekitarnya. Lomba tersebut memiliki maksud bahwa masing-masing kader penyuluh harus mampu mahir dan menguasai hal-hal yang menyangkut keadaan juga kebutuhan lansia mengingat diusia senja para lansia cenderung dianggap sebagian orang sebagai beban bagi keluarga atau hanya berkutat pada masalah sakit-sakitan, maka melalui lomba inilah paradigma yang sudah melekat di masyarakat ingin diubah agar ke depannya para lansia bisa merasakan kebahagiaan diusia lanjut mereka.
Saat tiba giliran peserta nomor undian 4 asal Kubar Yayan Wiwie Lestari untuk mempresentasikan materi yang sudah dipersiapkan, Ia tampak bersemangat sekali menjelaskan secara detail hal-hal yang dirasa perlu untuk diketahui oleh lansia itu sendiri atau pendamping atau keluarga terdekat dari lansia menyangkut lansia yang produktif dan menyenangkan. Dengan rentan waktu maksimal 10 menit setiap peserta tampil di depan maka Wiwi pun dapat menyelesaikan perfomanya secara apik, saat ditemui usia tampil Ia pun mengatakan “awalnya saya sempat nervous melihat beberapa penampilan dari tempat lain, apalagi ini dinilai langsung oleh PKK provinsi tetapi sayapun mencoba untuk percaya diri dengan kemampuan yang saya miliki, semoga hasilx bisa memuaskan”,katanya.
Setelah pemenang dibacakan maka Kubar meraih Harapan II yang tentunya hal ini juga menjadi prestasi yang cukup membanggakan, perwakilan Tim Pokja I PKK kabupaten Kutai Barat Maria Sari ditemui usai lomba mengatakan “tentunya lomba di tingkat provinsi memiliki tantangan yang lebih tinggi lagi dbandingkan skala kabupaten kemarin tetapi melihat persiapan yang sudah dilakukan oleh Kubar dan hasil yang diperoleh , semoga kedepannya akan semakin lebih baik”, harapnya.(hms11)
SENDAWAR– HKG ke- 45 yang berlangsung di Dome kabupaten Penajam Paser Utara, Senin (26/4) diisi oleh berbagai perlombaan salah satunya adalah lomba Bina Keluarga Balita (BKB). Lomba tersebut diikuti oleh 10 peserta mewakili kabupaten atau kota di Kaltim. Pokja II PKK Provinsi sebagai penyelenggara lomba juga turun langsung menilai kemampuan peserta perwakilan daerahnya masing-masing.
Seperti yang diketahui BKB adalah kegiatan khusus yang mengelola tentang pembinaan tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur yang dilakukan oleh sejumlah kader, BKB ini merupakan upaya peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran ibu serta anggota keluarga lain dalam membina tumbuh kembang balitanya melalui rangsangan fisik, motorik, kecederasan, sosial, emosional serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi antara ibu atau anggota keluarga lainnya dengan anak balita.
Peserta asal Kubar Sisillia Nansi Rottie yang mendapatkan nomor urut 2 untuk tampil usai lomba ditemui mengungkapkan “ini pengalaman pertama sekaligus tantangan bagi saya mengikuti lomba tingkat provinsi, saya melihat kompetitor yang lain juga hebat semua semoga dengan apa yang sudah saya tampilkan bisa membawa harum nama Kubar”, ungkapnya.
Walaupun dalam penyelenggaraan kali ini Kubar belum berhasil meraih juara tentunya kekalahan bukan sebuah akhir, hal ini akan memacu Kubar untuk tampil lebih baik ke depannya. Perlombaan BKB ini tentunya bertujuan untuk memberikan pemahaman melalui kader-kader PKK yang ada yang nantinya akan berinteraksi langsung di lapangan tentang cara-cara yang tepat bagi para orang tua mendidik anak-anak mereka khususnya yang masih usia dini atau balita, melihat hal ini tentunya peran BKB dirasa sangat penting karena pendampingan orang tua dibutuhkan sejak usia dini anak-anak dalam pendidikan anak-anaknya.(hms11)
PENAJAM PASER UTARA–Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-14 digelar di Penajam Paser Utara (PPU) selaku tuan rumah pada penyelenggaraan kali ini. Acara berlangsung di GOR Benuo Taka yang dihadiri oleh Asisten I Sekprov Kaltim, Wakil Ketua DPP LPM, Bupati PPU dan jajarannya, Ketua dan Wakil Ketua DPRD se-kabupaten atau kota dan Kadis DPMK sekaltim dan jajarannya, Kamis (25/4).
Gubernur Kalimantan Timur dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Sekprov Kaltim Meilliana menjelaskan sesuai tema yaitu melalui BBGRM ke-14 kita tingkatkan peran lembaga kemasyarakatan menuju kaltim maju 2018 oleh karena itu pencanangan gotong royong merupakan upaya melestarikan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang juga memacu semangat kebersaman agar masyarakat bisa menjadi mandiri dan berintegritas mengingat saat ini sangat sulit menyatukan dikarenakan sifat individualis dan kompetitif yang lebih cenderung diutamakan.
Selanjutnya Ia juga menghimbau kepada Pimpinan Daerah kabupaten atau kota agar dapat memfasilitasi beberapa hal terkait kegiatan bulan bakti tersebut antara lain pertama menyusun rencana kegiatan bulan bakti gotong royong disetiap desa atau keluruhan seluruh Kaltim mulai tanggal 1-31 Mei 2017, kedua memfasilitasi Camat, Lurah, Kades dan Pihak Swasta berkenaan persiapan bulan bakti, ketiga menggerakan peran aktif masyarakat dalam membangun desa atau kelurahan selama kegiatan berlangsung dan setelah kegiatan itu selesai, keemapt melakukan pemantauan dan evaluasi, kelima menyediakan dukungan penyelanggaraan melalui APBD kabupaten atau kota dan keenam melaporkan hasil pelaksanaan BBGRM kepada Gubernur dan Menteri Dalam Negeri RI.
Lalu Ia mengatakan “masyarakat merupakan pelaku pembangunan diera demokrasi otonomi oleh karena itu kita harus tolong menolong dan bahu membahu agar integrasi tidak cenderung menurun disaat-saat ini, keberhasilan gootng royong tergantung dari semangat kebersamaan”, tutupnya.
Pada pembukaan BBGRM juga dibagikan hadiah pemenang lomba gotong royong tahun 2016 dimana Kampung Penyinggahan Ilir Kecamatan Penyinggahan Kabupaten Kutai Barat yang menjadi juara 3 dalam perlombaan tahun lalu, Kadis DPMK Faustinus Syaidirahman saat ditemui usai acara mengatakan “sangat berterima kasih berkat kerja keras kampung penyinggahan dalam menjaga kerapian dan kebersihan kampungnya sendiri, kedepannya akan memotivasi kampung-kampung lainnya untuk menciptakan lingkungan kampungnya yang bersih,asri dan nyaman sehingga bisa memboyong juara 1”,harapnya.
Budaya Gotong Royong memang perlu dilestarikan karena hal ini merupakan jati diri Bangsa Indonesia yang lebih mengedepankan kebersamaan mengingat di era saat ini hal yang menyangkut gotong royong mulai memudar tetapi hendaknya semangat gotong royong ini terus kita galakkan agar anak cucu sebagai generasi penerus bangsa terus sadar akan pentingnya nilai-nilai luhur kebersamaan.(hms11)
SENDAWAR – Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam, oleh sebab itu makna terbesar dalam Isra Mi’raj adalah solad lima waktu. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati H Edyanto Arkan SE ketika memberikan sambutan dalam acara peringatan hari besar Isra Mi’raj tahun 1438 H yang dipusatkan di Islamic Center Kecamatan Melak dengan menghadirkan Habib Alwi Al Muhdlor dari Jawa Timur, Rabu malam (3/5).
Wabup menambahkan, dalam Isra, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu. Dimana shalat merupakan media untuk mencapai kesalehan spiritual individual hubungannya dengan Allah. Shalat juga menjadi sarana untuk menjadi keseimbangan tatanan masyarakat yang egaliter, beradab, dan penuh kedamaian.
Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Walaupun begitu, peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasullullah SAW sedih.
Wabup juga menuturkan bahwa Pemkab Kubar menyambut baik adanya kegiatan semacam ini yang dilaksanakan oleh pengurus cabang Nahdlatul Ulama, tidak hanya dilakukan di Islamic Center tetapi dibeberapa tempat dakwah, ini adalah tidak lain untuk memanfaatkan ilmu yang yang dibawa oleh Habib Alwi Al Muhdlor yang jarang-jarang dapat kita dengarkan, untuk itu melalui kesempatan ini mari kita dengarkan apa yang disampaikan, karena dalam ilmu agama kita selalu belajar.
Selanjutnya Pemkab Kubar juga mengharapkan kaum muslimin dan muslimat di Kubar untuk terus menjaga kerukunan sesama Muslim dan umat-umat diluar Muslim, ini merupakan upaya menjaga keharmonisan dalam mendukung percepatan pembangunan di Kubar. Mudah-mudahan melalui tausiah yang disampaikan dapat menjadikan sesuatu yang sangat berharga bagi kita, sehingga mampu menambahkan keimanan dan ketaqwaan bagi kita.(hms10)
SENDAWAR- Dalam upaya meningkatkan fasilitas tempat ibadah bagi masyarakat di Kabupaten Kutai Barat khususnya bagi umat katolik yang ada di sekitar wilayah Kecamatan Jempang, Pemkab Kubar memberikan bantuan 200 juta untuk pembangunan Gereja Katolik Santo Arnoldus Janssen Tanjung Isuy, bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Kutai Barat FX.Yapan yang di terima oleh Ketua panitia pembangunan Gereja Eduardus Bala di dampingi pastor paroki Yosef Jenau dan disaksikan masyarakat.
Bupati dalam arahannya mengharapkan “bantuan ini bisa bermanfaat untuk menambah fasilitas gereja yang masih kurang, dan bisa dipergunakan sebaik-baiknya mengingat gereja ini sudah berdiri kokoh dan tinggal menambah fasilitas saja”, tegasnya.
Lebih lanjut kata Bupati “dengan dibangunnya gereja yang cukup megah ini hendaknya di barengi dengan keimanan yang kuat untuk pengabdian diri Kepada Tuhan, berbuat lebih baik kepada umat, jaga kebersamaan dan penuh kasih sayang kepada sesama tanpa memandang perbedaan, demi menuju hari esok lebih baik dari hari ini”, katanya.
Bupati berpesan “mari bersatu dan bersama membangun Kubar lebih baik lagi, saya menyadari bahwa untuk membangun Kubar tidak sanggup pakai kekutan saya sendiri, tetapi membutuhkan masyarakat dan campur tangan Tuhan”paparnya.
Ketua pembangunan Gereja Katolik Santo Arnoldus Janssen, Eduardus Bala menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kubar yang sudah membantu dalam pembangunan Gereja ini. Lanjut Eduardus “Gereja ini mulai dibangun pada tahun 2009, Gereja dibangun untuk menggantikan gereja yang lama yang dibangun dan diresmikan tahun 1984 sekitar 33 tahun yang lalu, total dana berupa uang Rp.1.876.702.000,- yang merupakan bantuan dari swadaya umat, Pemerintah Propinsi, Pemkab Kubar, Keuskupan Samarinda, Keuskupan agung Roma dan Perusahaan, dan kami panitia menyampaikan permohonan maaf apabila dalam perjalanan mengemban kepercayaan sebagai panitia pembangunan ada kata dan perbuatan yang kurang baik. (hms36)
SENDAWAR-Banyaknya tanaman karet yang sudah melebihi masa produksi yakni lebih dari 25 tahun maka perlu adanya peremajaan, mengingat Karet merupakan salah satu komoditas unggulan warga Kubar, maka harus terus dikembangkan dan direvitalisasi atau diremajakan dengan menggunakan klon-klon baru. Mengingat besarnya biaya untuk peremajaan dan sebagian besar perkebunan karet adalah milik petani, sehingga perlu adanya campur tangan pemerintah, hal ini di katakan Wakil Bupati Kubar Edyanto Arkan di sela-sela meninjau kebun karet warga di Kampung Sumber Sari Kecamatan Barong Tongkok.
Lanjut Arkan “Untuk peremajaan ini Pemkab Kubar akan membantu bibit karet kepada sekitar 1200 H di tahun 2017 dan 2018 untuk tahap pertama, untuk saat ini masih dalam tahap verifikasi kebun mana yang layak untuk menerima bantuan tersebut, peremajaan tanaman karet dilakukan di kebun-kebun karet yang pohonnya sudah tidak berproduksi dengan baik, karet yang sudah tua akan ditebang”, paparnya.
Kata Arkan “dalam proses penanaman karet nantinya untuk menambah penghasilan warga sambil menunggu karet siap berproduksi biasanya membutuhkan waktu di atas 5 tahun jadi cukup lama, saya berharap masyarakat bisa mencoba tanaman di sela-sela pohon karet dengan palawija dan sayur-sayuran, dan pemerintah akan siapkan bantuan bibitnya”, katanya.
Petinggi Sumber Sari Mulyadi menyambut baik program pemerintah Kabupaten Kubar “saya sangat mendukung akan program pemerintah untuk peremajaan tanaman karet, dan berharap bisa secepatnya terlaksana, karena ini merupakan kebijakan yang pro wong cilik dan angin segar bagi petani untuk bisa mengembangkan perekonomian masyarakat dan keluarga”.(hms36)
SENDAWAR-Sebanyak 19 siswa dari 14 sekolah tingkat SD dan SMP se-Kubar mendapat penghargaan prestasi pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2017 di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kelurahan Barong Tongkok, Selasa (2/5). Wabup Kubar Edyanto Arkan mengatakan penghargaan tersebut sebagai bentuk perhatian kepada bibit cerdas Kubar. “Mereka tentu kebanggaan kita yang perlu diperhatikan,”Kata Wabup usai menyerahkan penghargaan kepada siswa berprestasi, di TBS. Wabup menambahkan ini juga sebagai bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah terhadap pendidikan dan masa depan sumber daya manusia di Kubar.”Karena mereka adalah calon-calon pemimpin di masa depan,” kata Wabup. Bagi siswa yang mendapatkan penghargaan prestasi, terus lah belajar. Sedangkan bagi yang belum mendapatkannya, jangan putus asa dan terus lah belajar.
Di ketahui ada tiga penghargaan prestasi yang diberikan kepada siswa yakni pertama, prestasi olimpiade sains nasional jenjang SD/Madrasah Ibtidaiyah di Kubar untuk bidang matematika diterima Natasya Azizah Ramdhani, Silfiya Nurrahma Fita dan Adrian.Ketiga siswa tersebut masing-masing dari SD Tunas Lestari Sungai Kedang Kecamatan Damai. Bidang ilmu pengetahuan alam (IPA) yakni Auli Putri Narmirah asal SDN 012 Kecamatan Bongan, Hanifa Daifatul Fadila asal SDN 010 Kecamatan Bongan dan Grecia Lauramanda Lurin asal SDK WR Soepratman Kecamatan Barong Tongkok. Kedua, prestasi olimpiade sains nasional jenjang SMP/Madrasah Tsanawiyah di Kubar untuk bidang matematika diterima Risma Sisi asal SMPN 1 Kecamatan Damai, Shane Reno Ratulangi Aluy asal SMPN 3 Sendawar kecamatan Sekolaq Darat dan Riniyati asal SMPN 1 kecamatan Muara Lawa. Berikutnya, bidang IPA diterima Amaria Stephanie asal SMPN 1 kecamatan Linggang Bigung, Wita Mulya Stephanie asal SMPN 4 Sendawar kecamatan Barong Tongkok dan Dika Wahyudi asal SMPN 1 kecamatan Penyinggahan. Bidang ilmu pengetahuan sosial diterima Tiara Aprilia asal SMPN 2 kecamatan Bongan, Resifa Anggraini asal SMPN1 kecamatan Linggang Bigung dan Rita Ririn Dwijayanti asal SMPN 2 kecamatan Damai. Terakhir ketiga, prestasi olimpiade olahraga siswa nasional cabang karateka diterima, Atoluan Joshua Nosa dan Desta Jesika S, masing-masing asal SDN 004 kecamatan Barong Tongkok. Kemudian, Alfonso Joshua Nosa asal SMPN 2 Sendawar kecamatan Barong Tongkok dan Gloria Yemmima Sattuq asal SMPN 1 kecamatan Jempang. Selain penerima penghargaan siswa berprestasi, diberikan juga kepada sekolah sehat dan bersih yakni SDN 010 kecamatan Bongan, SMPN 1 Sendawar kecamatan Melak dan SMAN 3 Sendawar kecamatan Sekolaq Darat. (hms6)
SENDAWAR – Selasa (2/5) pukul 17.00 Wita, ribuan umat katolik dari seluruh penjuru wilayah, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Kalimantan Timur berduyun – duyun datang ke Gereja Katolik Santo Arnoldus Janssen Tanjung Isuy. Yang terletak di kampung Tanjung Isuy, untuk memanjatkan doa sebagai ucapan syukur atas selesainya pembangunan pusat kegiatan ibadah umat Katolik di Kecamatan Jempang itu.
Gereja Katolik St. Arnoldus Janssen Tanjung Isuy
Di mana gedung yang berbentuk rumah lamin dibangun sejak tahun 2009, dengan daya tampung ratusan umat ini, telah resmi digunakan umat katolik untuk beribadah. Sore kemarin Uskup Agung Keuskupan Samarinda telah mentahbiskan Gereja Katolik Santo Arnoldus Janssen Tanjung Isuy. Ekaristi Kudus tersebut dipimpin langsung oleh Mgr Yustinus Harjosusanto, MSF, selaku Uskup Agung Keuskupan Agung Samarinda yang dilanjutkan pemotongan pita, pada pukul 17.30 Wita. Dan pada malam harinya usai prosesi ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kutai Barat FX Yapan SH, pukul 19.30 WITA didampingi Mgr Yustinus Harjosusanto, MSF, Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Yacob Tullur MM, Anggota DPRD Kutai Barat, Pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Kubar, para tokoh masyarakat, agama dan adat yang di saksikan ribuan umat katolik.
Bupati Kubar FX Yapan SH, yang sempat hadir dalam acara tersebut mengucapkapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada panitia pembangunan gereja, dari jajaran konsultan perencana, pelaksanaan konsultan pengawas, tukang bangunan para donatur dan umat yang telah berjerih paya sejak dari tahun 2009 hingga tahun 2017 membangun sarana tempat ibadah ini. “Semoga dengan berdiri kokohnya gereja ini membawa berkat iman bagi seluruh umat katolik dalam Paroki ini dan seluruh umat Katolik se Kutai Barat,”ujarnya.
Pemotongan Pita Peresmian Gereja Katolik Santo Arnoldus Janssen
Yapan menjelaskan Gereja merupakan bahas dari negara Yunani, yang artinya sebagai sekumpulan orang yang percaya akan Yesus Kristus. Pengertian ini kemudian di gambarkan melalui ragam metafora yang salah satuya adalah gereja sebagai bangunan rohani.
“Makna ini secara harafiah tidak hanya dipandang secara simbolis sebagai bangunan infrastruktur yang megah namun lebih kepada upaya untuk memampukan diri sebagai umatnya menjadi pribadi yang utuh, berkualitas dalam iman dan mampu mengabdikan diri tidak hanya peruntukkannya bagi kaum komunal namun bagi seluruh kehidupan umat beragama tanpa terkecuali,” jelasnya.
Di mana dalam membangun sebuah gedung gereja ini tentunya melalui proses yang cukup panjang, penuh tantangan, permasalahan. Namun dengan keyakinan semangat yang teguh, kebersamaan akhirnya perjuangan ini membuahkan hasil yang indah. Ia berharap kepada seluruh umat baik Tokoh Agama, Pastor, Suster, Bruder, Frater, Ketua Dewan Pastoral Paroki, Ketua Dewan Stasi,para guru agama dan kita semua tanpa terkecuali tidak hanya fokus dan perduli pada capaian secara komunal saja. Tetapi satukanlah tekad, semangat serta iman kita untuk membangun
Kutai Barat ini secara keseluruhan Semangat hidup menggereja ini hendaknya diwujudnyatakan melalui karya nyata saudara dalam mewujudkan perdamaian, mewujudkan harmonisasi kehidupan, mewujudkan ketahanan serta pemberdayaan pangan, memberikan perhatian kepada kaum yang lemah dan miskin dengan memberikan pendampingan iman, pemberian keterampilan guna kemandirian hidup, kegiatan bakti sosial, perwujudan pribadi yang menghargai dan menggunakan alam lingkungan dengan arif dan bijaksana, memerangi narkoba dan lain sebagainya.
“Gereja ini tidak hanya dipandang, Gereja yang dipercaya satu, kudus, katolik dan apostolik ini dimaknai secara utuh dan diimplementasikan dalam perwujudan karya Allah yang konkret,”ujarnya. Sebab pembinaan dan pembangunan di bidang agama senantiasa mempunyai kedudukan dan peranan yang amat penting sebagai
Penyerahan Dana Bantuan Dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat
bagian integral dari upaya meletakkan landasan moral dan spiritual yang kokoh bagi keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional dan Kutai Barat pada khususnya.
Pada akhir acara ramah tamah Bupati Kutai Barat FX. Yapan, S.H. secara simbolis menyerahkan bantuan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk Gereja Katolik Santo Arnoldus Janssen sebesar Dua Ratus Juta Rupiah yang di serahkan langsung kepada Pastor Paroki, selain itu juga memberikan bantuan pribadi kepada ketua panitia kegiatan Peresmian Gereja Katolik St. Arnoldus Janssen Tanjung Isuy. (HMS36)
SENDAWAR– Bupati Kutai Barat FX.Yapan membuka Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), bertempat di Kantor Badan Perencanaan, Penelitian, dan pengembangan Daerah (BP3D) lantai 2, Rabu (3/5) pagi. Acara dihadiri oleh unsur SKPD dan tokoh masyarakat.
Bupati dalam arahannya menjelaskan “sosialisasi ini merupakan program nasional yang pada tujuan akhirnya adalah perwujudan kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat pra sejahtera pada khususnya, GERMAS ini merupakan upaya percepatan dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktifitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit”.
Lanjut Yapan “dalam intruksi ini presiden mengamanahkan para menteri, kepala lembaga pemerintah non kementerian , Dirut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan serta para Gubernur dan Bupati/Walikota wajib menetapkan kebijakan dan mengambil langkah-langkah sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing untuk mewujudkan GERMAS melalui peningkatan fisik, peningkatan perilaku hidup sehat, Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan dan peningkatan edukasi hidup sehat”.
Terkait dengan GERMAS, pertama Saya minta kepada jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI, seluruh pengurus cabang olahraga, bahkan KNPI, Komunitas kaum muda, Para Camat, Kepala Kampung bahkan tingkat Kelurahan, RT dan RW untuk turut serta mengembangkan kegiatan olahraga disetiap lini. Kegiatan ini harus dilakukan secara rutin, berkelanjutan dan komunal. Disetiap RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan harus memiliki ruang hijau terbuka yang diperuntukkan untuk melaksanakan aktifitas olahraga dan kesehatan,
Kedua Melalui Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan Para Penyuluh Pertanian, Lembaga Kemasyarakatan seperti Tim Penggerak PKK memprogramkan dan menggiatkan ragam padat karya yang mengarah pada kesadaran masyarakat untuk memanfatkan pekarangan dan menanam sayur serta buah-buahan,
Ketiga kepada seluruh jajaran kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah, seluruh tempat fasilitas publik agar mengalokasikan seluruh tempat kerja, tempat pelayanan umum menjadi Kawasan Tanpa Rokok atau Bebas Asap Rokok. Selanjutnya kepada para perokok hendaknya dialokasikan tempat khusus yang tidak mengganggu dan merugikan kesehatan orang lain.
Senada dengan Bupati Kubar, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kaltim dr. Hj. Rini Retno Sukesih, M.Kes menyambut baik terlaksananya acara ini, gerakan ini didasari oleh banyaknya penyakit yang diakibatkan bukan karena virus atau bakteri tetapi oleh pola dan gaya hidup tidak sehat, karenanya kita diharapkan pertama untuk mengatur hidup ini dengan sebaiknya dengan olahraga atau aktifitas fisik minimal 30 menit dalam sehari, kedua mengkonsumsi buah dan sayuran, ketiga perlunya kontrol kesehatan secara berkala terutama terbanyak penyakit hipertensi dan diabetes melitus.
Lanjutnya “GERMAS ini bukan aktifis Kesehatan aja yang terlibat tetapi semua SKPD dan masyarakat umum, yang pada akhirnya saya berharap dengan di gerakannya program ini angka kesakitan dan kematian bisa di tekan akibat pola hidup yang kurang baik.(hms36)
Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat Tel – +62 (545) 455564