SENDAWAR– Pameran UP2K dalam rangka peringatan HKG PKK ke- 45 digelar di halaman Gedung PKK Kabupaten, Selasa (4/4). Acara ini menampilkan barang-barang hasil kerajinan seperti tenuh doyo, ulap doyo, badong, jelemuq, tumpar, aneka tas dari rotan dan untuk kuliner ada berbagai macam kue basah, kue kering, jelore,bubur jagag, kerupuk, buah-buahan, manisan dan aneka es cream. Pameran ini diikuti oleh UP2K 16 kecamatan di Kutai Barat.
Pameran UP2K ini bertujuan untuk membantu masyarakat ekonomi lemah yang berasal dari kampung-kampung di 16 kecamatan melalui penyediaan tempat berjualan secara gratis untuk bisa memasarkan atau menjual produk hasil kerajinan dan aneka kuliner, dengan adanya pameran ini maka akan mendatangkan para pembeli yang tentunya bisa menumbuhkan kecintaan akan produk-produk khas daerah dimana barang-barang yang dijual merupakan hasil kreativitas yang terus digali melalui potensi yang dimiliki para pengrajin ataupun pembuat aneka kuliner yang mana mereka berusaha menghadirkan produk yang mengandung unsur kearifan lokal untuk lebih mengenalkan keluar hasil seni budaya seperti ukiran, tenun, anyaman dan beragam jenis makanan khas Kutai Barat.
Ketua TP-PKK Kabupaten Kutai Barat Yayuk Seri Rahayu juga turut senang karena melihat semangat para pengrajin yang memeriahkan pameran UP2K mewakili kecamatan masing-masing, Ia mengungkapkan “kiranya di event-event berikutnya produk-produk yang ditampilkan untuk diperjual belikan lebih ditingkatkan mutu kualiatasnya sehingga tidak kalah bersaing dengan produk-produk yang sudah lama beredar dipasaran”, ungkapnya.
Salah satu peserta pameran yang berasal dari kecamatan Jempang Tilita Renata mengatakan “pameran ini sendiri mendatangkan keuntungan bagi mereka (para pengrajin) melalui hasil produk kerajinan dan kuliner yang dibeli oleh konsumen, para pengrajin juga adalah anak-anak muda dimana mereka baru saja berkumpul semenjak bulan Oktober 2016, menjangkau anak muda sendiri karena mereka lah generasi penerus kedepannnya sehingga mulai saat ini harus dikenal mengenai cara-cara membuat produk kerajinan atau kuliner yang juga merupakan alternatif mata pencaharian”, katanya.
Dengan semakin majunya teknologi dan gaya hidup kiranya dapat memotivasi kita semua khususnya para pengrajin untuk dapat menemukan inovasi-inovasi menyangkut busana, aksesoris dan aneka resep makanan agar kekayaan kearifan lokal yang dimiliki Kutai Barat dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menjadi produk unggulan Kubar yang memiliki daya saing yang tinggi di kancah yang lebih luas ke depannya. (hms11)




bahkan, bahkan PBB mencatat bahwa penduduk dunia akan mencapai sembilan milyar pada pertengahan abad 21 yang saat ini diperkirakan telah mencapai sekitar lebih 7.3 milyar jiwa. Permintaan bahan makanan dan bahan bakar semakin meningkat. 54 persen penduduk dunia bermukim di perkotaan dan diperkirakan melonjak menjadi 66% pada tahun 2050. Disamping itu, kesenjangan pendapatan semakin meningkat. Kemiskinan dan pengangguran masih mewarnai sebagian besar belahan dunia. Masih sangat terasa ketidaksetaraan dalam setiap dimensi, baik dimensi pendidikan, gender, etnik dan kelompok-kelompok ras. Lebih ironis lagi, sekitar 1,2 miliar penduduk dunia masih hidup tanpa listrik. 2,8 miliar orang masih memasak makanan dengan menggunakan bahan bakar padat. 748 juta orang masih tidak memiliki akses terhadap air minum yang sehat dan aman.



Balai Latihan Masyarakat Banjarmasin Tahun anggaran 2017. Turut hadir Asisten II dan kepala DPMK.






