SENDAWAR-Menyikapi perekonomian yang sedang defisit secara global. Pastinya ini menjadi permasalahan yang cukup urgen bagi pemerintah terutama masyarakatnya.
Bupati Kubar FX Yapan mengharapkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kubar ambil bagian secara nyata dengan memberikan karya baktinya dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang perekonomian.
Ditambah lagi, masyarakat harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ditengah harga bahan bakar minyak, sembilan bahan makanan pokok, listrik dan kebutuhan lainnya yang tidak berimbang dengan daya konsumsi masyarakat yang menurun.
Hal ini disebabkan oleh beberapa sektor ekonomi, salah satunya perkebunan dan pertambangan belum sepenuhnya pulih,”ujar Bupati pada Hari Ulang Tahun ke-37 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Taman Budaya Sendawar, Jumat (3/3).
Ketua Dekranasda Kubar Yayuk Seri Rahayu Yapan mengatakan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di era globalisasi dan pasar bebas. Memerlukan kerja keras dan usaha yang tekun, untuk menuju hidup yang lebih baik.
Agar dapat bertahan dan melangsungkan hidup di era ini, diharapkan kita harus memiliki daya saing dan berkualitas. Kualitas ini tidak hanya pada bentuk kinerja, namun juga pada produktifitas. Jika sumber daya manusia tidak memumpuni, kemudian hasil produksi barang tidak berkualitas, sudah pasti akan berdampak pada lemahnya tingkat perekonomian kita terutama di Kubar.
Tidak hanya itu, yang menjadi tantangan pembangunan yang hingga kini menjadi masalah yang belum tuntas di setiap daerah yaitu mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran.
Disinilah kita harus semakin jeli menggali dan mengembangkan peluang ekonomi apa saja, yang menjadi potensi untuk meningkatkan perekonomian.
Peluang ekonomi bisnis di Indonesia terutama di Kubar sebenarnya sangat banyak. Indonesia tidak hanya kaya akan keindahan, panorama alam, kepulauan dan sumber daya alamnya saja. Tetapi juga memiliki kekayaan seni budaya yang indah dan bernilai.”Beberapa hasil benda seni budaya tersebut adalah kerajinan ukir, tenun, anyaman dan lainnya,”ujarnya.
Masing-masing daerah di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia ini memiliki kekayaan seni dan budaya. Melalui tangan-tangan yang terampil, ahli, profesional dan sentuhan etnik para seniman dan turun temurun pada anak cucunya. Hingga kini, para seniman ini mengolah bahan baku khas daerah ini menjadi kekayaan tidak ternilai harganya.
Sebut saja diantaranya industri kecil rumah tangga berupa kerajinan. Sektor industri kecil menengah ini menjadi salah satu primadona yang kini tengah digiatkan sebagai salah satu pendukung pengembangan sektor perekonomian.
Bahkan kerajinan kita semakin berkualitas ini, menjadi boster penggerak ekonomi kerakyatan bagi rakyat kecil. Dengan berbekal keterampilan pengetahuan, masyarakat dapat menjadi partisifan pelaku ekonomi kreatif.
Usaha ekonomi mikro menjdi salah satu jalan untuk menciptakan lapangan usaha atau lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Menyadari akan hal ini maka organisasi dekranasda berdiri dan dibentuk di setiap daerah.
Kehadiran dekranasda memiliki visi agar menjadi lembaga handal dalam mendukung kemandirian ekonomi indonesia. Upaya tersebut ditempuh melalui sektor kerajinan sebagai salah satu hasil seni budaya yang mencerminkan identitas bangsa.
Diusia ke-37 tahun 2017, Dekranas terus mengupayakan yang terbaik dalam menggali dan mengangkat potensi kerajinan yang merupakan tradisi dan budaya bangsa. (hms6)