SENDAWAR- Kerukunan Keluarga Kawanua (K-3) atau Manado yang berasal dari Propinsi Sulawesi Utara adakan Perayaan Natal. Dengan Tema Selalu Hidup Berdamai Seorang Dengan Yang Lain (Markus 9:50b) dan Sub Tema Dengan Hikmah Natal Yang Penuh Kasih dan Damai Kita Tingkatkan Semangat Torang Samua Bersudara Di Tanaa Purai Ngeriman For Hari Esok Yang Lebe Bae Dari Hari Ini berlangsung di Balai Pertemuan Umum Tanaa Purai Ngeriman, Selasa (24/1)malam.
Sambutan Bupati Kutai Barat, FX Yapan yang dibacakan Assisten II, Drs Yohanes Kinam mengatakan perayaan Natal merupakan bentuk aktualisasi iman dan kasih kepada Tuhan dan sesama, melalui berbagai tugas pelayanan dan pengabdian sesuai dengan karunia juga talenta yang kita miliki, agar sekiranya kita dapat saling melengkapi, menciptakan keharmonisan, saling memaafkan, membina kerukunan dan kedamaian.
Bupati berpesan dalam sambutannya, Kepada Keluarga Besar Kerukunan Kawanua hendaknya kita dapat menjadi mitra Pemerintah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan pembangunan melalui program-program kerja yang perduli atas pembangunan disegala aspek kehidupan termasuk didalamnya mendukung lewat doa juga partisipasi aktif be

rbagai kebijakan dan program pemerintah, demi mewujudkan HARI ESOK YANG LEBIH BAIK DARIPADA HARI INI di Kabupaten Kutai Barat.
Dalam sambutan tersebut juga dikatakan, kita sadari bersama, bahwa di Kabupaten Kutai Barat sendiri terdapat kemajemukan suku, agama, etnis, bahasa serta budaya. Kunci utama menghadapi kemajemukan ini, antara lain dengan membangun kebersamaan, saling menghormati serta saling menghargai perbedaan masing-masing. Keberagaman yang ada disekitar kita harus disikapi dengan penuh rasa syukur, karena ini adalah bagian dari anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita bukan untuk menjadi akar permasalahan dan kebencian. Kita harus saling perduli dan mau menolong satu sama lain tanpa terkecuali sebab kita adalah sama, imbau Bupati.
Selain itu, Ketua Panitia Natal, Marlin Sumual menerangkan kegiatan Natal ini merupakan kegiatan tahunan dimana tujuan menjalin persekutuan, membina hubungan yang baik antara sesama warga Kawanua, memberikan perhatian yang khusus kepada warga Kawanua juga yang belum aktif dalam Paguyuban Kerukunan ini. Serta memberikan motivasi bagi warga Kawanua supaya bisa hidup bergandengan tangan dengan semua orang untuk dapat mewujudkan hari esok lebih baik dari hari ini.
“ Keberadaan Kerukunan Keluarga Kawanua di Kabupaten Kutai Barat kurang lebih 15 tahun, sudah sejak lama membaur dengan warga Kutai Barat. Bahkan ada yang perkawinan dengan masyarakat Khas Kubar. Ikut andil membangun Kutai Barat dalam hal rohani maupun pembangunan. Berharap kedepan bisa bersama-sama dengan Pemkab Kubar untuk membangun Kutai Barat dan sejalan dengan Program yakni dengan menanam beberapa bibit-bibit sayur ,”jelasnya.
Sementara itu, Ketua K-3 Kabupaten Kubar, Fary Walanda menambahkan K-3 datang dalam wilayah Kubar pada awal tahun 90’an. Sekarang jumlah sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) dimana sebanyak 187 KK hampir Pendeta. Warga Paguyuban K-3 tersebar di hampir 167 Kampung dari 190 Kampung yang ada, 112 kk yang sudah kawin campur dengan warga lokal.
Paguyuban warga K-3 menyadari dikirim Tuhan untuk datang dan membangun warga Kubar dalam pelayanan, jelasnya.
Turut Hadir, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). (hms 19)











Kabupaten juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan kerja Komisi I DPRD Kukar dan silaturahmi dengan Pemkab Kubar. Dan pada waktu yang lalu dalam penyelesaia
n tapal batas Pemkab Kubar dan Kukar sudah melakukan penandatangan MoU, tentu kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan dari DPRD sebagai perwakilan warga kita yang ada.

DAWAR– Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) mengadakan ibadah syukur Natal dan Tahun Baru bertempat di Ballroom Hotel Senyiur Jalan Diponegoro Samarinda, Selasa (24/1) malam. Masyarakat dari berbagai etnis dayak berbondong-bondong hadir bersuka cita menyambut dilaksanakan acara natal tersebut, acara diawali dengan ibadah dan dilanjutkan dengan perayaan Natal bertemakan “Jadilah Terang dan Garam Dunia” dengan Subtema “Kedatangan juru selamat memberikan pengharapan dan sukacita” yang disampaikan oleh Pdt. Daniel Ronda, untuk memeriahkan perayaan natal ini, panitia mendatangkan artis Donny Sibarani (vokalis ada band Jakarta) dan Lynda Khristiane Perdie (Istri Bupati Murung Raya Kalteng), tari-tarian dan vocal grup.
nganut paham kesukuan/kedaerahan atau ethnosentrisme. Kita semua memiliki tugas dan tanggungjawab yang sama untuk menciptakan kerukunan dan perdamaian, Selanjutnya masih dalam pembangunan dalam bidang politik. Kedepan kita akan menghadapi agenda politik yang besar dalam lingkup pemerintahan provinsi yaitu pilgub yang direncanakan akan digelar pada juni 2018 mendatang. Disini PDKT harus secara nyata mengambil andil dan berpartisipasi dalam kancah perpolitikan ini sebagai wakil dari putera-puteri daerah menjadi paling tidak wakil Gubernur atau bahkan selaku Gubernur yang nantinya melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintah provinsi periode 2018-2023. Tunjukkan kualitas dan sumber daya kita selaku putera/i daerah bahwa kita mampu untuk berjuang, berupaya demi terwujudnya kesejahteraan warga masyar
akat KALTIM, serta suksesnya pembangunan.
keempat, sosial kemanusiaaan. Gerak dan langkah PDKT kedepan juga menyentuh kegiatan sosial kemanusiaan dengan melakukan beragam kegiatan peduli terhadap segala bentuk permasalahan sosial kemanusiaan paling tidak yang terjadi di wilayah Provinsi Kaltim.


