Bupati Simbolis Salurkan BLT-DD Bagi Warga Kampung Yang Terdapak Covid-19.

Bupati Simbolis Salurkan BLT-DD Bagi Warga Kampung Yang Terdapak Covid-19.

(Dua dari kiri) Bupati Kutai Barat, simbolis serahkan BLT-DD warga Sekolaq Joleq. Kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) menyaluran prorgam Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).  Penyaluran BLT – DD diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kutai Barat kepada masyarakat kurang mampu dan membutuhkan terutama yang terdampak pandemic Covid-19 di Kampung Sekolaq Joleq Kecamatan Sekolaq Darat Kabupaten Kutai Barat. Rabu 06 Mei 2020.

Bupati Kutai Barat FX Yapan mengatakan, sesuai dengan petunjuk teknis penerima BLT-DD adalah warga masyarkat yang dikatagorikan kurang mampu yang merupakan non penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan non penerima Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT) yang kehilangan mata pencaharian akibat wabah Covid-19.

“Program BLT-DD ini diperuntukan untuk masyarakat yang masuk dalam katagori kurang mampu yang benar-benar membutuhkan melalui bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam mengahadapi dan terdampak wabah Covid-19,” tegas Bupati.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung ( DPMK) Faustinus Syaidirahman mengatakan, penyerahan BLT-DD tahap awal ini secara simbolis oleh Bupati untuk seluruh Kampung di Kabupaten Kutai Barat. “Masyarakat penerima program BLT-DD berhak menerima bantuan berupa uang tunai Rp. 600.000 perbulan untuk jangka waktu tiga bulan yang terhitung mulai April-Mei-Juni bersumber dari APBN Program Dana Desa,”jelasnya.

“Adapun untuk Kampung Sekolaq Joleq ini jumlah penerima BLT-DD sebanyak 149 Kepala Keluarga (KK) dan pada hari ini kegiatan penyaluran BLT- DD juga dilaksanakan di Kampung Muara Bunyut Kecamatan Melak yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Edyanto Arkan kepada masyarakat dengan jumlah penerima BLT-DD yaitu 59 KK,” terangnya.

Lebih lanjut Kapala DMPK Kutai Barat menjelaskan “Dalam pengangarannya setiap kampung wajib menyisihkan 25-35 % dari jumlah anggaran dana desanya, untuk bantuan langsung tunai bagi warganya yang telah diverifikasi tidak tumpang tindih dengan program penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan penerima Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT),” pungkasnya.

Salah Satu penerima bantuan BLT-DD Dionisa Suri mengatakan, Dengan adanya program bantuan dari Pemerintah yang diserahkan langsung oleh Bupati Kutai Barat ini, dirinya sangat merasa sangat senang dan terbantu mengingat beban yang ditanggung dengan keterbatasan biaya hidup sehari-hari,” ungkapnya. Kominfo Wln.

 

Kehadiran Tim Gugus Secara Terbuka, Sebagai Bentuk Dukungan Moral Bagi Masyarakat dan Teman-Teman Di Garda Terdepan.

Kehadiran Tim Gugus Secara Terbuka, Sebagai Bentuk Dukungan Moral Bagi Masyarakat dan Teman-Teman Di Garda Terdepan.

Sekdakab Kutai Barat saat Konferensi pers di Media Center Penanganan Covid-19 Kutai Barat. kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Kehadiran dan kegiatan konferensi pers di media center penanganan Covid-19 Kutai Barat ini, sebagai bentuk spirit dan dukungan moral kepada masyarakat dan khususnya teman-teman kita yang berkerja siang dan malam digarda terdepan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kutai Barat hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kutai Barat, didampingi Asisten I dan Asisten II Setdakab Kutai Barat, Perwakilan TNI dan Polri, Kadishub Kutai Barat. Di media Center Penanganan Covid-19 Kutai Barat.  Selasa, 05 Mei 2020 Sore.

Lebih lanjut Daerah Kutai Barat Yacob Tullur menjelaskan, “Bisa saja kita lakukan konferensi pers secara streaming atau virtual namun kita muncul disini sebagai bentuk dukungan moral kepada masyarakat bahwa kita ada untuk mereka terutama teman-teman yang berjuang digarda terdepan siang dan malam untuk mendata dan melaporkan datanya. Setiap orang pasti punya rasa takut, apalagi dengan wabah Covid-19 yang tidak kelihatan ini,”terang Sekdakab Kutai Barat.

Sekdakab menambahkan terkait data kendaraan yang masuk dalam wilayah Kutai Barat sebenarnya sudah menurun. “Terdata dari 335 unit kendaraan masuk 275 nya adalah kendaraan yang membawa logistik kebutuhan pokok, karyawan dan logistik bahan khusus dari perusahaan sawit, artinya banyaknya kendaraan yang masuk tersebut bukan kunjungan manusia tetapi mengangkut kebutuhan pokok,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Sekdakab Kutai Barat, “masyarakat tetap menjaga jarak, selalu berhati-hati, tetap pakai masker jika keluar rumah dan terapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS). Terkait dengan perkembangan para pasien yang terkonfirmasi positif di Rumah Sakit Pratama sudah semakin membaik dan hampir semua tidak mengalami keluhan kesehatan yang berarti,” pungkas Sekdakab Kutai Barat.

Untuk diketahui perkembangan penanganan Covid-19 Kutai Barat hingga Selasa, (05/05) jumlah pasien positif Covid-19 PCR 13 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 9, meninggal 1 orang. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) 219 orang, orang tanpa gejala (OTG) 162 orang, selesai pemantauan 169 orang, proses pemantauan 50 orang dan pelaku perjalanan sudah mencapai  4.781 orang.

Sementara data dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan kecamatan Long Iram pelaku perjalanan mencapai 620 orang, kendaraan berjumlah 357 unit dan  pelaku perjalanan  35 orang.  Kominfo.

Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19  di Kutai Barat Secara Virtual.

Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Kutai Barat Secara Virtual.

Gambar rapat koordinasi penanganan Covid-19 dilingkungan Pemerintah Kutai Barat secara Virtual. Kominfo Dos.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Dalam rangka penanganan covid-19 di Kutai Barat. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melakukan rapat koordinasi secara virtual antar instansi terkait tentang perkembangan penanganan covid-19 di Kutai Barat. Rapat virtual yang dimulai pada pukul 11.30 waktu setempat  dimoderatori oleh Asisten II Setdakab Kutai Barat. Dan  Bupati Kutai Barat, secara terpisah mengikuti rapat tersebut dari Balai Agung Aji Tullur Jejangkat. Senin, 4 Mei 2020.

Rapat yang diikuti oleh BKAD Kutai Barat, Inspektorat, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Disperkimtan, BPBD Kutai Barat, RSUD HIS hingga pemerintah kecamatan. Melalui rapat tersebut para pimpinan perangkat daerah melaporkan langsung  perkembangan, masukan dan kendala selama menangani covid-19.

Usai penyampaian laporan dan perkembangan dari setiap instansi. Bupati Kutai Barat, FX. Yapan mengatakan, kepada camat dan para petinggi untuk terus mengingatkan masyarakat agar terapkan pola hidup sehat dan bersih, jaga jarak dan menggunakan masker jika keluar rumah serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Tolong Camat, Kepala kampung dan relawan diposko-posko yang ada dikampung, untuk mengingatkan masyarakatnya agar terus jaga kesehatan, jaga jarak dan pakai masker bila keluar rumah. Dengan demikian dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memperhatikan kesehatan dan keamanan dilingkungannya,” pesan Bupati.

Selain itu Bupati juga mengingatkan kepada para pelaksana anggaran  dalam penanganan covid-19 dalam prosesnya dapat tertata dan terdata. Apabila menemui kendala segera dikoordinasikan ataupun meminta saran kepada BKAD maupun Inspektorat sehingga dalam pelaksanaan secara administratif benar dan tepat sasaran.

Terkait perkembangan kasus covid-19 Kutai Barat, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat Ritawati Sinaga menjelaskan, terkait legalitas rumah sakit Pratama Linggang Bingung, saat ini dalam proses penyiapan persyaratannya sehingga dalam pemanfaatannya tidak bermasalah. “Sementara perkembangan penanganan para pasien terkonfirmasi positif, semua dalam perawatan berdasarkan keluhan dan menjalani isolasi serta dilayani sesuai standar penanganan Covid-19,” terangnya.

Kemudian wakil Bupati Kutai Barat, H. Edyanto Arkan mengingat terkait penyaluran bantuan beras, yang ditangani oleh Dinas Sosial, diharapkan selalu memantau pendistribusiannya. Dan melakukan penelusuran apabila ada masyarakat ynag belum mendapat bantuan namun masuk kriteria penerima bantuan.

“Dinas Sosial dapat terus memantau dan menelusuri perkembangan kegiatan penyaluran bantuan beras tersebut. Jika ada permasalahan dilapangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti serta  masyarakat yang tidak menerima dapat dikaji. Kemudian Dinas Sosial dapat pula memberikan arahan dan sosialisasi kepada camat dan petinggi agar dalam memberikan batuan beras dapat secara objektif mana yang prioritas untuk dibantu. pemerintah tidak ingin ada yang prioritas tapi tidak mendapat bantuan,”tegasnya. Kominfo Dos.

Dengan Semangat Pengabdian, Penanganan Covid-19 Hingga Tuntas.

Dengan Semangat Pengabdian, Penanganan Covid-19 Hingga Tuntas.

Sekdakab Kutai Barat saat konferensi pers di media center penanganan Covid-19 Kutai Barat. kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Hadir dan tetap melayani dalam situasi Pandemi Covid-19 di Kutai Barat secara terbuka, baik jajaran yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kutai Barat seperti para medis, aparat keamanan, media, para driver yang membawa logistik kebutuhan pokok dan kebutuhan kesehatan bukan karena pemberani dan tangguh, namun itu karena hati nurani,  jiwa pengabdian dan urusan kemanusiaan. Ungkap Sekretaris Daerah Kutai Barat Dimedia Center Penanganan Covid-19 Kutai Barat.  Senin, 04 Mei 2020 Sore.

Lebih lanjut Daerah Kutai Barat Yacob Tullur menjelaskan, “setiap orang pasti punya rasa takut, khawatir dan setiap orang sangat rentan dengan wabah Covid-19 ini dan sangat manusiawi namun karena hati nurani, pengabdian dan urusan kemanusiaan harus tetap melayani sesuai tugas kita,” harapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Sekdakab Kutai Barat, masyarakat tidak perlu curiga dan berlebihan dengan orang-orang yang datang dari luar Kutai Barat, tetapi orang yang berbahaya adalah orang transmisi lokal dan itu sudah terjadi di Kutai Barat, oleh sebab itu jangan kita lalai dan kurang waspada, yang menganggap orang dari luar berbahaya tapi kurang menjaga diri dengan  lingkungan kita didalam, terutama orang tanpa gejala (OTG) mereka ini harus diwaspadai diam-diam menebarkan penyakit (the silent killer). Mari tetap menjaga jarak, selalu berhati-hati, selalu pakai masker jika keluar rumah dan terapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS), itu intinya,”tegas Sekdakab.

Untuk diketahui perkembangan penanganan Covid-19 Kutai Barat hingga Senin, (04/05) jumlah pasien positif Covid-19 PCR 13 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 9, meninggal 1 orang. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) 219 orang, orang tanpa gejala (OTG) 162 orang, selesai pemantauan 169 orang, proses pemantauan 50 orang dan pelaku perjalanan sudah mencapai  4.766 orang. Data dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan Bentian Besar pelaku perjalanan mencapai 444 orang.

Acara konferensi pers diakhiri dengan Sekdakab Kutai Barat selaku Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kutai Barat, menerima bantuan Masker dan Alat Pelindung Diri (APD) dari Bayan Group.  Kominfo.

Bantu Sembako Bagi Relawan Kampung Melawan Covid-19 Di Kutai Barat.

Bantu Sembako Bagi Relawan Kampung Melawan Covid-19 Di Kutai Barat.

(Tiga Kanan) Kepala BPD Kaltimtara Cabang Sendawar, simbolis menyerahkan bantuan kepada perwakilan relawan kampung.kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Mengatasi bencana non alam wabah Corona Virus Disease (Covid-19) menjadi tangungjawab semua stakeholder untuk saling bahu-membahu bergotong royong dalam penanganannya. BPD Kaltim-Kaltara Cabang Sendawar bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (BPMPK) Kutai Barat, menyerahkan bantuan Sembako bagi para relawan kampung lawan Covid-19 untuk 16 Posko kampung di Kecamatan Damai. Senin, 04  Mei 2020.

Kepala BPD Kaltimtara Cabang Sendawar Asrar Sayuti Saeni mengatakan, bantuan yang diserahkan ini berdasarkan permohonan kebutuhan dari pihak yang membutuhkan dan saat ini bentuannya berupa Beras 30 Sak (5 Kg), Minyak Goreng 84 liter, 7 dus Mie Instan. “Semoga bantuan yang diberikan ini dapat membantu teman-teman relawan terutama diposko-posko kampung  yang bekerja keras dan berada di garis depan dalam upaya pencegahan wabah Covid-19 ini,” harapnya.

Sementara menurut Kepala BPMPK Kutai Barat F Syaidirahman menjelaskan, wabah Covid-19 ini masih berlangsung, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa melibatkan semua pihak dan pada hari ini bersama Bank Kaltimtara Cabang Sendawar, BPMPK Kutai Barat menyerahkan 16 paket sembako dan ini sudah yang ketiga kalinya, bagi para relawan kampung lawan Covid-19 ini.

“kita harapkan bantuan ini dapat meringankan kebutuhan diposko teman-teman para relawan kampung di Kecamatan Damai. Untuk menjaga dan mendata keluar-masuknya warga diwilayahnya masing-masing, dengan adanya kegiatan relawan ini dapat terdata dan memberikan informasi yang akurat terkait kemungkinan terpaparnya Covid-19,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Kepala BPMPK Kutai Barat, untuk daerah lainnya kita akan melihat ketersediaan logistik jika memungkinkan akan ada lagi kegiatan serupa. Terkait upaya pencegahan wabah Covid-19 ini, kepada masyarakat diingatkan agar terus meningkatkan kewaspadaan, harus disiplin ikuti protokol kesehatan pemerintah, tetap menjaga jarak, bila keluar rumah selalu gunakan masker  dan tetap jaga kesehatan agar tidak terpapar Covid-19,” pungkasnya. Kominfo.

 

Bertambah 1 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Di Kutai Barat.

Bertambah 1 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Di Kutai Barat.

Asisten I Setdakab Kutai Barat saat melakukan streaming konferensi pers.kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Bertambah 1 orang positif hasil pemeriksaan PCR, hingga hari Sabtu, 02 Mei 2020 sudah berjumlah 13 orang. Dan saat ini sudah menjalani perawatan dan diisolasi di Rumah Sakit Pratama Linggang Bingung sesuai standar penanganan Covid-19. Ungkap Asisten I Setdakab Kutai Barat. Sabtu, 02 Mei 2020 Malam.

Asisten I Setdakab Kutai Barat Misran Effendi menjelaskan, seorang yang positif Covid-19 ini berumur (42) adalah pasien yang transmisi lokal, maka masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaannya dan mematuhi himbauan pemerintah dan protokol kesehatan,” harapnya

“Lebih lanjut Asisten I Setdakab Kutai Barat menambahkan, “masyarakat harus menerapkan pentingnya menjaga jarak, selalu pakai masker, jika keluar rumah, jauhi kerumunan dan menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS),”tegasnya.

Untuk diketahui perkembangan penanganan Covid-19 Kutai Barat hingga Sabtu (02/04) jumlah pasien positif Covid-19 PCR 13 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 9, meninggal 1 orang. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) 213 orang, orang tanpa gejala (OTG) 162 orang, selesai pemantauan 167 orang, proses pemantauan 46 orang dan pelaku perjalanan sudah mencapai  4.587 orang.

Data dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan Bentian Besar pelaku perjalanan mencapai 319 orang. PKM Long Iram Warga masuk 190 orang dan kendaraan 190 unit. Kominfo.

Rasionalisasi Anggaran Sesuai SKB Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan.

Rasionalisasi Anggaran Sesuai SKB Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan.

Kepala BKAD Kutai Barat, saat rakor anggaran. dok kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Keluarnya kebijakan pemerintah secara nasional sebagaimana diamanatkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor 119/2813/SJ dan Nomor 117/KMK.07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2020 dalam rangka Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19). Menuntut daerah dapat menyesuaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 dan merasionalisasikan belanja dari komponen Belanja Barang Dan Jasa serta Belanja Modal paling sedikit sebesar 50% pada setiap Organisasi Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Kutai Barat.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kutai Barat Sahadi dalam keterangan tertulisnya membenarkan, terkait penyesuaian APBD serta rasionalisasi belanja dari komponen Belanja barang dan jasa serta belanja modal paling sedikit sebesar 50%, tiap Organisasi Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Kutai Barat tersebut sudah sesuai sebagaimana yang diamanatkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor 119/2813/SJ dan Nomor 117/KMK.07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2020 Dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Demikian juga Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa TA. 2020, dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 dan/atau menghadapi ancaman yang membahayakan perkonomian Nasional.

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa sehubungan dengan Penurunan Pendapatan Daerah baik yang berasal dari komponen Pendapatan Asli Daerah maupun Dana Transfer dan Dana Desa, maka Pemerintah Kabupaten Kutai Barat saat ini masih melakukan penyesuaian Pendapatan dan rasionalisasi belanja sebagai dampak dari penurunan Pendapatan tersebut melalui Perubahan Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2020.

 “Dengan adanya kebijakan tersebut dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19 dunia dan nasional ini, semua stakeholder dapat memahami, menahan diri dan bergotong royong mengatasi bencana non alam wabah Covid-19 di Kutai Barat dan pemerintah daerah secara umum sedang mempersiapkan strategi kebijakan kemungkinan adanya ancaman terhadap perekonomian secara nasional dan daerah pasca bencana ini,” pungkas Kepala BKAD Kutai Barat.

Sementara menurut Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur saat konferensi pers di media center penanganan Covid-19 Kutai Barat (Kamis,30/04) mengatakan, dalam percepatan penanganan dan penanggulangan darurat Corona Virus Disease (Covid-19) dan dampak sosialnya, pemerintah Kutai Barat menyediakan dana awal sebesar 21’7 miliar pada anggaran tahun 2020 dan menyediakan anggaran sebesar 180 miliar untuk dana cadangan, bila dalam perkembangannya wabah meningkat dan berkepanjangan.

Pagu dana awal tersebut terbagi pada 6 (enam) perangkat daerah yang secara fungsional terkait dengan antisipasi dan penanganan dampak penularan Covid-19 yaitu Dinas Kesehatan sebesar  8,9 miliar. Rumah Sakit Umum Daerah Harapan Insan Sendawar (RSUD-HIS) sebesar 3,9 miliar dan Badan Keuangan dan Aset Daerah yang dialokasikan untuk belanja tidak terduga, belanja kejadian luar biasa dan penyediaan social safety net/jaring pengaman sosial dianggarkan sebesar 6,9 miliar.

Sementara untuk 3 (tiga) Organisasi Perangkat Daerah lainnya adalah  Badan Penanggulangan Bencana Daerah mendapat alokasi anggaran sebesar 1,3 miliar, Dinas Sosial sebesar 500 Juta rupiah dan Dinas Perhubungan Kutai Barat sebesar 215 juta rupiah. Kominfo.

Pemerintah Kutai Barat Menyediakan Dana 21,7 Miliar Untuk Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Kutai Barat.

Pemerintah Kutai Barat Menyediakan Dana 21,7 Miliar Untuk Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Kutai Barat.

Sekdakab Kutai Barat saat konferensi pers di media center covid-19 Kutai Barat. kominfo. kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Dalam upaya penanganan darurat dan penanggulangan bencana non alam Covid-19 di Kutai Barat terimplementasi dalam kebijakan anggaran pemerintah Kutai Barat tahun 2020, untuk tahap awal menyediakan anggaran 21.7 miliar, yang tersebar di 6 (enam) perangkat daerah. Ungkap Sekretaris Daerah Kutai Barat di Media Center Percepatan Pananganan Covid-19 Kutai Barat. Kamis, 30 April 2020.

Lebih lanjut Sekdakab Kutai Barat Yacob Tullur menjelaskan, “ ke-6 (Enam) perangkat daerah tersebut untuk kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19, Pencegahan dan Penanggulangan Darurat Coid-19 dan Optimalisasi Rumah Sakit Pratama melaui Dinas Kesehatan sebesar 8,9 miliar.  Bidang Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD HIS dana internal sebesar 3,8 miliar. Untuk Belanja Tidak Terduga, Kejadian Luar Biasa dan Jejaring Pengaman Sosial dikelola Badan Keuangan dan Aset Daerah Kutai Barat sebesar 6,9 miliar,” terangnya.

Sementara untuk kegiatan Respon Cepat Darurat Bencana dan Logistik Penanganan Bencana Covid-19 dikelola Badan penanggulangan Bencana Daerah Kutai Barat sebesar 1,3 miliar, untuk kegiatan Penanganan Bencana Sosial, Pembinaan Organisasi dan Fasilitasi Aksi Sosial Karang Taruna melalui Dinas Sosial Kutai Barat sebesar 500 juta rupiah dan kegiatan pengendalian lalu lintas pada Dinas Perhubungan Kutai Barat sebesar 215 juta rupiah.

Sekdakab Kutai Barat menambahkan, jika wabah Covid-19 di Kutai Barat semakin meningkat dan berkepanjangan maka pemerintah Kutai Barat sudah menyediakan anggaran cadangan sebesar 180 milyar. “Namun kita sama-sama berharap agar wabah covid-19 di Kutai Barat khususnya semakin berkurang dan segera berlalu, sehingga kita hanya melakukan strategi kebijakan untuk memulihkan paska bencana Covid-19 di waktu mendatang,”harapnya.

Untuk diketahui perkembangan penanganan Covid-19 Kutai Barat hingga Kamis (30/04/2020) jumlah pasien positif Covid-19 PCR 12 orang, dalam perawatan di RS Pratama, pasien dalam pengawasan (PDP) 9, meninggal 1 orang. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) 213 orang, orang tanpa gejala (OTG) 196 orang, selesai pemantauan 167 orang, proses pemantauan 46 orang dan pelaku perjalanan sudah mencapai  4.435 orang. Kominfo.

Warga Diingatkan Dapat Mematuhi Himbauan Pemerintah.

Warga Diingatkan Dapat Mematuhi Himbauan Pemerintah.

Sekdakab Kutai Barat, diskusi usai konferensi pers di Media Center penanganan Covid-19 di Kutai Barat.kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Seluruh pasien yang positif hasil pemeriksaan PCR saat ini telah menjalani perawatan dan diisolasi di Rumah Sakit Pratama Linggang Bingung sesuai standar penanganan Covid-19. Ungkap Sekretaris Daerah Kutai Barat di Media Center Percepatan Penanganan Covid-19 Kutai Barat. Rabu, 29 April 2020 sore.

Lebih lanjut Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur menjelaskan, “Masyarakat yang berada disekitar tempat isolasi tersebut, dimohon tidak resah dan panik sarana Rumah Sakit Pratama tersebut sudah dipersiapkan sesuai standar penanganan Covid-19, yang penting tetap menjaga jarak, selalu pakai masker jika keluar rumah dan terapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS),” tegasnya

“Rekan-rekan media juga dapat memantau dan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat agar dapat memahami situasi dan kondisi wabah saat ini. Mulai hari ini Rabu (29/04/2020) Tim Gabungan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kutai Barat akan terus melakukan sosialisasi dan menindakkan masyarakat yang tidak pakai masker saat keluar rumah dan pedagang yang berjualan secara terbuka agar mematuhi himbauan pemerintah,” harapnya.

Untuk diketahui perkembangan penanganan Covid-19 Kutai Barat hingga Rabu (29/04) jumlah pasien positif Covid-19 PCR 12 orang, dalam perawatan di RS Pratama, pasien dalam pengawasan (PDP) 9, meninggal 1 orang. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) 212 orang, orang tanpa gejala (OTG) 156 orang, selesai pemantauan 167 orang, proses pemantauan 45 orang dan pelaku perjalanan sudah mencapai  4.350 orang.

Data dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan Bentian Besar pelaku perjalanan mencapai 508 orang dan kendaraan masuk sekitar 378 unit. PKM Long Iram Warga masuk 200 orang dan kendaraan 90 unit. Kominfo.

Bupati dan Wakil Bupati Serahkan Bantuan 140 Ton Beras.

Bupati dan Wakil Bupati Serahkan Bantuan 140 Ton Beras.

Simbolis Bupati Kutai Barat serahkan bantuan beras untuk 16 kecamatan di Kutai Barat. Kominfo. Kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat memberikan bantuan beras bagi masyarakat yang terdampak wabah Corona Virus Diseace (Covid-19). Program bantuan Sosial dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020, Dinas Sosial Kutai Barat yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kutai Barat  di Kecamatan Barong Tongkok. Rabu 29 April 2020 Sore.

Bupati Kutai Barat FX Yapan mengatakan, Bantuan beras ini untuk membantu keluarga prasejahtera di Kabupaten Kutai Barat dan bantuan beras ini hanya untuk meringankan beban kebutuhan pangan keluarga terutama yang terdampak Covid-19.

“Jadi saya menegaskan kepada masyarakat bantuan pemerintah ini hanya meringankan kebutuhan, bukan mencukupi kebutuhan masyarakat yang ada, saya dimana-mana dalam menyampaikan sambutan terus mengingatkan agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan dan bercocok tanam, itu semata-mata untuk mengantisipasi keadaan seperti wabah bencana saat ini,” terangnya.

Lebih lanjut bupati mengingatkan, wabah ini akan berdampak luas dihari-hari mendatang, baik kesehatan, ekonomi bahkan sosial dan politik. “Kita tidak tahu sampai kapan wabah ini akan berakhir dan jika ini terus berkepanjangan maka sangat memungkinkan secara nasional akan mengalami krisis,” jelasnya

“Jadi sekali lagi saya mengingatkan para Camat, Lurah, Petinggi untuk mengerakkan warganya dan masyarakat Kutai Barat umumnya. Mari mempersiapkan dan menggarap lahan-lahan yang ada untuk menanam  bahan pangan baik padi, singkong, umbi-ubian, sayur-sayuran dan lain sebagainya supaya kita tidak kelaparan,” harapnya.

Sementara menurut Wakil Bupati Kutai Barat H. Edyanto Arkan, berharap bantuan ini dapat diserahkan bagi masyarakat yang berekonomi lemah. “Saya menghimbau kepada seluruh camat agar memiliki peran strategis untuk mendistribusikan bantuan ini yang ditindaklanjuti  para Lurah dan Petinggi dengan mendata betul-betul yang perlu diprioritaskan,”ucapnya di Kantor Kecamatan Melak didampingi  Assisten 1 Setdakab, Anggota DPRD, Danramil, Kapolsek, Dinkes, Dinsos, BPBD, Dishub dan para Camat.

Wabup Kutai Barat berpesan, kepada masyarakat yang memiliki kemampuan agar bisa peduli kepada masyarakat disekitarnya yang berekonomi lemah. “Jika ada warga yang belum dapat menerima bantuan beras ini, mari kita berbagi terutama dalam memaknai bulan suci ramadhan ini,” bebernya usai penyerahan secara simbolis kepada kecamatan pesisir Kutai Barat.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Kepala Dinas Sosial Ampeng mengatakan, bantuan yang diberikan berupa beras 10 kilogram untuk 1 (satu) Kepala Keluarga (KK) sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu meringankan kebutuhan masyarakat di tenggah wabah ini.

“bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang terdampak terutama kepada keluarga sangat membutuhkan seperti ekonomi lemah dan keluarga pasien terdampak langsung Covid-19, di 16 Kecamatan 190 Kampung dan 4 Kelurahan dengan total pembagian untuk 16 kecamatan sebesar 140 ton beras, untuk penyaluran yang ada di  kecamatan pesisir mahakam diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati sedangkan untuk kecamatan Barong Tongkok, Sekolaq Darat,  Linggang Bigung, Tering, Damai, Nyuatan, Muara Lawa, Bentian Besar, Siluq Ngurai,  diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kutai  Barat  “Dan untuk pola distribusinya melalui para camat kemudian ke kelurahan, petinggi dan RT,”ujarnya. Kominfo

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id