Patroli Setiap Hari Untuk Menertibkan Pedagang Dan Pengguna Jalan Yang Membandel.

Patroli Setiap Hari Untuk Menertibkan Pedagang Dan Pengguna Jalan Yang Membandel.

Saat Penertiban di Shalter Kecamatan Melak. Kominfo Lsr.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR – SENDAWAR, Warga diminta patuhi dan mengindahkan larangan berjualan secara terbuka dan mengundang kerumunan orang, para pedagang kaki lima (PKL) di Shelter Kecamatan Melak misalnya; warga diperingatkan untuk berjualan didepan rumahnya dan tidak berdangang keliling namun disarankan dapat berjualan secara daring (online) atau pesan antar. Demikian juga warga jika keluar rumah harus menggunakan masker. Himbauan tersebut disampaikan Tim Gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kutai Barat kepada masyarakat dan mulai berlaku hari ini Rabu 28 April 2020.

Lebih lanjut Kepala Bagian Operasional Polres Kutai Barat Kompol Sarman menjelaskan, bahwa sosialisasi dan penertiban bertujuan untuk memperingati masyarakat, jika masih ada yang tidak mematuhi maka akan ditindak tegas dan tidak ada toleransi, pedagang akan diangkut oleh Tim. “Ini untuk kebaikan bersama mari patuhi anjuran pemerintah,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya Tim Gabungan akan terus melakukan patroli dan mengamankan masyarakat yang keluar rumah tidak menggunakan masker dan para pedagang Tahjil yang berjualan dipinggir jalan dengan sasaran wilayah Barong Tongkok, Melak dan Sekolaq Darat mohon masyarakat warga pusat kota Sendawar untuk mematuhinya,” tegasnya.

“Kami tidak melarang masyarakat untuk berjualan hanya saja karena Kecamatan Melak sudah termasuk zona merah dan pasien Covid 19 semakin bertambah. Untuk menghindari agar penyebaran tidak meluas disarankan agar berjualan dirumah atau berjualan secara online (pesan antar),” terang Jenton Kepala BPBD.

Sesuai edaran pemerintah sampai tanggal 29 Mei 2020, apabila keadaan pasien covid 19 ini berkurang maka pedagang boleh berdagang seperti semula tetapi jika masih meningkat maka akan diperpanjang. “Dan seluruh masyarakat di Kutai Barat diharapkan dapat membantu Pemerintah dengan mengikuti peraturan yang telah dianjurkan,” harapnya.

Kadis Perhubungan Kutai Barat Rahmat berpesan, kepada penguna jalan dan pedagang agar terapkan physical distancing, jika keluar rumah wajib pakai masker, jaga kesehatan dengan selalu mencuci tangan dan kebersihan jualannya terutama kebersihan dilingkungan rumahnya. Jangan lupa mengingatkan kepada pelanggan atau pembelinya untuk langsung dibawa pulang,” harapnya. Kominfo Lsr

Aktivitas Pelaku Perjalanan Keluar Masuk Kutai Barat Sudah Menurun.

Aktivitas Pelaku Perjalanan Keluar Masuk Kutai Barat Sudah Menurun.

Sekdakab Kutai Barat, saat di Media Center penanganan Covid-19 di Kutai Barat. kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Berdasarkan data perkembangan aktivitas pelaku perjalanan keluar masuk Kutai Barat sudah mulai menurun, data dari posko perbatasan PKM Jambuk misalnya,  selain karena jarak poskonya jauh dari batas perbatasan Kutai Barat dengan Kutai Kartanegara, banyak juga tercatat masyarakat yang keluar masuk untuk pergi berkebun dan karyawan yang ber-KTP Kutai Barat dan KTP luar Kutai Barat yang bekerja diperkebunan sawit diperbatasan sehingga tercatat oleh rekan-rekan diposko bahwa masih banyak yang keluar masuk. Ungkap Sekretaris Daerah Kutai Barat. Di Media Center Penanganan Covid -19 Kutai Barat. Selasa, 28 April 2020 sore.

Lebih lanjut Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur menjelaskan, “setelah diteliti sebenarnya sejak ada Instruksi Bupati tentang pembatasan masyarakat keluar dan masuk wilayah Kutai Barat tersebut, sesungguhnya sudah menurun volume kendaraan dan aktivitas warga yang masuk Kutai Barat,” tegasnya

“Demikian juga warga yang berkartu tanda penduduk (KTP) Kutai Barat dan KTP luar Kutai Barat ada yang sebagai karyawan perusahaan sawit diperbatasan Kutai Barat, jadi setiap mereka keluar masuk kerja itu diperiksa diposko, sehingga tercatat masih banyak yang keluar masuk, sebenarnya mereka ini warga Kutai Barat dan warga KTP luar Kutai Barat yang bekerja dalam wilayah Kutai Barat,” terang Sekdakab Kutai Barat.

Ditambahkan Sekretaris Daerah, “Dengan data tersebut jangan serta merta berpikir mereka ber-KTP luar Kutai Barat itu orang luar yang ingin masuk wilayah Kutai Barat, sesungguhnya justru dalam beberapa hari terakhir ini sudah menunjukan penurunan baik volume kendaraan maupun aktivitas warga yang masuk,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah juga menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 Kutai Barat hingga Selasa, (28/04) jumlah pasien positif Covid-19 PCR 12 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 9 dan meninggal 1 orang,  orang dalam pemantauan (ODP) 211 orang, orang tanpa gejala (OTG) 156 orang, selesai pemantauan 165 orang, proses pemantauan 46 orang dan pelaku perjalanan sudah mencapai  4.228 orang.

Semantara dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan Bentian Besar pelaku perjalanan mencapai 392 orang dan kendaraan masuk sekitar 42 unit. PKM Long Iram Warga masuk 546 orang dan kendaraan 97 unit. Kominfo.

Bantu Alat Kesehatan Dalam Penanganan Covid-19 Di Kutai Barat.

Bantu Alat Kesehatan Dalam Penanganan Covid-19 Di Kutai Barat.

Sekdakab Kutai Barat saat menerima bantuan dari PT TCM BEK dan Forum CSR. kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Sekretaris Daerah Kutai Barat selaku Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengapresiasi atas bantuan sarana kesehatan 58 unit tempat cuci tangan untuk 20 kampung binaan, paket APD, 1 Ton Beras dan 200 liter Minyak Goreng untuk dapur posko Tim Gugus Tugas Kutai Barat. Diserahkan secara simbolis oleh manajemen TCM BEK dan forum CSR kepada Sekretaris Daerah Kutai Barat dan Kapolres Kutai Barat. Di Media Center Penanganan Covid -19 Kutai Barat. Senin, 27 April 2020 sore.

Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur menjelaskan, wabah Covid-19 ini adalah bencana non alam yang menjadi tangungjawab semua stakeholder untuk bergotong-royong dalam penanganannya. “pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa melibatkan semua pihak oleh sebab itu peran aktif dan kepedulian sangat dibutuhkan dalam situasi seperti saat ini,” jelasnya.

“Mewakili pemerintah dan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kutai Barat menyampaikan Apresiasi dan terima kasih atas kepedulian dan bantuan dari manajeman PT. TCM BEK dan Forum CSR Kontraktor PED di Kutai Barat, bantuan ini sangat berarti dalam upaya penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kutai Barat,” jelasnya.

Terkait bantuan sarana kesehatan untuk cuci tangan dikampung binaannya, Sekdakab Kutai Barat mengungkapkan “Bantuan sarana ini penting untuk mengedukasi masyarakat agar memiliki kebiasaan menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) dilingkungan masyarakat kampung sehingga warga kampung dapat terhindar dari sakit-penyakit terutama saat wabah virus corona ini,” pungkasnya. Kominfo.

Seorang PDP Baru, Meninggal Terindikasi Covid-19.

Seorang PDP Baru, Meninggal Terindikasi Covid-19.

Sekdakab Kutai Barat saat melakukan konferensi pers di Media Center Penanganan Covid-19 di Kutai Barat.kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pasien Dalam Pengawasan Kutai Barat semula berjumlah 8 orang dan tadi malam baru masuk 1 orang berstatus PDP baru yang memiliki keluhan yang mengarah kepada gejala Covid-19, belum mendapat penanganan medis secara intensif yang bersangkutan meninggal dunia. Sehingga jumlah PDP Kutai Barat manjadi 9 orang. Ungkap Sekretaris Daerah Kutai Barat. Di Media Center Penanganan Covid -19 Kutai Barat. Senin, 27 April 2020 sore.

Lebih lanjut Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur menjelaskan, Semula PDP Kutai Barat berjumlah 8 orang, namun tadi malam pukul 24.00 wita masuk seorang pasien, di RSUD HIS dan ternyata setelah ditelusuri riwayat perjalanannya yang bersangkutan memang datang dari daerah yang terpapar covid-19 seperti : Lampung,  Bogor dan Jakarta.

“Namun belum mendapat penanganan medis secara intensif sesuai standar penanganan Covid-19, pasien tersebut meninggal dunia dan telah diambil sampel swabnya untuk dipastikan terkonfirmasi Covid-19 atau tidak serta telah dimakamkan pada 7.00 wita pagi dengan protokol penanganan pasien Covid-19,” jelasnya.

Sekretaris Daerah menambahkan “terkait ke 12 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 Kutai Barat, nanti malam akan dipindahkan untuk menjalani perawatan sesuai protokol kesehatan di Rumah Sakit Pratama Linggang Bigung,” terangnya

Untuk diketahui hingga Senin, (27/04) jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 210 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 9, orang tanpa gejala (OTG) 35 orang, selesai pemantauan 165 orang, Proses Pemantauan 45 orang dan pelaku perjalanan sudah mencapai  4.147 orang.  Semantara dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan Bentian Besar pelaku perjalanan mencapai 811 orang dan kendaraan masuk sekitar 417 unit. PKM Long Iram Warga masuk 325 orang dan kendaraan 77 unit. Kominfo.

Diharapkan, Masyarakat Tidak Mendahului Hasil Pemeriksaan Kesehatannya.

Diharapkan, Masyarakat Tidak Mendahului Hasil Pemeriksaan Kesehatannya.

Salah satu petugas, di asrama karantina, Widodo saat lakukan rapid test kedua. dok Widodo. kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Hanya Pengabdian dan Tanggung Jawab Moral yang melandasi perjuangan para petugas melaksanakan tugas dilapangan baik para medis, petugas keamanan dan media yang bekerja digarda terdepan menghadapi bahaya dan tantangan yang tidak sesederhana dilihat mata serta sangat rentan terpapar Covid-19, patut mendapat apresiasi dan dukungan moril bukan justru sebaliknya.

Salah satu anggota keamanan di Asrama Paskibra dan Pramuka tempat dikarantinanya para pasien Covid-19 Kutai Barat, Kabid Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kutai Barat Widodo selaku Tim Pengamanan, membenarkan telah dilakukan rapid test pertama pada tanggal 16 April 2020 lalu dan kedua rapid test pada tanggal (25/04/2020) pagi pukul 8:31 wita kedua hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan negatif, namun untuk lebih memastikan saat ini sedang dilakukan pengambilan sampel Swab Tast di RSUD HIS.

“Benar saya sudah dilakukan rapid test kedua kalinya dan hasilnya negatif namun saya masih kurang yakin saat ini sedang dilakukan pengambilan sampel Swab untuk dilakukan pemeriksaan dangan alat PCR agar tidak diragukan hasilnya, mohon doa dan dukungan teman-teman semoga hasilnya juga negatif. hingga saat ini saya tidak merasa ada keluhan,” harapnya saat dihubungi via telepon dan Aplikasi WhatsApp oleh media kominfo Kutai Barat.

Sementara menurut  Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat Ritawati Sinaga, saat di konfirmasi via telepon Siang ini pukul 11.00 Wita. hasil pemeriksaan rapid test itu bukan diagnostik namun hanya untuk screening, seleksi atau pilah antara yang berpotensi atau tidak berpotensi covid-19. Namun yang diagnostik untuk Covid-19 itu adalah real time Polymerase chain reaction ( PCR ) atau (RT-PCR),” jelasnya.

“Terkait salah satu anggota keamanan gugus tugas penanganan Covid-19, Bapak Widodo Satpol PP Kutai Barat tersebut, orangnya sangat proaktif dan sudah mengikuti protokol kesehatan, beliau sudah menjalani pemeriksaan rapid test dan hari ini akan diambil sampel Swabnya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, mudah-mudahan sejak hari ini hingga 10 (sepuluh) hari kedepan sudah ada hasilnya dan negatif, karena sekarang dimana-mana wilayah dan transfortasi pada dilockdown agak lama proses,” harapnya.

Terkait informasi yang beredar di media sosial bahwa ada anggota Satpol PP Kutai Barat yang terindikasi Covid-19 hasil repid tes, Kepala Satpol PP Kutai Barat Nadisius, mengatakan kepada media kominfo, “masyarakat dan anggota Satpol PP Kutai Barat untuk tidak mendahului hasil pemeriksaan kesehatan yang bersangkutan apalagi membuat kesimpulan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Itu semua dapat merugikan semua pihak,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Kasatpol PP Kutai Barat, Beliau itu saat ini sedang mengikuti protokol kesehatan dan dibebas tugaskan sementara waktu untuk jalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil pemeriksaan kesehatannya. untuk anggota lainnya agar tetap melakukan tugas seperti biasa dan terapkan protokol pemerintah seperti ; jaga jarak, pakai masker, jaga kesehatan jika kurang sehat segera melakukan pemeriksaan,’ pungkasnya. Kominfo.

 

Polres Kutai Barat, Bantu Alat Kesehatan Bagi Tenaga Medis.

Polres Kutai Barat, Bantu Alat Kesehatan Bagi Tenaga Medis.

(Kanan) Kapolres Kutai Barat, simbolis menyerahkan bantuan alat kesehatan. Dok Hms Polres. Kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR – SENDAWAR,  Resiko Tenaga Medis menghadapi pandemi Corona Virus Diseace (Covid-19) yang melanda seluruh Dunia dan di Indonesia termasuk Kutai Barat Kepolisian Resor Kutai Barat menyalurkan APD Tenaga Medis serta Vitamin bagi tenaga medis di Rumah Sakit dan Puskesmas. Bantuan berupa 250 APD, 250 Masker, 250 Handsanitizer, dan vitamin baik dalam bentuk obat maupun minuman bergizi. Sebagi bentuk upaya jajaran Polres Kutai Barat bahu-membahu bersama unsur terkait untuk membantu penanganan Covid-19. Kamis, 23 April 2020.

Kapolres Kutai Barat AKBP Roy Satya Putra menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut di serahkan di RSUD HIS dan Puskesmas yang berada di Kecamatan Bongan dan Puskesmas Di Kecamatan Laham Kabupaten Mahakam Ulu.

“Kami sadar betul besarnya resiko pekerjaan teman-teman medis yang berjuang digarda terdepan dalam perang melawan corona ini, kami peduli terhadap keselamatan teman-teman medis sehingga kami berinisiatif untuk sedikit membantu,” ungkap Kapolres yang pernah menjabat sebagai Kapolres Paser tersebut.

AKBP Roy Satya Putra menambahkan bahwa bantuan ini sebisa mungkin disalurkan dan distribusi sudah dilakukan sejak hari rabu kemarin. “Dan sudah diterima langsung oleh masing-masing Kepala Puskesmas dan Direktur RSUD Harapan Insan Sendawar,” terangnya.

Lebih lanjut mengharapkan agar masyarakat dapat membantu Tim Medis dengan berkata jujur tentang riwayat perjalanan dan keadaan kesehatannya. “Tidak perlu takut hal ini bukan hal yang memalukan tetapi ini upaya agar penyebaran tidak begitu meluas dan Kabupaten Kutai Barat bahkan Kabupaten Mahakam Ulu dapat aman terkendali dan nomal seperti biasanya,” pungkasnya. Kominfo Lsr.

Salurkan Bantuan, Bagi  Warga Terdampak Covid-19.

Salurkan Bantuan, Bagi Warga Terdampak Covid-19.

Aktivitas tim relawan bagikan sembako kepada warga di perbatasan. Kominfo Lsr/Mdn.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid 19, agar tidak semakin meluas hingga ke wilayah perbatasan di Kabupaten Kutai Barat, perangkat kampung memanfaatkan dana desa untuk penyemprotan disinpektan, pembagian masker hingga pemberian paket sembako agar warga kampung tetap di rumah.

Dengan melibatkan satuan tugas covid 19 kecamatan bentian besar Kabupaten Kutai Barat dari relawan, unsur TNI dan Polri perangkat kampung Tukuq melakukan penyemprotan disinpektan keseluruh pemukiman warga hingga ke wilayah perbatasan antar provinsi.

Kampung Tukuq adalah salah satu kawasan yang masih steril dari wabah covid 19 di di Kecamatan Bentian Besar Kabupaten Kutai Barat dan kampung ini menjadi jalur transit antar kampung di Provinsi Kalimantan Tengah Dan Kalimantan Timur.  hal inilah yang menjadi pertimbangan, sehingga perangkat kampung melakukan pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran covid 19 dengan cara penyemprotan disinpektan hingga ke wilayah perbatasan dan dengan memamfaatkan anggaran dana desa.

selain penyemprotan disinpektan, warga juga mendapatkan bantuan masker dan paket sembako untuk kebutuhan sehari-hari agar tetap beraktifitas dirumah sehingga wabah virus corona cepat hilang dan kondisi kembali normal.

Kepala Kampung Tukuk Jelti Makapele mengatakan, melalui dana desa pemerintah Kampung Tukuq mengalokasikan dana kampung untuk pencegahan covid 19, seperti pembelian dan membagikan sembako,  masker dan mendirikan posko relawan covid 19, pengadaan APD bagi relawan dan tim medis serta melakukan penyemprotan disinpektan keliling kampung.

“kampung Tukuq adalah satu kampung terpencil dipedalaman Kabupaten Kutai Barat yang berbatas dengan kampung Tambaba Kabupaten Barito Utara Di Provinsi Kalimantan Tengah, dengan jumlah penduduk 33 kepala keluarga dan 117 jiwa,” jelasnya.

 

Rahasiakan Identitas, Untuk Jaga Privasi Dan Dampak Psikologis Pasien Positif Covid-19

Rahasiakan Identitas, Untuk Jaga Privasi Dan Dampak Psikologis Pasien Positif Covid-19

Sekdakab Kutai Barat saat melakukan konferensi pers di Media Center penanganan Covid-19 di Kutai Barat.kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Sekretaris Daerah Kutai Barat kembali mengumumkan sudah 12 (Dua belas) orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 hasil Sweb Test alat polymerase chain reaction (PCR) dari BBLK Surabaya, ada tambahan 1 orang warga positif Covid hari ini berinisial : AS (47). Ke 12 (Dua belas) orang tersebut sebarannya 4 orang dari PKM Bongan, 6 orang dari PKM Melak, 1 orang PKM Sekolaq Darat dan 1 orang dari PKM Damai. Ungkap Sekretaris Daerah Kutai Barat. Di Media Center Penanganan Covid -19 Kutai Barat. Minggu, 26 April 2020 malam Pukul 20.00 Wita.

Lebih lanjut Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur menjelaskan, “ke 12 ( Dua belas) orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini sebarannya ada dibeberapa tempat oleh sebab itu, masyarakat Kutai Barat harus patuhi protokol yang dikeluarkan pemerintah, untuk sementara menghentikan aktivitas keluar masuk wilayah Kutai Barat, kecuali logistik kebutuhan pokok, alat kesehatan, bahan bakar minyak dan keadaan darurat kesehatan,” jelasnya.

jika tinggal didaerah zona merah terpapar Covid-19, kita tidak boleh meninggalkan ataupun mendatangi wilayah tersebut supaya tidak menjadi penyebar wabahnya, namun tetap dirumah, tingkatkan kewaspadaan, menjaga jarak (physical distancing) dengan selalu menggunakan masker bila keluar rumah dan terapkan pola hidup sehat,” tegas Sekdakab Kutai Barat.

Terkait isu dimasyarakat agar identitas dan daerah pasien disebutkan, Kadiskes Kutai Barat Ritawati Sinaga, menanggapi bahwa ada kode etik kedokteran dan protokol penanganan Covid-19, agar merahasiakan identitas pasien, hal tersebut untuk menjaga privasi dan kondisi psikologis pasien dan keluarganya,” tegas Ritawati.

Lebih lanjut Ritawati mencontohkan ada didaerah lain keluarga pasien yang positif tidak bisa berbelanja kebutuhan sehari-hari dan bahkan dikucilkan tidak boleh keluar rumah karena masyarakat sekitarnya tahu dan ditakuti, inikan berdampak kurang baik bagi warga tersebut, oleh karena itu masyarakat juga diminta dukungannya untuk saling menjaga dan mendukung, namun tetap dalam kewaspadaan,” jelasnya

Untuk diketahui hingga Minggu, (26/04) jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 210 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 8, orang tanpa gejala (OTG) 35 orang, selesai pemantauan 163 orang, Proses Pemantauan 47 orang dan pelaku perjalanan sudah mencapai  4.021 orang.  Ke 12 orang Pasien Positif Covid-19, saat ini jalani perawatan dan karantina di Asrama Paskibra dan RSUD HIS.

Semanatara dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan Bentian Besar pelaku perjalanan mencapai 703 orang dan kendaraan masuk sekitar 446 unit. Kominfo.

Sudah 11 (Sebelas) Orang Warga Kutai Barat Terkonfirmasi  Positif Covid-19, Hasil Swab Test Dengan PCR.

Sudah 11 (Sebelas) Orang Warga Kutai Barat Terkonfirmasi Positif Covid-19, Hasil Swab Test Dengan PCR.

(Depan) Sekdakab Kutai Barat saat melakukan konferensi pers di Media Center penanganan Covid-19 di Kutai Barat.kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Sekdakab Kutai Barat kembali mengumumkan 3 orang warga positif Covid-19, hingga Sabtu, (25/04) sudah 11 (Sebelas) orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 hasil Sweb Test alat polymerase chain reaction (PCR) dari BBLK Surabaya, berinisial : KB9 (T), KB10 (D) dan KB11 (MA), kesebelas orang tersebut terdiri dari 4 orang PDP,  4 Orang OTG dan 3 orang ODP. Ungkap Sekdakab Kutai Barat, didampingi Perwakilan polres Kutai Barat, Perwakilan Kodim 0912 Kutai Barat, Asisten I Setdakab Kutai Barat, Kepala Diskes dan Kepala BPBD Kutai Barat. Di Media Center Penanganan Covid -19 Kutai Barat. Sabtu, 25 April 2020 malam pukul 20.00 Wita.

Lebih lanjut Sekdakab Kutai Barat Yacob Tullur menyampaikan, “belajar dari daerah lain agar semua pasien yang positif dan keluarganya harus utamakan kejujuran untuk menceritakan riwayat perjalanan dan orang yang pernah melakukan kontak agar tidak menularkan kepada orang disekitar dan tenaga medis,” terangnya.

“Berdasarkan latar belakang data kesebelas orang tersebut terdapat 4 orang PDP, 4 orang OTG dan 3 orang ODP. Masyarakat Kutai Barat terus tingkatkan kewaspadaan dengan menjaga jarak,  terutama Orang Tanpa Gejala ini, mereka tidak menunjukan gejala dan keluhan namun mereka terpapar covid—19,”  Sekdakab mengingatkan.

Lebih lanjut Sedakab juga menjelaskan tahapan yang dilakukan tim gugus tugas dalam penanganan Covid-19, pemeriksaan Rapid Test 1 dan 2 dilakukan  dengan rentang waktu 7 sampai 10 hari. Jika hasil positif maka akan dilakukan pengambilan sampel swab dari rongga hidung, tenggorokan, darah dan dahak untuk pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan dilakukan secara serial selama 2 hari, jika salah satu hasil sampel menunjukan hasil positif, sekalipun hasil lain menunjukan negatif maka yang diambil adalah hasil yang positif sebagai kesimpulan akhir,” jelasnya.

Kepada seluruh stakeholder masyarakat Kutai Barat ditegaskan, “untuk tidak panik apalagi menyebarkan informasi yang tidak bisa dipastikan kebenarannya, tetap waspada, selalu mengunakan masker jika keluar rumah, selalu menerapkan pola hidup sehat,” pesannya.

Untuk diketahui hingga Sabtu, (25/04) jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 210 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 8, orang tanpa gejala (OTG) 35 orang, selesai pemantauan 158 orang, Proses Pemantauan 52 orang dan pelaku perjalanan sudah mencapai  3.930 orang.  Kominfo.

Warga Kutai Barat Bertambah Tujuh (7) Orang Terkonfirmasi  Positif Covid-19, Hasil Swab Test Dengan PCR.

Warga Kutai Barat Bertambah Tujuh (7) Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19, Hasil Swab Test Dengan PCR.

Wakil Bupati Kutai Barat saat melakukan konferensi pers di Media Center penanganan Covid-19 di Kutai Barat.kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Wakil Bupati Kutai Barat secara resmi mengumumkan 1 orang berinisial (S) Negatif, 4 orang masih menunggu hasil Swab Test dan Hari ini Jum’at (24/04/2020) sudah 7 (tujuh) orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 hasil Sweb Test dengan alat polymerase chain reaction (PCR) rayon kalimantan dari BBLK Surabaya, berinisial 1. KB2 (A), 2. (AN), 3. (SB), 4. (G), 5. (H), 6. (MA), 7. (SN). Total  pasien terkonfirmasi positif (PCR) menjadi 8 orang dengan 1 orang pasien yang sudah jalani perawatan di RSUD HIS Kutai Barat. Ungkapnya, didampingi Perwakilan polres Kutai Barat, Perwakilan Kodim 0912 Kutai Barat, Sekretaris Daerah Kutai Barat saat konferensi pers. Di Media Center Penanganan Covid -19 Kutai Barat. Jum’at, 24 April 2020 malam Pukul 20.00 Wita.

Lebih lanjut Wail Bupati Kutai Barat H. Edyanto Arkan menyampaikan, “dengan adanya peningkatan kasus terkonfirmasi positif  di Kutai Barat, maka dihimbau jangan memberikan stigma negatif kepada para pasien, keluarganya dan wilayah yang memiliki kasus positif, namun harus bersatu dalam memutus mata rantai penyebaran wabah virus ini,” terangya.

“Mari Masyarakat Kutai Barat terus tingkatkan kewaspadaan dengan menjaga jarak,  tidak keluar rumah jika tidak ada yang mendesak, terus galakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), makan makanan bergizi, buah-buahan dan sayur,”  Wakil Bupati mengingatkan.

Lebih lanjut Wakil Bupati menegaskan seluruh stakeholder masyarakat Kutai Barat, yang berada diluar wilayah Kutai Barat untuk tidak kembali atau menunda dulu semetara waktu hingga keadaan sudah aman. demikian juga masyarakat di Kutai Barat dapat menahan diri agar tidak keluar Kutai Barat, mari mendisiplinkan diri, bersatu dan bergotong-royong memutus rantai penyebaran Covid-19 ini dengan bekerja, belajar dan beribadah dari dirumah,” pesan Wakil Bupati.

Untuk diketahui hingga Jum’at (2404/2020) jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 208 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 8, orang tanpa gejala (OTG) 24 orang, selesai pemantauan 157 orang dan Proses Pemantauan 51 orang, dan  pelaku perjalanan sudah mencapai  3.667 orang.  Kominfo.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id