Apresiasi Kepada Pengurus Kampung dan Jajarannya, Atas Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Di Kutai Barat.

Apresiasi Kepada Pengurus Kampung dan Jajarannya, Atas Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Di Kutai Barat.

(Depan) Sekdakab Kutai Barat, memberikan keterangan pers di media center penanganan covid-19 Kutai Barat. kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Sekretaris Daerah Kutai Barat, mengumumkan data penambahan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) 205 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 8, Orang Tanpa Gejala (OTG) 22 orang. Selesai Pemantauan 153 orang dan Proses Pemantauan 50 orang. Data terkonfirmasi positif Covid-19 alat PCR 1 orang.

Semanatara dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan Bentian Besar pelaku perjalanan mencapai 815 orang dan kendaraan masuk sekitar 502 unit, PKM Penyinggahan 38 orang, PKM Long Iram 424 orang, dengan 45 unit kendaraan, total pelaku perjalanan sudah mencapai  3.121 orang.  Di Media Center penanganan Covid-19. Minggu, 19 April 2020.

Sekdakab Kutai Barat Yacob Tullur menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pengurus kampung dan  kelurahan serta jajarannya, yang telah berpartisipasi, mengawasi dan membatasi aktivitas masyarakat yang keluar masuk dalam wilayahnya masing-masing. “Hal ini membuktikan tingkat kesadaran akan kesehatan dan upaya memutus rantai penyebaran covid-19 dimasyarakat sangat baik,” jelasnya

Lebih lanjut dijelaskan Sekdakab “bahkan ada beberapa pengurus kampung telah memberikan bantuan sembako kepada warganya yang memang sangat membutuhkan, sebagai dampak adanya pembatasan aktivitas keluar masuk kampung, sekali lagi terima kasih atas upaya dan inisiatif para pengurus kampung yang memang mereka lebih mengetahui keadaan masyarakatnya,” terang Sekdakab Kutai Barat. Kominfo.

Cegah Penyebaran Covid-19 DI Kutai Barat, Masyarakat Tidak Disarankan Mudik.

Cegah Penyebaran Covid-19 DI Kutai Barat, Masyarakat Tidak Disarankan Mudik.

(Depan) Sekdakab Kutai Barat, memberikan keterangan pers di media center penanganan covid-19 Kutai Barat. kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Sekretaris Daerah Kutai Barat kembali mengumumkan penambahan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) 203 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 8, Orang Tanpa Gejala (OTG) 22 orang. Selesai Pemantauan 153 orang dan Proses Pemantauan 50 orang. Data terkonfirmasi positif Covid-19 alat PCR 1 orang.

Data dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan Bentian Besar pelaku perjalanan mencapai 425 orang dan kendaraan masuk sekitar 863 unit, total pelaku perjalanan sudah mencapai  3.024 orang.  Saat konferensi pers Di Media Center penanganan Covid-19. Sabtu 18 April 2020.

Sekdakab Kutai Barat Yacob Tullur mengatakan, “rekan-rekan dari petugas kesehatan telah lakukan rapid test yang kedua kepada semua keluarga pasien yang terkomfirmasi positif dengan hasil negatif,” jelasnya

Lebih lanjut Sekdakab menjelaskan terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kutai Barat, “akan ada pemeriksaan secara ketat pada posko PKM disemua akses masuk wilayah Kutai Barat bagi semua warga pelaku perjalanan, baik pemeriksaan kesehatan, mengisi formulir data pribadi dan kesediaan keluarganya untuk menyediakan tempat baginya untuk isolasi mandiri selama 14 hari, jika tidak bersedia maka diminta untuk tidak masuk Kutai Barat,” tegas Sekdakab Kutai Barat.

“Terkait upaya tersebut mohon pengertian seluruh masyarakat untuk mengindahkannya, jika tidak mendesak sebaiknya tidak melakukan perjalan mudik untuk sementara waktu demi kebaikan kesehatan bersama,” harapnya. Kominfo.

Wabah Covid-19, Tidak Putuskan Silahturahmi Dengan Sesama.

Wabah Covid-19, Tidak Putuskan Silahturahmi Dengan Sesama.

Keterangan pers di media center penanganan Covid-19 Kutai Barat. Kominfo Lsr.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Masyarakat  harus memahami makna menjaga jarak (physical distancing), Pemerintah Kutai Barat tegaskan jangan menghindari apalagi mengucilkan warga kluster Gowa yang mendominasi  kasus Covid-19 di masyarakat Kutai Barat, namun harus mendukungnya dalam pemulihan dan tetap menjaga jarak fisik. Jum’at, 17 April 2020.

Melansir dari Kompas.com dengan judul “WHO Gunakan Istilah Physical Distancing, Al Jazeera” dalam sebuah konferensi pers harian 20 Maret lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menggunakan istilah physical distancing atau jarak fisik sebagai cara untuk menghindari penyebaran virus corona lebih luas, langkah ini disebut sebagai “arah yang tepat” oleh para ahli. “Social distancing atau jarak sosial terdengar seperti orang-orang harus berhenti berkomunikasi satu sama lain. Sebaliknya, kita harus menjaga sebanyak mungkin komunitas yang dapat dijaga selama melakukan physical distancing atau jarak fisik,” kata Profesor Sosiologi di Universitas Stanford AS Jeremy Freese sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur menuturkan, dalam Konferensi Pers bahwa masyarakat di Kutai Barat khususnya agar tidak  memusuhi atau mengucilkan masyarakat serta keluarga yang terpapar/positif ataupun yang sudah dinyatakan negatif dan dipulangkan untuk jalani karantina mandiri secara ketat dirumah.

“Jangan membenci dan jangan panik, sebaliknya mereka ini harus didukung dalam pemulihannya terutama keluarga terdekatnya, hal ini penting agar imunitas terjaga dan tidak dalam tekanan fisikologis (stres) sebaliknya jika seseorang stres jangankan dalam keadaan sakit orang sehat saja bisa patal karena imunitasnya lemah,” jelasnya usai memberikan keterangan pers di Media Center penanganan Covid-19 Kutai Barat.

Dikatakannya lebih lanjut masyarakat harus tetap bersosialisasi dengan lingkungan dan tetangga dengan tetap disiplin menjaga jarak minimal 2 meter dan selalu mencuci tangan, memakai masker dan selalu utamakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan tidak berkumpul untuk sementara waktu.

“Sosialisasi ini penting selain dalam rangka tetap membangun silahturahmi juga sebagai sarana mengedukasi masyarakat agar dapat memahami dan memberi informasi yang benar terkait penyebaran virus corona ini, jangan mengambil kesimpulan sendiri nanti dapat meresahkan warga,” tutupnya. kominfo Lsr.

Sambut Bulan Ramadhan ASN Muslim Kutai Barat Begikan Bantuan Bagi Lansia.

Sambut Bulan Ramadhan ASN Muslim Kutai Barat Begikan Bantuan Bagi Lansia.

Wakil Bupati Kutai Barat. Simbolis, menyerahkan bantuan kepada lansia. Kominfo Ary.kutaibaratkab.go.id

 KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Ditengah pandemi Covid 19 yang sedang terjadi di Kabpaten Kutai Barat dan menyambut bulan suci ramadhan. Aparatur Sipil Negara (ASN) Muslim Kutai Barat memberikan bantuan sembako dan masker bagi para lanjut usia dibeberapa masjid, musolah dan langgar, antara lain langgar Darusalam Melak Ilir dan masjid Al Ikhlas Kampung Sekolaq Muliaq Kecamatan Sekolaq Darat, yang diserahkan secara simbolis Wakil Bupati Kutai Barat didamping Asisten I Setdakab Kutai Barat dan pengurus persatuan ASN muslim Kutai Barat. Jum’at, 17 April 2020.

Wakil Bupati Kutai Barat H. Edyanto Arkan mengatakan, kita patut bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk dapat menyambut bulan suci Ramadhan, ditengah pandemi yang sedang terjadi di seluruh dunia. Tidak saja berdampak terhadap kesehatan namun ekonomi dan sosial.

“Dalam situasi sekarang kesehatan adalah sesuatu yang sangat mahal oleh karenanya kita harus memelihara kesehatan dengan menjaga prilaku hidup bersih serta mengikuti setiap anjuran pemerintah, demikian juga kita yang sehat ini agar kiranya terus mendoakan saudara-saudara kita baik yang sakit maupan tim medis yang menanganinya,” tambahnya.

“Apa yang telah diberikan secara ikhlas oleh ASN muslim Kutai Barat ini dapat bermanfaat dan menjadi berkah, terkait adanya wabah virus yang menjadi pandemi dunia ini, bapak dan ibu yang sudah usia lanjut ini sangat rentan, mari jaga kesehatan dengan terapkan pola hidup sehat dan bersih, ikuti anjuran pemerintah supaya terhindar dari penyakit Covid-19 ini,” harapnya. Kominfo Ary.

Seorang Pasien Positif Covid-19, Kondisinya Semakin Membaik.

Seorang Pasien Positif Covid-19, Kondisinya Semakin Membaik.

(Depan) Sekdakab Kutai Barat, memberikan keterangan pers di media center penanganan covid-19 Kutai Barat. kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, “Data Tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kutai Barat kembali mengumumkan penambahan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) 202 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 8, Orang Tanpa Gejala (OTG) 22 orang. Selesai Pemantauan 153 orang dan Proses Pemantauan 49 orang, positif hasil rapid test 13 orang, hingga Jum’at (17/4/2020) 1 orang terkomfirmasi positif Covid-19 hasil pemeriksaan Swab tast alat PCR, jalani isolasi di RSUD HIS dan kondisi kesehatannya semakin membaik.

Data dari posko PKM Kampung Jambuk Kecamatan Bongan dan Bentian Besar pelaku perjalanan mencapai 125 orang dan kendaraan masuk sekitar 582 unit, total pelaku perjalanan sudah mencapai  2.838 orang, hal tersebut disampaikan Sekdakab Kutai Barat didampingi perwakilan Forkopimda Kutai Barat dan Kepala Diskes pada konferensi pers di Media Center penanganan Covid-19. Jum’at 17 April 2020.

Sekdakab Kutai Barat mengatakan, “pentingnya kejujuran dari para pasien dalam pengawasan terutama seorang pasien yang positif Covid-19 ini, bagi orang-orang yang dalam beberapa waktu terakhir pernah kontak dengannya dapat terdata untuk dilakukan pemeriksaan minimal rapid test, hal ini penting untuk mengatasi kemungkinan yang lain terpapar Covid-19,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan “sementara untuk keluarga dekatnya saat ini sudah dilakukan rapid test dan semuanya diambil sampel swab untuk diperiksa lebih lanjut. Dan bagi 3 orang yang negatif hasil rapid test dapat disiplin jalani karantina mandiri dirumah selama 14 hari tetap lakukan pola hidup sehat dan menjaga jarak (pysical distancing),” harapnya. Kominfo.

TP PKK Kutai Barat Bantu Sembako Bagi Warga Terdampak Covid-19.

TP PKK Kutai Barat Bantu Sembako Bagi Warga Terdampak Covid-19.

(Dua dari kiri) Ketua TP PKK Kutai Barat, saat serahkan bantuan paket sembako. kominfo Lsr/Mdn. Kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Ditengan wabah covid19 membuat sebagian warga yang kurang mampu sulit untuk mencari nafkah dan semakin merasakan dampaknya, lantaran sebagian dari mereka tidak dapat bekerja bahkan dirumahkan, sehingga kebutuhan akan biaya hidup semakin dirasakan warga, hal ini menggerakan kelompok tim penggerak PKK Kutai Barat untuk menyalurkan bantuan sembako bagi keluarga yang kurang mampu.

Tim penggerak PKK Kutai Barat ini bergerak dibeberapa Kecamatan di Kutai Barat untuk menyalurkan bantuan sembako yang dikhususkan bagi keluarga yang kurang mampu dan membagikan masker bagi warga sebagai upaya perlindungan diri masyarakat dalam berkatifitas.

Dampak wabah covid-19 dibeberapa wilayah di Kutai Barat membuat sebagian warga, ada yang tidak dapat beraktifitas di luar rumah karena khawatir dengan kondisi saat ini, bahkan ada yang dirumahkan lantaran sebagian kegiatan perusahaan tidak dapat beroperesi normal.

Ketua tim penggerak PKK Kutai Barat Yayuk Seri Rahayu mengatakan, pihaknya tergerak untuk menyelurkan bantuan sembako bagi masyakarat kurang mampu, dengan menyalurkan 50 paket sembako bagi masyakaraat kurang mampu dibeberapa Kecamatan di Kutai Barat.

“Wabah virus corona cukup berdampak pada ekonomi masyarakat apalagi masyarakat kurang mampu sehingga tergerak untuk membantu masyarkaat  dibeberapa kecamatan terutama yang kurang mampu berupa paket sembako,” terangnya.

Salah satu warga Ngewai menyebut kegiatan ini cukup membantu masyarkarat dalam memenuhi kebutuhan mereka ditengah wabah covid19 ini, apalagi saat ini dirinya dirumahkan dampak dari covid-19 ini.  “Keadaan wabah ini kami khawatir dan takut tertular, beryukur ada bantuan dari PKK ini, bantuan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami, apalagi diminta dirumah aja menghindari virus ini,” ungkap Ngewai.

Bantuan ini akan terus di berikan dengan total bantuan sebanyak seribu paket sembako sehingga di harapkan dapat membantu kebutuhan pangan bagi masyarkaat kurang mampu. Kominfo Lsr/Mdn

TP PKK Kutai Barat, Salurkan Bantuan APD Bagi Tenaga Medis.

TP PKK Kutai Barat, Salurkan Bantuan APD Bagi Tenaga Medis.

(Dua dari Kiri) Ketua TP PKK Kutai Barat, simbolis serahkan bantuan APD bagi tenaga medis. kominfo Lsr/Mdn.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Kebutuhan akan alat pelindung diri bagi tenaga medis kian sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan alat pelindung diri (APD) hampir di seluruh puskesmas di Kutai Barat, beberapa kelompok masyakarat kini telah tergerak untuk memberikan bantuan APD bagi tenaga medis. Diantaranya TP PKK Kutai Barat dengan berkeliling Puskesmas untuk memberikan bantuan kepada para tenaga medis mengingat semakin tinggi kebutuhan akan APD namun ketersediaannya terbatas. Rabu, 15 April 2020.

Ketua Tim Penggerak PKK Kutai Barat Yayuk Seri Rahayu menyebut kegiatan ini merupakan kepedulain PKK terhadap tim medis yang bekerja digarda terdepan untuk menangani covid19, sehingga dengan bantuan yang diberikan akan membantu tim medis dalam bekerja.

“ Kami ikut tergerak untuk memberikan bantuan bagi tenaga medis, di 5 puskesmas. Yakni puskesmas Jambuk Bongan, Puskesmas Melak, Puskesmas Tering, Puskesmas Bentian Besar, Dan Puskesmas Barong Tongkok,”jelasnya.

Kebutuhan akan APD dalam menangani covid 19 menjadi hal utama untuk melindungi tenana medis saat bekerja sehingga APD di Puskesmas yang lakukan pemeriksaan pertama menjadi kebutuhan pokok bagi tim medis, apalagi stok APD yang ada terbatas dan dengan wabah covid19 ini selain APDnya sulit di dapatkan, harganya juga mahal sebagian anggaran puskesmas dialihkan untuk pembelian APD namun itupun masih terbatas.

Kepala Puskesmas Tering Wilhelmina mengatakan, di Puskesmas Tering memang membutuhkan APD karna  harus menyisihkan dari pengadaan lain, dengan adanya bantuan dari PKK ini sangat terbantu.

“Kami berterima kasih kepada TP PKK Kabupaten yang memberikan perhatian kepada kami, APD ini sangat minim sehingga beberapa pengadaan sudah diarahkan untuk pengadaan APD karena kondisi ini tidak pernah kami duga bahwa akan ada wabah covid19, dengan bantuan ini cukup membantu kami tim medis,” ungkap wilhelmina.

Bantuan yang disalurkan ini, diberikan kepada 5 Puskesmas berupa 10 paket baju pelindung diri untuk setiap puskesmas, handseniteser, masker dan pelindung wajah. Bantuan ini bersumber dari anggaran PKK dan sumbangan dari Donatur.

Satu (1) Warga Kutai Barat Terkonfirmasi  Positif Covid-19, Hasil Swab Test Dengan PCR

Satu (1) Warga Kutai Barat Terkonfirmasi Positif Covid-19, Hasil Swab Test Dengan PCR

Bupati Kutai Barat saat melakukan konferensi pers di Media Center penanganan Covid-19 di Kutai Barat.kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kutai Barat kembali memperbaharui datanya, Kamis (16/4/2020). Satu (1) orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 hasil Swab Test dengan alat PCR (polymerase chain reaction) rayon kalimantan di BBLK Surabaya, dari 10 orang kasus positif hasil rapid test di Kutai Barat, yang semula 13 orang namun hasil rapid test kedua hari ini 3 orang dinyatakan negatif dan dipulangkan untuk isolasi mandiri. Sementara 9 orang lainnya masih dikarantina di Asrama Paskibra Dispora.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Kutai Barat, didampingi Wakil Bupati, Kapolres Kutai Barat, Perwakilan Kodim 0912 Kutai Barat, Sekretaris Daerah Kutai Barat saat konferensi pers. Di Media  Center Penanganan Covid -19 Kutai Barat. Kamis,16 April 2020 malam Pukul 20.30 Wita.

Lebih lanjut Bupati Kutai Barat FX Yapan menyampaikan, “Masyarakat Kutai Barat diharapkan dapat tingkatkan kewaspadaan dan kesadaran yang tinggi dari seluruh masyarakat, terutama keluarga, teman handaitaulan kluster Itjima Gowa untuk dapat memeriksakan diri di PKM terdekat jika pernah bersama dengan pasien positif Covid-19 pertama ini,” harap Bupati.

Lebih lanjut bupati mengingatkan seluruh stakeholder masyarakat  Kutai Barat, untuk mendisiplinkan diri, bersatu dan bersama-sama mengatasi dan memutus ratai penyebaran Covid-19 ini, jika masyarakat mengabaikan ini kita akan kesulitan menghentikan wabah di Kutai Barat,” harapnya. Kominfo.

Bantuan Bagi Masyarakat Kutai Barat Terdampak Covid-19.

Bantuan Bagi Masyarakat Kutai Barat Terdampak Covid-19.

Wakil Bupati Kutai Barat, simbolis saat terima Bantuan di media center penanganan covid-19 Kutai Barat. kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Terima kasih kepada lembaga keuangan Bank Kaltimtara Cabang Kutai Barat dan Bank BRI Sendawar yang telah berkolaborasi dengan pemerintah Kutai Barat untuk bersama-sama membantu mengatasi penanganan wabah Covid-19 di Kutai Barat berupa dana tunai, sembako dan peralatan kesehatan, hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Kutai Barat usai terima bantuan secara simbolis didampingi Forkopimda Kutai Barat, Asistes II Setdakab Kutai Barat, Kepala Diskes dan Direktur RS HIS pada konferensi pers di Media Center penanganan Covid-19. Kamis, 16 April 2020.

Wakil Bupati Kutai Barat H Edyanto Arkan mengatakan, Terima kasih kepada Bank Kaltimtara dan Bank BRI Sendawar yang telah berpartisifasi dengan masyarakat dan pemerintah Kutai Barat, dalam suasana darurat seperti ini, semoga semangat membantu dan bergotong-royong seperti ini terus muncul dimasyarakat kita,” harapnya.

Lebih lanjut Wabup menyampaikan, Pemerintah Kutai Barat sangat mengapresiasi setiap bentuk bantuan yang diberikan semua pihak, kontribusi tersebut wujud kepedulian yang tinggi bagi penderita, masyarakat yang terdapak Covid-19 dan para petugas digugus depan terutama kepada anggota unsur TNI & Polri dan para Dokter serta Perawat yang penuh dedikasi telah berjuang  hingga saat ini.

Dalam kesempatan tersebut secara simbolis Bank Kaltimtara Cabang Kutai Barat menyerahkan dana tunai senilai dua puluh (20) juta rupiah sementara Bank BRI Sendawar menyerahkan 200 paket  bantuan sembako dan 1000 lebar masker. Kominfo.

Hasil Rapid Test Kedua, 3 Orang Warga Karantina Khusus, Negatif Covid-19.

Hasil Rapid Test Kedua, 3 Orang Warga Karantina Khusus, Negatif Covid-19.

Wakil Bupati Kutai Barat, saat konferensi pers di media center penanganan covid-19 Kutai Barat. kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, “Tiga (3) orang warga kluster Gowa yang jalani karantina khusus di Sekretariat Kwarcab Pramuka Kutai Barat dinyatakan negatif Covid-19, hasil pemeriksaan menggunakan rapid test kedua, ungkap Wakil Bupati Kutai Barat didampingi Forkopimda Kutai Barat, Asistes II Setdakab Kutai Barat, Kepala Diskes dan Direktur RS HIS pada konferensi pers di Media Center penanganan Covid-19. Kamis, 16 April 2020.

Wakil Bupati Kutai Barat H Edyanto Arkan mengatakan, ketiga orang yang dinyatakan negatif hasil rapid test langsung dipulangkan untuk jalani karantina mandiri dirumah selama 14 hari dan dipantau terus oleh petugas PKM, ini diperlukan untuk penyembuhan yang optimal,” terangnya.

“Sementara kepada masyarakat Kutai Barat untuk tetap lakukan pola hidup sehat, menjaga jarak (pysical distancing), tetap bekerja dirumah dan mengikuti ajuran pemerintah agar tidak terjangkit Covid-19,” Wabup berpesan.

Data perhari ini Kamis (16 April 2020) dari Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kutai Barat mengumumkan ODP 200 orang, Selesai pemantauan 152 orang dan Proses pemantauan 48 orang PDP 8, Orang tanpa gejala (OTG) 9 orang. Hingga hari Kamis (16/04/2020) warga positif covid-19 hasil rapid test di Kutai Barat masih berjumlah 13 orang.

Diketahui hingga Kamis (16/4/2020) melalui posko Covid-19 di UPT Puskesmas Kampung Jambuk Kecamatan Bongan, Bentian Besar dan Penyinggahan sekitar 981 orang dan pelaku perjalanan mencapai 2.693 orang dan kendaraan masuk sekitar 594 unit. Kominfo.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id