Kerahkan Ratusan Personil, Laksanakan Ops Ketupat Mahakam 2021

Kerahkan Ratusan Personil, Laksanakan Ops Ketupat Mahakam 2021

(Kiri) Wakil Bupati Kutai Barat, foto bersama dengan Kodim 0912KBR dan Kapolres Kutai Barat. Foto: Hms Polres Kutai Barat

KOMINFOKUBARSENDAWAR, Dalam rangka mewujudkan ketertiban dan keamanan  masyarakat jelang hari raya idul fitri 1442 Hijriyah di Kabupaten Kutai Barat ratusan personil gabungan yang akan melakukan Operasi Ketupat Mahakam 2021, disiagakan selama 12 hari mulai (6-17) Mei 2021 mendatang.

Para personil yang akan disiagakan tersebut berasal dari 100 anggota Kepolisian Resor (Polres) Kutai Barat, 100 anggota TNI Komando Distrik Militer (Kodim) 0912/KBR, 100 anggota gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Ini merupakan perintah dari Mabes Polri yang setiap tahun dilaksanakan, tetapi untuk tahun ini dilaksanakan agak berbeda karena masih pandemi Covid-19. Selain melakukan sosialisasi protokol kesehatan, para anggota juga wajib terapkan dan lakukan sesuai prosedur tetap yang dianjurkan,” ungkap Kapolres Kutai Barat AKBP Irwan Yuli Prasetyo. Rabu (05/05).

Diungkapkan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya yang dibacakan Kapolres Kutai Barat menginstruksikan, agar pada Ops Ketupat Mahakam 2021 ini selain menjaga keamanan dan ketertiban juga dapat menggerakkan 5 hal yakni; pengawasan Protokol Kesehatan (Prokes), Pengecekan Dokumen Penumpang,  Rapid Test Antigen secara acak, melakukan penertiban terhadap kerumunan dan pembagian masker.

Memedomi Surat Telegram Kapolri tentang upaya mencegah terjadinya peningkatan penyebaran Corona Virus Diseace (Covid 19) menjelang hari raya idul fitri yakni; mendirikan posko terpadu, lakukan koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid 19, Lakukan patroli gabungan secara periodik, berlakukan one gate system dan melakukan upaya penegakan hukum prokes kesehatan serta melakukan penertiban kerumunan berupa sangsi dan teguran guna menertibkan masyarakat.

“Siapkan fisik dan mental, tingkatkan kewaspadaan, lakukan tugas dengan profesional, utamakan kerjasama dan koordinasi serta pastikan petugas telah melaksanakan program vaksinasi sebanyak 2 kali,” beber Kapolri.

Melalui kegiatan ini, selain meningkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada warga yang melaksanakan ibadah dibulan Suci Ramadhan dan  imbauan untuk tidak mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Selain itu, juga mensosialisasi sekaligus untuk menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya Covid-19 atau virus corona baru.

Ditambahkan AKBP Irwan Yuli Prasetyo bahwa di Kabupaten Kutai Barat sendiri ada 15 pos pengamanan yang tersebar diseluruh kecamatan dan 3 bagian pengamanan yakni ditempat-tempat umum, pengamanan pos terpadu dipelabuhan dan pos penyekatan di 2 Kecamatan yakni Kecamatan Bongan dan Kecamatan Bentian Besar.

“Saya tekankan agar mengedepankan protokol kesehatan agar betul-betul dilakukan. Karena kita sebagai contoh dan teladan kepada masyarakat. Sehingga kita harus memberikan contoh yang terbaik kepada masyarakat dan masyarakat melihat kita sudah melaksanakannya,”pungkasnya.

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Sebanyak 918 Pegawai Perangkat Daerah Ikuti Vaksin Covid 19

Sebanyak 918 Pegawai Perangkat Daerah Ikuti Vaksin Covid 19

Kegiatan Vaksinasi Covid-19 dilingkungan pegawai dilingkungan pemerintah daerah Kutai Barat. Foto: Firdaus (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat melalui Dinas Kesehatan Kutai Barat melaksanakan vaksinasi Covid-19 dibeberapa Perangkat daerah (PD) dilingkungan pemerintah Kutai Barat, pencanangan vaksinasi tersebut merupakan tahap pertama bagi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai non ASN. Rabu, (5/5).

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, Ritawati Sinaga mengatakan, vaksinasi tahap pertama ini diikuti pegawai dari Badan Penelitian dan Pengembangan Wilayah, Badan Pusat Statistik, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Ketahanan Pangan, Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dinas Sosial, Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, Paskibra, Dinas Arsip, Dinas Perijinan dan Pelayanan Satu Pintu dan Badan Pertanahan sebanyak 981 Orang dan yang melaksanakan vaksinasi dari Puskesmas Melak, Sekolaq Darat, Linggang Bigung dan Gunung Rampah.

“Vaksin tahap kedua dilakukan pada tempat yang sama 28 hari kemudian sesuai dengan ketentuan Kementrian Kesehatan berbeda dengan vaksin sebelumnya yang berjarak 14 hari setelah vaksin pertama. Untuk perangkat daerah yang belum melakukan Vaksin Dinkes akan melakukan penjadwalan kembali setelah Hari Raya Lebaran,”jelasnya.

Kadiskes Kutai Barat mengimbai kepada masyarakat, jangan lengah dan tetap melaksanakan protokol kesehatan 5 M dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan menjaga jarak.

Vaksinasi merupakan Ikhtiar kita, untuk lansia supaya bisa dilakukan vaksinasi, jika ada yang membawa dua orang lansia berumur 60 tahun maka Dinkes akan memberikan Bonus vaksinasi kepada yang membawa dengan catatan berumur diatas 18 tahun,” tambahnya.

“Meskipun sudah divaksin bukan berarti diri kita sudah bebas, vaksin ini untuk melindungi diri kita jika terpapar covid-19 tidak terlalu parah dan menimbulkan kematian, dan tetap menjaga kesehatan dan kurang aktifditas diluar rumah jika tidak terlalu penting,” pungkasnya.

Penulis: Firdaus. Editor: Hermanto

Minimalisir Potensi Gangguan Kamtibmas, Laksanakan Ops Ketupat Mahakam 2021

Minimalisir Potensi Gangguan Kamtibmas, Laksanakan Ops Ketupat Mahakam 2021

(Kiri) Wakil Bupati Kutai Barat, simbolis sematkan pita kepada anggota tandai mulai dilaksanakannya Ops Ketupat Mahakam 2021. Foto: Hms Polres Kutai Barat.

 KOMINFOKUBARSENDAWAR, Mulai Kamis, (06/05), Kepolisian Resor (Polres) Kutai Barat laksanakan Operasi Ketupat Mahakam 2021 selama 12 hari dalam  rangka mewujudkan ketertiban dan keamanan  masyarakat jelang hari raya idul fitri 1442 Hijriyah. Operasi ketupat mahakam sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) penanganan Corona Virus Diseace (Covid 19) Nomor 13 Tahun 2021 Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan mengatakan, Ops ketupat mahakam 2021 ini bertujuan untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan serta stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, pencegahan arus mudik dan balik, potensi bencana alam dan gangguan keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta terorisme.

“Dalam rangka meminimalkan klaster-klaster kasus Covid 19 tidak meningkat menjelang hari raya, maka dilaksanakan Ops ketupat mahakam 2021 mulai besok (Kamis, 6-17 Mei 2021). Untuk posko di Kabupaten Kutai Barat kita kondisikan di jalan poros Jempang, Muara Lawa, Siluq Ngurai, Jengan Danum dan Bongan,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan pada Apel Ops Ketupat 2021 di Halaman Polres Kutai Barat.

Dalam imbauannya,  seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Barat agar dapat  mentaati peraturan yang ada agar tidak terjadinya klaster mudik di Bumi Tanaa Purai Ngeriman ini. Mari bersama-sama memerangi angka penularan agar kita segera terbebas dari pandemi ini. “Mari bersama-sama  mentaati aturan-aturan dan imbauan melalui surat edaran yang telah diterbitkan agar kita bersama saling menjaga keamanan dan ketertiban dalam masyarakat,” jelasnya.

Wakil Bupati mengharapkan agar bersama-sama saling mengingatkan dan menjadi contoh didalam masyarakat untuk disiplin dalam Protokol Kesehatan (Prokes) di Kabupaten Kutai Barat pada khususnya dan di Provinsi Kaltim pada umumnya. “Atas nama Pemerintah Daerah saya mengucapkan terimakasih, tetap semangat dalam melaksanakan tugas penjagaan dengan tertib,”pungkasnya.

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Masih Dalam Pandemi Covid-19, Laksanakan Program Guru Kunjung/Jalan Dan Kubar Jaji

Masih Dalam Pandemi Covid-19, Laksanakan Program Guru Kunjung/Jalan Dan Kubar Jaji

Bupati Kutai Barat, Saat diwawancarai media. Foto: Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Tingkatkan mutu pendidikan dikondisi Pandemi Corona Virus Diseace (Covid 19), Momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021, dengan tema, ‘Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar’. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) upayakan program guru kunjung/jalan dan Kubar Jajie demi tetap terlaksananya pendidikan di Kabupaten Kutai Barat.

Bupati Kutai Barat FX Yapan menyampaikan, Situasi pandemi tidak menyurutkan langkah untuk meningkatkan mutu pendidikan, kegiatan pendidikan harus tetap berjalan dalam membangun kecerdasan bangsa. Apalagi kondisi Kutai Barat yang masih banyak kendala khususnya diwilayah tertentu belum terjangkau jaringan teknologi informasi seperti; akses internet.

“Seperti yang kita ketahui, kondisi jaringan internet dan seluler di Kutai Barat memiliki kendala tersendiri. Selama pandemi, kegiatan pembelajaran tatap muka harus ditiadakan dan diganti dengan pembelajaran jarak jauh secara daring. Namun tidak semua wilayah disini yang bisa melakukan metode daring tersebut,” tegas Bupati. Selasa (4/05).

Lebih lanjut dijelaskannya  keterbatasan dan kendala tersebut, dalam kegiatan pendidikan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman ini, pemerintah terus mencari cara dan langkah nyata melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Barat, seperti program yang diberi nama guru kunjung/jalan.

Program ini pun sudah dilakukan dan dijalankan untuk bisa terus menjaga mutu pendidikan didalam kondisi pandemi Covid-19. “Ada program guru kunjung atau guru jalan bagi wilayah yang memang belum terjangkau akses internet yang kita jalankan. Semoga dengan program ini bisa membantu meningkatkan dan menjaga mutu pendidikan dalam kondisi pandemi,” tambahnya.

Disampaikan oleh Kepala Disdikbud Kutai Barat Silvanus Ngampun, adanya program guru kunjung/jalan, merupakan upaya agar kegiatan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik, pendidikan anak-anak dapat terpenuhi dan anak didik dapat melaksanakan kewajibannya dalam belajar.

“Karena pembelajaran tidak bisa dilaksanakan secara daring, maka dapat dilaksanakan secara luring. Pembelajaran secara luring dilakukan dengan pemberian tugas yang diantar kerumah siswa. Selain itu juga merupakan tugas para guru dapat berkunjung kerumah siswa untuk memantau dan mendampingi siswa, ini yang dikatakan guru kunjung/jalan,” terang Kadisdik.

Disampaikanya lebih lanjut bahwa program guru kunjung/jalan dan program Kubar Jaji ini sudah lama berjalan, yang mana program tersebut untuk tingkat SD dan SMP. Dan telah bekerjasama dengan RRI Sendawar.

“Saat ini kami juga ada program Kubar Jaji yakni pengajaran secara live dimana siswa dan guru dapat berinteraksi. Pelaksanaan pembelajaran melalui  Kubar Jaji untuk jenjang SD hari Senin dan SMP hari Kamis dapat diakses melalui zoom, Chanel YouTube Kubar Jaji dan RRI Sendawar,” pungkasnya.

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Antisipasi Covid -19, Pemerintah Pusat Dan Daerah Bangun Sinergitas

Antisipasi Covid -19, Pemerintah Pusat Dan Daerah Bangun Sinergitas

Rapa Koordinasi Penanganan Covid-19, dengan Kementrian Terkait. Foto: Aryo (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat ikuti rapat dengan Kementrian Dalam Negeri terkait upaya penanganan dan penegakan disiplin protokol kesehatan. Rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri melalui aplikasi zoom meeting, juga diikuti oleh beberapa kementrian sebagai narasumber antara lain Kementrian Agama, Kementrian Perhubungan, BNPB, Kementrian Kesehatan, TNI dan Polri, seluruh Gubernur beserta Bupati dan Walikota se-Indonesia. Di ruang rapat koordinasi Setdakab Kutai Barat. Senin (3/05).

Menteri Dalam Negeri Tito karnavian menyampaikan, beberapa point penting terkait penegakan protokol kesehatan, seperti; kegiatan tahunan masyarakat Indonesia yang akan merayakan lebaran, terutama kegiatan mudik dan kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan seperti malam takbiran hingga sholat idul fitri, hal ini perlu diantisipasi.

Sesuai arahan bapak presiden sehingga Kementrian Dalam Negeri perlu menggelar rapat bersama dengan kementrian terkait dan pemerintah daerah sebagai ujung tombak kebijakan teknis dan didaerah. Selanjutnya berkaca dari kejadian di India, adanya terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 yang diakibatkan oleh ritual keagamaan yang tidak mengindahkan protokol kesehatan. “Tentunya hal semacam itu hendaknya kita antisipasi, dalam menyikapi hal ini pemerintah daerah dapat satu bahasa dengan apa yang disampaikan oleh pemerintah pusat,” jelasnya”

Terkait Kebijakan pemerintah pusat, Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat Ayonius mengatakan, pemerintah Kutai Barat, telah melakukan rapat koordinasi, dan akan segera menerbitkan imbauan. Sesuai arahan Bupati Kutai Barat, tentunya sejalan dengan intruksi bapak presiden. “Selanjutnya perangkat daerah teknis seperti; dinas kesehatan, dinas perhubungan, satpol PP dan jajaran TNI dan Polri dapat menjalankan intruksi dan kebijakan tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, peran aktif masyarakat dapat terus meningkatkan kesadaran diri masing-masing dalam menjalankan kegiatan sehari-hari maupun dalam menyongsong hari raya idul fitri ini. “Biarpun kita membuat aturan jika kesadaran masyarakat masih rendah, maka akan sulit untuk menekan angka terkonformasi covid-19 ini,” tegasnya.

“Pemuka-pemuka agama di Kutai Barat dapat mensosialisasikan arahan menteri agama, seperti; lebih mandahulukan hal-hal yang bersifat wajib dari pada yang bersifat sunah, kemudian jika melakukan shalatid di musola atau masjid hendaknya mengatur jumlah jamaah tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas tempat ibadah tersebut,”ungkapnya.

“Seperti yang telah kita ketahui bersama lonjakan kasus covid-19 yang melanda dunia dalam beberapa minggu terahir ini, terlihat mulai menunjukan peningkatan kembali akibat mulai dilonggarkanya berbagai kegiatan masyarakat, angka kasus terkonfirmasinya Covid-19, sehingga pemerintah; baik pusat dan daerah harus segera megantisipasi,” ungkap Sekdakab Kutai Barat.

Kemudian Berdasarkan data kementrian kesehatan dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kasus covid-19 di Indonesia dan terdapat beberapa wilayah yang menunjukan peningkatan yang signifikan ini tentunya akan barbahaya jika tidak diambil tindakan yang cepat. “Sehingga pemerintah pusat mengintruksikan agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan dan kebijakan yang tentunya sejalan dengan pemerintah pusat salah satunya seperti anjuran untuk tidak mudik,” pungkasnya.

 

Penulis: Aryo, Editor : Hermanto

Kesiapsiagaan Dan Solidaritas, Peringati Hari Buruh Sedunia Dengan Operasi Yutisi

Kesiapsiagaan Dan Solidaritas, Peringati Hari Buruh Sedunia Dengan Operasi Yutisi

Kegiatan Apel Gabungan di Mapolres Kutai Barat. Foto: Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Memperingati Hari Buruh Sedunia, Kepolisian Resor (Polres) Kutai Barat mengelar apel gabungan dan patroli skala besar dalam rangka mengantisipasi Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kegiatan Apel gabungan tersebut diikuti personil TNI Kodim 0912/KBR, Polri Polres Kutai Barat dan personil  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Daerah Kutai Barat.

Selaku Inspektur upacara Kepala Polres Kutai Barat AKBP Irwan Yuli Prasetyo mengatakan, Hari Buruh Nasional (May Day) 1 May 2021 dilaksanakan apel gabungan dalam rangka kesiapsiagaan, solidaritas, sinergitas personel demi terciptanya rasa aman, nyaman dan kondusif dalam mencipta kondisi pengamanan di Kabupaten Kutai Barat.

“Usai upacara apel gabungan, dilanjutkan Operasi Yutisi dan patroli dalam skala besar dengan sasaran obyek vital dan tempat keramaian,” ungkap Kapolres dihalaman  Mapolres Kutai Barat.

Lebih lanjut dijelaskannya, adapun sasaran Operasi Yutisi yakni di wilayah Kecamatan Melak dan wilayah Kecamatan Linggang Bigung, yang bertujuan untuk mensosialisasikan Protokol Kesehatan (Prokes) untuk menekan kasus terkonfirmasi Corona Virus Diseace (Covid-19).

“Saya ucapkan terimakasih kepada semua personel baik TNI-POLRI dan Satpol PP yang telah melaksanakan kegiatan ini, dan mengimbau kepada masyarakat untuk dapat patuh dalam aturan dan mengikuti prokes penanganan Covid-19,” pungkasnya Kapolres.

 

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Rakor Penanganan Covid-19 Di Kutai Barat

Rakor Penanganan Covid-19 Di Kutai Barat

(Dua dari kanan) Bupati Kutai Barat, saat pimpin rakor penanganan Covid-19 di Kutai Barat. Foto: Dhea (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Masih meningkatnya penyebaran Corona Virus Diseace (Covid 19) di Kutai Barat, Bupati Kutai Barat dan Wakil Bupati Kutai Barat didampingi Dandim 0912/KBR, dan Kapolres Kutai Barat, mengadakan rapat koordinasi penanganan covid-19 secara virtual melalui zoom meeting yang diikuti oleh seluruh Kecamatan, Keluarahan dilingkungan Kabupaten Kutai Barat. Di Gedung Aji Tulur Jejangkat. Jumat, (30/4)

Rakor yang dipimpin Bupati Kutai Barat FX Yapan menyampaikan beberapa hal penting yang harus dievaluasi terkait penyebaran Covid-19 di Kutai Barat, yang masih saja terus meningkat di masyarakat, diantaranya adalah harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, meningkatkan kewaspadaan, dan terus mengingatkan agar mengurangi mobilitas dan aktivitas dari luar wilayah Kutai Barat.

Lebih lanjut Bupati Kutai Barat menjelaskan, terkait kebijakan pemerintah adanya pembatasan kegiatan milir dan mudik tidak diperbolehkan, harus disikapi dengan baik, karena ini merupakan upaya agar semua warga negaranya sehat dan dapat diatasi pandemi. “Selagi masih bisa daring, lakukan silahturahmi dari sana, hal ini untuk menghindari melonjaknya kasus covid-19 di Kutai Barat,”

“Terkait aktivitas keagamaan sudah ada pula surat edaran Mentri Agama disana ada pembatasan jumlah kapasitas umat beribadah, baik di Mushola maupun Masjid hanya boleh sebesar 50% dan jarak antar umat dalam melaksanakan ibadah akan diatur sesuai dengan ketentuan pelaksanaannya,” tambahnya mengingatkan.

Terkait upaya yang dapat dilakukan dalam penanganan covid-19 yaitu, diantaranya adalah meningkatkan peran seluruh Kepala Desa/Kampung; agar dapat melakukan sosialisasi secara masif agar warga masyarakatnya disiplin menerapkan protokol kesehatan, melakukan koordinasi dan memantau masyarakat yang datang maupun yang keluar dari wilayahnya.

“Nanti Pemerintah Daerah akan sidak ke Kampung-kampung, untuk melihat upaya dari tiap wilayah baik di Kecamatan maupun kampung dan akan diberikan reward kepada kampung terbaik dalam penanganan wabah covid-19 ini,” tegasnya.

Upaya-upaya penanganan tersebut berupa; memperketat pengawasan ruang publik, sinergitas dalam menegakkan aturan dan ketegasan bagi pelanggaran protokol kesehatan (prokes), larangan mudik dan pembatasan perjalanan lintas wilayah, upaya mensosialisasikan secara masif protokol kesehatan, seperti disiplin menerapkan 4M (Memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumuman, dan menjaga jarak).

Dalam laporannya Kepala Dinas Kesehatan Ritawati Sinaga menyampaikan, untuk Kutai Barat keseluruhan dari tahun 2020 sampai sekarang per April 2021 kasus yang terkonfirmasi sebanyak 3.298 orang dan ini semakin melonjak naik pada bulan Maret tahun 2021 terjadi lonjakan sangat tinggi kasus kematian mulai dari bulan Januari 2021 dari hasil analisa tren peningkatan selama tiga hari kasus masih turun naik.

“Dari data perkembangan kasus Covid-19 dimasyarakat, yang sembuh sebanyak 2.845 orang menurut persentase sekitar 86,26%, daerah yang masih zona kuning di Kutai Barat antara lain; Kecamatan long Iram, Penyinggahan, Muara Pahu dan Bentian besar,” jelasnya.

“Terkait upaya yang telah dilakukan antara lain vaksinasi, yang sudah mencapai target sasaran kumulatif 41,7% (dosis I) untuk cangkupan petugas public yang divaksin sebanyak 89,5% hal ini paling tinggi di Kalimantan Timur,” pungkasnya.

Penulis: Dhea, Editor: Hermanto

Bangun Sinergitas Dengan Stakeholders, Melalui Kegiatan Buka Puasa Bersama

Bangun Sinergitas Dengan Stakeholders, Melalui Kegiatan Buka Puasa Bersama

(Tiga Dari Kanan) Bupati Kutai Barat, Saat Buka puasa bersama Forkopimda. Foto: Aris (HMS36-Setdakab Kutai Barat)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Selain memutus mata rantai Corona Virus Diseace (Covid 19) dengan terus menerapkan protokol kesehatan, Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat periode 2021-2024, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Barat untuk peduli terhadap lingkungan melalui gerakan gotong royong membersihkan parit dan pekarangan.

Masih dalam kondisi pandemi, masyarakat diingatkan untuk tetap patuhi protokol kesehatan untuk mengurangi bahkan menghentikan penyebaran covid-19 di wilayah Kutai Barat, “Mari bekerjasama terus menerapkan protokol kesehatan, dan galakkan kegiatan gotong royong dengan membersihkan saluran parit yang buntu. Karena masyarakat juga memiliki peranan penting untuk mendukung dan mendorong percepatan pembangunan di wilayah Tana Purai Ngeriman ini,” Ungkapnya dalam gelar buka puasa bersama dengan Perangkat Daerah dan Forkopimda serta Tokoh Agama dan Masyarakat.

Saat menyampaikan arahan Bupati Kutai Barat FX.Yapan mengingatkan, saat ini selain berupaya penanganan dan penanggulangan penyebaran Covid-19, Pemerintah Kutai Barat juga memfokuskan terhadap pemulihan ekonomi, yakni berupaya menyalurkan bantuan tepat sasaran. Dan diharapkan sinergitas antara pemerintah Forkopimda dan masyarakat dapat lebih kuat.

“Besar harapan saya, bukan hanya peningkatan pembangunan infrastruktur saja tetapi perekonomian masyarakat pun meningkat. semoga dengan bulan puasa ini membawa kebaikan, kesabaran, ketabahan, keamanan, ketertiban dan kedamaian dapat tercipta di Bumi Tanaa Purai Ngeriman,” ucapnya di Gedung Aji Tulur Jejangkat(ATJ), Rabu, (28/04) petang.

Kemudian ditambahkan oleh Wakil Bupati H. Edyanto Arkan mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang masih mempercayakan untuk memimpin Kutai Barat untuk yang kedua kalinya.

“Kami akan terus berupaya untuk mensukseskan program 100 kerja terutama pemulihan ekonomi dan penanganan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. dan bersama Perangkat daerah terkait akan terus berupaya memperkuat layanan kepada masyarakat, semoga kami bisa mengemban amanah yang dipercayakan kepada kami, dan terima kasih selama 5 tahun di periode pertama sudah turut serta mengawasi baik pembangunan dan pelayanan masyarakat,” pungkasnya.

Acara buka puasa bersama yang diawali dengan sambutan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat, dilanjutkan tausiah ramadhan dan doa oleh Kepala Kemenag, buka puasa dan Sholat Magrib berjamaah dipimpin Ketua Mui Kutai Barat, dan ditutup dengan Makan bersama.

Penulis: HMS36/Lilis, Editor: Hermanto

Tangani Covid-19, Dengan Mengaktifkan Posko Kampung

Tangani Covid-19, Dengan Mengaktifkan Posko Kampung

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kecamatan Nyuatan. Foto: Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kecamatan Nyuatan memberikan mengimbau kepada seluruh Kepala Desa/petinggi se-Kecamatan Nyuatan, dalam rangka penanganan pandemi Corona Virus Diseace (Covid 19) agar pemerintah kampung tidak memberikan ijin keramaian dan melaporkan perkembangan kasus covid 19 di wilayahnya masing-masing kepada Tim Gugus Tugas tingkat Kecamatan.

Selai itu para Petinggi dapat memberitahukan kepada seluruh warganya agar tidak melakukan perjalanan ke Kampung yang masih ditetapkan sebagai zona merah. Dan dapat memantau warganya yang melakukan perjalanan dari Zona Merah tersebut. Selain itu meminta agar seluruh posko covid-19 diseluruh kampung diaktifkan.

“Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya kasus Covid 19 disalah satu kampung di Kecamatan Nyuatan. Jadi agar tidak semakin berkembang Pemerintah Kecamatan pada hari kemarin Senin (19/04) telah memberikan imbauan kepada seluruh Petinggi secara tertulis,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Camat Nyuatan Tomi Taruna via telepon kepada media kutaibaratkab.go.id.

Pemerintah Kecamatan berpesan kepada seluruh masyarakat Kecamatan Nyuatan agar dapat disiplin ikuti peraturan yang ada terutama dalam penerapan protokol kesehatan (Prokes) dengan selalu menerapkan 5M (Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas). “Mari saling mengingatkan sesama kita. Sayangi diri sendiri dan keluarga,” ungkapnya mengajak.

Penulis: Lilis, editor: Hermanto

Wajib Prokes Selama Menjalankan Ibadah Ramadhan Dan Idul Fitri

Wajib Prokes Selama Menjalankan Ibadah Ramadhan Dan Idul Fitri

(Tengah) Wakil Bupati Kutai Barat, saat pimpin rapat koordinasi. Foto: Donni (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Wakil Bupati Kutai Barat, umat muslim tetap terapkan protokol kesehatan selama menjalankan ibadah puasa  dibulan ramadhan. Hal itu tersebut diungkapkan saat memimpin  rapat koordinasi persiapan memasuki bulan ramadhan 1442 hijriah. Bersama Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutai Barat, NU, Muhammadiyah dan Forum Kerukunan Umat Beragama. Dalam rangka menyingkapi Surat Edaran  Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2021 tentang paduan ibadah ramadhan dan idul fitri tahun 1442 hijriah, di ruang diklat Setdakab Kutai Barat. Selasa (6/4).

Wakil Bupati Kutai Barat H. Edyanto Arkan mengatakan, sebagai masyarakat tentu memiliki bertanggung jawab untuk menjaga dan menyesuaikan kondisi sekarang, khususnya untuk menyingkapi surat edaran dari kementerian Agama terkait pengaturan memasuki bulan ramadhan.

Dalam surat edaran menteri agama dicantumkan beberapa kententuan menjalankan ibadah puasa dan idul fitri. Beberapa diantaranya adalah pembatasan jumlah kapasitas umat beribadah di mushola dan masjid sebesar 50 persen, pengaturan jarak antar umat dalam melaksanakan ibadah, dan ketentuan pelaksanaan takbiran.

Lebih lanjut Wakil Bupati Kutai Barat menyampaikan, dengan berpedoman dari surat edaran kementerian agama dan saran dari tiap perwakilan, bahwa selama menjalankan ibadah puasa wajib mentaati protokol kesehatan terutama dalam menjaga jarak.

“misalnya kapasitas masjid 500 jamaah, yang datang sekitar 150 jamaah tetap perlu diatur jaraknya minimal 1 meter, sehingga tafsirannya semua tempat rumah ibadah sama, baik jumlah kapasitasnya dan ketentuan jaraknya,”ungkapnya.

Selain itu pelaksanaan  takbiran tidak digelar dengan melakukan pawai dijalan melainkan hanya di tempat kediaman dan masjid masing-masing.  Tentunya untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan tetap waspada dari penyebaran wabah pandemi covid-19 selama menunaikan ibadah puasa.

Kepala Kesbangpol Kutai Barat Suwito mengatakan, dari hasil rapat tersebut nantinya akan dituang dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Bupati Kutai Barat, kementerian agama, MUI, muhammadiyah, NU dan FKUB Kutai Barat, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Barat.

“Kesbangpol akan menindaklanjuti hasil rapat hari ini dengan surat edaran mengenai pelaksanaan ibadah puasa dibulan ramadhan ini. Terkait sholat lima waktu, tarawih, tadarus, pawai takbiran, kemudian sahur on the road  serta buka bersama,  melalui koordinasi dengan ketua MUI dan kementerian agama,” pungkasnya.

 

Penulis: Donni, Editor: Hermanto  

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id