Evaluasi Pelaksanaan Work From Home (WFH) Dan Rencana Pembelajaran Tatap Muka

Evaluasi Pelaksanaan Work From Home (WFH) Dan Rencana Pembelajaran Tatap Muka

(Dua dari Kanan) Sekdakab Kutai Barat, saat pimpin rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 Kutai Barat. Foto : Andreas (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat melalui Satgas Penanganan Coronavirus Disease (COVID-19) melaksanakan Rapat koordinasi terkait evaluasi pelaksanaan kebijakan Work From Home (WFH) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan rencana pembelajaran tatap muka untuk sekolah sekolah di Kutai Barat. Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah dan diikuti oleh perwakilan Perwakilan TNI, POLRI dan perangkat daerah berlangsung diruang Diklat Lantai III Setdakab Kutai Barat. Senin (5/4)

Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) Kutai Barat Ayonius  mengatakan, saat ini tingkat kehadiran ASN maupun TKK ditiap perangkat daerah  sekitar 50%, karena system kerja WFH dengan mempertimbangkan prosedur kesehatan, karena Kabupaten Kutai Barat saat ini masih berada di zona merah, namun nanti akan diadakan rapat khusus terkait tingkat kehadiran agar bisa di atas 75% dimasing-masing perangkat daerah karena hampir seluruh ASN telah divaksin.

Menurutnya yang menjadi perhatiaan pemerintah saat ini adalah persiapan menjelang bulan puasa dan pola penyelenggaraan pasar ramadan yang berlangsung selama bulan puasa. “maka perlu surat edaran maupun intruksi Bupati untuk menyelenggarakan pasar ramadan dirumah masing-masing atau berjualan secara online sehingga dapat meminimalisir berkumpulnya banyak orang di satu tempat,”tegasnya.

Terkait rencana pembelajaran tatap muka menurut, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kutai Barat, Silvanus Ngampun mengatakan, selama pembelajaran tidak tatap muka banyak masalah yang muncul. Selain tidak semua sekolah bisa melaksanakan sekolah secara online terutama sekolah yang berada dipelosok dan daerah blankspot tentu tidak dapat mengakses internet. “Belum lagi para guru yang belum siap melaksanakan secara online dan juga banyak orang tua yang mengeluh karena anak-anak mereka yang tidak mau belajar dirumah,” jelasnya.

Untuk saat ini Kutai Barat masih berada di zona merah darurat covid sehingga sampai sekarang masih belum bisa melaksanakan sekolah secara tatap muka. Ada sekitar 60% sekolah yang terdata lolos daftar periksa, yang siap melaksanakan sekolah secara tatap muka.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat pada Juli 2021 nanti akan melaksanakan sekolah secara tatap muka terutama yang kelas 6 dan kelas 9 yang akan menghadapi ujian akhir bagi sekolah yang siap dan para gurunya sudah divaksin,” terangnya

Lebih lanjut dijelaskannya, “Sekolah secara tatap muka tidak akan seperti biasa, namun akan diadakan dengan pola shift, misalnya; selama 2 jam tanpa istirahat dan langsung pulang. Kemudian para murid yang hadir sebanyak 50% dengan prosedur kesehatan yang ketat,” pungkasnya.

Penulis: Andreas, Editor: Hermanto

Di Kecamatan Muara Lawa, Masih 2 Kampung Yang Infrastruktur Dasarnya Belum Maksimal

Di Kecamatan Muara Lawa, Masih 2 Kampung Yang Infrastruktur Dasarnya Belum Maksimal

(Kanan) Camat Muara Lawa, usai dimintai keterangan. Foto: Lilis (Diskominfo)

KOMINFOKUBAR-MUARALAWA, Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian, pemerintah Kutai Barat khususnya pemerintah kecamatan Muara Lawa, yang pada tahun 2021 diprogramkan infrastruktur dasar kampung, kebutuhan Listrik dan sarana kampung lainnya dapat direalisasikan terutama di 2 kampung yang belum maksimal. Minggu (21/03).

Camat Muara Lawa Sehaimi mengatakan, Kecamatan Muara Lawa ada 8 Kampung yang memiliki luas wilayah 44,44 dan jumlah penduduk terdata 6.728 jiwa dari 1.670 Kepala Keluarga (KK), yang masih membutuhkan aliran listrik dan pembangunan infrastruktur dasar.

“Di Kecamatan Damai masih ada 2 kampung yang belum teraliri listrik dari pembangkit listrik negara (PLN) yaitu Kampung Lotaq sama Kampung Muara Begai, kemudian pembangunan infrastruktur dasarnya masih harus diprogramkan secara bertahap agar dapat terpenuhi maksimal, ” papar Camat.

menurutnya “kedepan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat terpenuhi secara merata, sebab infrastruktur dasar tersebut, merupakan kebutuhan mendesak untuk menunjang aktivitas perekonomian masyarakat,” jelasnya lebih lanjut..

“Ada 2 program prioritas pada tahun 2021 yakni pembangunan Index Membangun Desa (IDM) dan optimalisasi program pelayanan publik, pelaksanaan program pembangunan tahun lalu (2020) di kecamatan Muara Lawa agak terkendala dan kurang maksimal karena pandemi Corona Virus Diseace (Covid 19),” jelas Suhaimi menambahkan.

Diharapakan para kepala kampung dapat menjalankan program kampung dengan maksimal dan transparan. Terkait penanganan Covid-19 kepada masyarakat diimbau agar tetap mematuhi dan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes)  dalam beraktivitas sehari-hari dengan 5M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mengurangi Mobilitas dan menjauhi Kerumunan).

“Kami telah menyampaikan dan mensosialisasikan, jadi mari bersama-sama patuhi dan disiplin menerapkan prokes penanggulangan Covid-19 untuk menurunkan angka positif di Kutai Barat,” pungkasnya.

 

Penulis : Lilis, Editor: Hermanto

Efek Samping Vaksin Sinovac, Sangat Aman Dan Wajar

Efek Samping Vaksin Sinovac, Sangat Aman Dan Wajar

(Kanan) Petugas Vaksin, saat melakukan vaksin. Foto: Lilis (Diskominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Efek samping dari Vaksin Sinovac yang menjadi ketakutan dikalangan masyarakat, hal tersebut merupakan pembentukan antibody (kekebalan imunitas tubuh) sehingga masyarakat tidak perlu takut, ungkap Tim Vaksinasi Dinas Kesehatan.

“Efek vaksin sinovac dapat meningkatkan nafsu makan, demam, pegal, bengkak, bentol merah, sering lapar, pusing, bengkak pada lokasi penyuntikan, lemas dan ngantuk, ini merupakan gejala yang wajar tergantung dari kondisi imunitas tubuh masing-masing,” ucap Yohana selaku petugas Vasin dari Tim Vaksinasi Dinas Kesehatan kepada media di Alun-alun Itho Kutai Barat. Jumat (19/03).

Disebutkannya bahwa pada hari ini telah melanjutkan vaksinasi tahap kedua setelah 14 hari dengan proses registrasi, verivikasi, skrining dan vaksinasi lalu observasi. Dimana dalam jangka waktu 2 minggu tersebut merupakan proses bekerjanya vaksin didalam tubuh. “Vaksin awal merupakan proses penyesuaian dan vaksin kedua baru pembentukan antibody,” jelasnya.

Lebih lanjut Yohana menjelaskan, bahwa apabila terjadinya demam pada saat proses antibody, disarankan untuk minum obat paracetamol. Apabila tidak ada perubahan maka masyarakat diminta untuk ke-puskesmas terdekat. “Jika demam cukup minum parasetamol, jika efek menerus disarankan kedokter, dan jika ada keluhan hubungi kontak yang tertera dikartu vaksinasi,” jelasnya.

Pada tahapan vaksinasi ada kriteria yang harus dipenuhi, jika tidak maka belum dapat mengikuti vaksin. “Yakni jika dimeja skrining terindikasi seperti; punya diabetes diatas 200 Mgl maka ditunda tidak diberikan vaksin,” ungkapnya mencotohkan.

Bagi yang sudah divaksin Corona Virus Diseace (Covid 19), masih tetap menerapkan peraturan protokol kesehatan. Agar selain mencegah penularan juga dapat menurunkan angka positif Covid-19 di Kabupaten Kutai Barat. “Mari tetap patuhi 5M. Saling menjaga dan saling mengingatkan,” pungkasnya.

Penulis: Lilis, editor : Hermanto

208 Orang Pelayan Publik, Ikuti Vaksinasi Tahap II Di Puskesmas Sekolaq Darat

208 Orang Pelayan Publik, Ikuti Vaksinasi Tahap II Di Puskesmas Sekolaq Darat

Petugas Vaksin, saat lakukan vaksiasi  kepada salah satu warga. Foto: Welin (Diskominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Tim Satgas Penanganan Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat kembali menggelar Vaksinasi Covid-19 tahap kedua kepada Pelayanan Publik dan Media dilingkungan pemerintah Kutai Barat setelah sebelumnya sudah mendapatkan vaksinasi covid-19 tahap satu yang dilaksanakan pada awal Maret lalu di Alun-Alun Itho Sendawar Kutai Barat. Kamis (18/03)

Pada vaksinasi Covid-19 tahap kedua ini, sasaran penerima vaksin yang terdata dalam wilayah PKM Sekolaq Darat sebanyak 208 target penerima yang meliputi Aparat Sipil Negara (ASN), Wartawan, TNI, Polri, Kejaksaan, DPRD,KPU, Petugas BPJS dan Jasa Raharja di PKM Sekolaq Darat, Kecamatan Sokolaq Darat Kutai Barat.

Penerima vaksinasi Covid-19 pada tahap kedua masih sama yakni; pendaftran, verikasi data calon penerima vaksin, Skrining berupa pengecakan tekanan darah dan suhu tubuh jika kondisi normal baru dapat divaksinasi Covid-19 dan pemantauan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Menurut petugas Imunisasi Puskesmas Sekolaq Darat Eny Sri Utami  menjelaskan, dalam pelaksanaan Vaksinsi Covid-19 pada tahap kedua ini hanya diperuntukan bagi penerima yang telah divaksinasi tahap pertama tanggal 4 Maret lalu, dengan jumlah dosis yang telah ditentukan oleh dinas kesehatan ditiap fasilitas layanan kesehatan yang mengadakan vaksinasi.

“Vaksinasi tahap kedua ini merupakan lanjutan vaksinansi pertama awal Maret lalu, kemudian proses vaksinasi yang diselengarakan hari ini berjalan dengan lancar dan tidak terdapat kendala apapun dari para peserta setelah menerima Vaksin dan selama proses pemantauan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa vaksinasi Covid-19 adalah upaya untuk membangun imunitas tubuh dimana vaksin yang telah disuntikan kedalam tubuh tersebut akan membangun mekanisme pertahanan daya tahan tubuh. “Diharapkan dengan vaksinasi ini kekebalan daya tahan tubuh dapat jadi lebih kuat dalam menghadapi covid-19, namun harus tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” tegasnya.

Program vaksinasi yang telah dilaksanakan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat agar siap untuk menerima Vaksinasi Covid-19 pada tahap selanjutnya, karena bagaimanapun juga ini menjadi salah satu cara dalam mencegah penyebaran yang lebih luas terkait dengan pandemi Covid-19 di Kabupaten Kutai Barat,” pungkasnya

 

Penulis: Welin, Editor: Hermanto

180 Orang Calon Kepala Desa dari 52 Kampung dan 15 Kecamatan Di Kutai Barat Ikut Pilkades

180 Orang Calon Kepala Desa dari 52 Kampung dan 15 Kecamatan Di Kutai Barat Ikut Pilkades

(Depan, Dua dari kanan) Sekdakab Kutai Barat, saat meninjau Pelaksanaan Pilkades Serentak. Foto: Lilis (Diskomifo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Kutai Barat memantau langsung pelaksanaan pemilihan petinggi serentak se-Kabupaten Kutai Barat tahun 2021 yang tersebar di 15 Kecamatan dan 52 Kampung. Dan berharap Kepala Kampung yang terpilih dapat memberi contoh dan berprinsip dalam membangun Kutai Barat sesuai moto Kutai Barat ‘Hari esok menjadi lebih baik dari pada hari ini’.Rabu (10/03).

“Hari ini kita memantau pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkadas) serentak di 6 kampung yaitu Sekolaq Joleq, Sumber Sari, Rejo Basuki, Jengan Danum, Cempedas dan Kampung Lotaq terakhir, Diharapkan Kepala Kampung yang terpilih dapat memberi contoh dan berprinsip dalam membangun Kutai Barat,” ungkapnya didampingi Kepala Dinas DPMK Faustinus Syaidirahman, Kepala Dinas Kesehatan Ritawati Sinaga, Kepala Dinas Perhubungan Rakhmat, Kepala Satuan Satpol PP Nadisius, Perwakilan BPBD Daud Budiman dan para camat beserta perwakilan TNI Kodim 0912/KBR dan Waka Polres Kutai Barat N. Wijana.

Dijelaskan Sekdakab Kutai Barat, Pilkades yang dilaksanakan secara serentak ini merupakan pertama kali di Kabupaten Kutai Barat. Dengan jumlah Calon Kepala Kampung yang berkompetisi sejumlah 180 calon dari 52 Kampung dan 15 Kecamatan yaitu sebanyak  3.890 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari 87 Tempat Pemunggutan Suara (TPS).

“Sebenarnya ada 181 calon petinggi tetapi ada satu yang meninggal dunia menjadi 180 calon. Dan dari 190 Kampung 16 Kecamatan di Kabupaten Kutai Barat, hanya Kecamatan Nyuatan yang tidak melaksanakan pemilihan petinggi tahun ini,” terangnya.

“Semoga pemilihan ini dapat sukses, jika dilihat antusias masyarakatnya cukup tinggi dan pelaksanaan Pilkades berjalan dengan baik, tertib  dan aman, sesuai dengan protokol kesehatan. Kami juga telah melakukan sosialisasi dan masyarakat sadar akan demokrasi sehingga puji Tuhan, tidak ada kendala dalam pelaksanaan pemilihan petinggi ini,”tegasnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Faustinus Syaidirahman bahwa dalam pemilihan kepala kampung serentak ini, setelah penetapan pemenang, lalu berikutnya akan diajukan ketingkat kabupaten kemudian dijadwalkan pelaksanaan pelantikan serentak pada tanggal 5 April 2021 mendatang.

“Semoga hasil pemilihan hari ini tidak ada yang bermasalah, terutama setelah penghitungan terakhir tidak ada protes sehingga tidak menjadi penghambat dalam pelantikan nantinya dan semua dapat berjalan dengan ketentuan yang ada,” harapnya.

Terkait ketertiban prokes menurut Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat Ritawati Sinaga menjelaskan, pelaksanaan kegiatan pilkades ini sudah mengikuti standar protokol kesehatan yakni; 3M (Mencuci tangan, Menjaga Jarak dan Memakai Masker).

Lebih lanjut dijelaskannya, disetiap TPS sudah disediakan tempat mencuci tangan, handsanitizer, tisu serta sarung tangan sekali pakai dan pengecekan suhu tubuh dimana bagi pemilih yang suhu tubuhnya tinggi akan ditempatkan di TPS khusus, demikian juga sudah diatur jarak tempat duduk pemilih secara bergiliran memasuki TPS agar tidak ada yang berkerumun.

“Selain itu juga dalam pelaksanaannya panitia memprioritaskan para lansia dan ibu hamil untuk memilih terlebih dahulu. Dan bagi yang membawa anak ke TPS maka anak tersebut akan menunggu diluar,”pungkasnya.

 

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

55 Personil Dari Tiap Polsek, Amankan Pelaksanaan Pilkades Serentak Di wilayahnya

55 Personil Dari Tiap Polsek, Amankan Pelaksanaan Pilkades Serentak Di wilayahnya

(Kiri) Wakapolres Kutai Barat, saat memberikan pernyataan kepada media. Foto: Lilis (Diskominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Kepolisian Resor (Polres) Kutai Barat menurunkan 161 personil dalam pengamanan Pemilihan Kepala Desa / Kampung (Pilkades) untuk melakukan pengamanan di 87 tempat pemungutan suara (TPS) dari 52 Kampung dan 15 Kecamatan. Rabu (10/03).

Wakil Kepala (Waka) Polres Kutai Barat N. Wijana menyatakan, Polres Kutai Barat telah membackup Kepolisian Sektor (Polsek) sebanyak 11 Polsek yang wilayahnya melaksanakan  pemilihan petinggi dengan 55 personil dari masing-masing polsek.

“Kami kirimkan penambahan 5 personil untuk memperkuat keamanan ditingkat Kecamatan maupun Kampung selama tahapan pelaksanaan Pilkades,” ungkapnya,

Waka Polres jelaskan, hingga saat ini dalam pelaksaan pilkades tidak ada kendala maupun permasalahan kemanan artinya situasi cukup aman dan kondusif. Selain itu juga tetap melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat dalam operasi yutisi bersama Kodim 0912/KBR, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beserta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk penerapan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi).

“Jadi pada pemilihan kepala kampung ini tentu kami sangat memperhatikan. Hingga pelaksanaan ini berjalan sesuai prtokol kesehatan (prokes) dengan lancar, aman dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu disampaikan perwakilan TNI Kodim 0912/KBR Vispayudha bahwa dalam pelaksanaan Pilkades TNI juga membackup kepolisian. Dimana Kodim 0912/KBR  mengerakkan sebanyak 87 personil untuk menambahkan 5 personil ditiap Komando Rayon Militer (Koramil).

“Menurut pantauan kami pelaksanaan pilkades berjalan dengan baik sampai pelaksanaan pemilihan, dan semoga tetap kondusif sampai pada pelantikan nantinya,” harapnya.

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Tenaga Pendidik Kecamatan Sekolaq Darat, Ikuti Vaksinasi Covid-19

Tenaga Pendidik Kecamatan Sekolaq Darat, Ikuti Vaksinasi Covid-19

Kegiatan vaksin bagi tenaga pendidik. Foto: Welin (Diskominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Sejumlah tenaga pendidik yang tersebar di Kecamatan Sekolaq Darat mulai dari guru ditingkat SD, SMP, dan SMA baik Negeri maupun Swasta mulai menjalani Vaksinasi Covid-19 yang berlangsung di Aula Puskesmas Sekolaq Darat Kabupaten Kutai Barat. Selasa ( 09/03).

Vaksinasi Covid-19 yang telah disasarkan oleh Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat kepada tenaga pendidik ini bertujuan untuk mengoptimalkan Pelaksanaan Tatap Muka (PTM) yang telah ditargetkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada Juli 2021 atau awal semester kedua tahun ajaran 2020/2021 mendatang.

Kepala UPT Puskesmas Sekolaq Darat Cica Suryani menyampaikan, Vaksinasi yang digelar bagi para guru ini merupakan salah satu kelompok prioritas penerima vaksin demi menjamin kelancaran dalam melakukan kegiatan belajar selama pandemi.

Ia juga menyebutkan dari para pendidik yang sudah terdaftar, ada beberapa yang tidak dapat lolos observasi kesehatan. “ tentunya kami akan menjadwalkan kembai mereka yang belum lolos dalam tahapan ini, agar semua guru dan petugas pelayan publik di wilayah Kecamatan Sekolaq Darat nantinya bisa menjalani Vaksinasi Covid-19,” Ucapnya

Lanjut Cica Suryani mengatakan, Dalam kegiatan vaksinasi Covid-19 tahap II termin I yang digelar bagi tenaga pendidik tersebut juga diikuti oleh sejumlah pegawai Kecamatan, KUA dan perangkat Desa di Kecamatan Sekolaq Darat.

“Vaksinasi pada tahap pertama bagi tenaga pendidik yang sudah menerima vaksin, akan divaksin kembali kedua kalinya pada tanggal 23 Maret 2021 mendatang dengan membawa data yang telah diberikan oleh tenaga kesehatan,” Pungkasnya.

Penulis: Welin, Editor: Hermanto

Kampung Long Iram Seberang Di Kukuhkan Sebagai Kampung Tangguh Nusantara

Kampung Long Iram Seberang Di Kukuhkan Sebagai Kampung Tangguh Nusantara

Foto bersama para petugas Kampung Tangguh Nusantara. Foto : Dok Kampung Long Iram Seberang.

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Kampung Long Iram Seberang Kecamatan Long Iram dikukuhkan sebagai Kampung Tangguh Nusantara Satuan Tugas (Satgas) Corona Virus Diseace (Covid 19). Kamis (04/03).

Petinggi Kampung Long Iram Seberang Fahrizal Rahman, mengatakan Kampung Long Iram Seberang ditunjuk sebagai satgas covid 19 kampung tangguh nusantara perwakilan Kecamatan Long Iram. “Dan ini merupakan program dari Pusat dan Kementrian Desa, yang anggarannya bersumber dari  Dana Desa (DD) sebesar 8 persen dari Pagu DD tahun 2021.

“Pemerintah kampung sudah komitmen, siap berkoordinasi dan melaksanakan kegiatan Kampung Tangguh Covid-19. Apabila dikemudian hari terdapat kasus terkonfirmasi covid-19 atau ada yg dikarantina secara mandiri atau terpusat, tim satgas covid kampung siap menjadi garda terdepan bersama dengan tim satgas covid Kecamatan,” bebernya melalui via whatsap kepada media kutaibaratkab.go.id.

Dijelaskannya lebih lanjut bahwa tugas di posko satgas Covid-19 ini adalah melakukan sosialisasi Penerapan Prokes melalui 5M, adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal), dan melakukan penyemprotan cairan Disinfektan.

“Selain itu petugas di pasko satgas harus siap siaga apabila ada warga yang terkonfirmasi positif covid-19 dan mengupayakan sarana prasarana untuk karantina mandiri serta membantu kebutuhan pokoknya,” ujarnya

Diingatkannya kepada masyarakat Long Iram Seberang khususnya agar mematuhi peraturan prokes yang berlaku. “Mari disiplin, untuk pencegahan terjadinya penularan virus ini. Dan sembari mengingatkan sesama,” pungkasnya.

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

924 Pegawai Dilingkungan Pemerintah Kutai Barat, Ikuti Vaksin Covid-19

924 Pegawai Dilingkungan Pemerintah Kutai Barat, Ikuti Vaksin Covid-19

Kadis Kominfo Kutai Barat, saat ikuti vaksin Covid-19. Foto: Reynaldi (Diskominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pemerintahan Kutai Barat mengadakan Vaksinasi Covid-19 pertama tahap II pada kelompok Pelayanan Publik, kepada Pejabat eselon II, III, IV, pegawai pelayanan publik dilingkungan pemerintah Kutai Barat, petugas BPJS Kutai Barat dan Media berjumlah 924 orang, yang telah memenuhi kriteria layak menerima vaksin.

Kegiatan vaksin juga diikuti dari peserta yang terdaftar kegiatan vaksin tahap I, aparat penegak hukum (TNI, Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan) yang belum melakukan vaksinasi. bertempat di Alun-Alun ITHO, Kamis 4 Maret 2021

Saat meninjau kegiatan vaksin Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat Ayonius mengatakan, terimakasih kepada Kadiskes beserta jajarannya yang telah menyelenggarakan kagiatan vaksinasi di kalangan aparatur Pemerintahan. “Semoga kegiatan ini, bisa berlanjut kepada masyarakat luas tanpa ada kendala,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Rita Sinaga mengatakan, kegiatan seperti ini berikutnya  akan dilakukan kepada para guru dan pedagang pasar. Dan akan dilayani petugas vaksinasi Puskesmas masing-masing di daerahnya.

Untuk masyarakat Kutai Barat mari kita mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan vaksin ini, dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 di Kutai Barat,” pungkasnya.

Penulis: Reynaldi, Editor: Hermanto

Kementrian Agama Kutai Barat, Latih Para Guru Untuk Belajar Buat Soal Ujian secara Mandiri

Kementrian Agama Kutai Barat, Latih Para Guru Untuk Belajar Buat Soal Ujian secara Mandiri

Para guru ikuti kegiatan pelatihan, Foto: Edi Humas Kemenag Kutai Barat.

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Dampak terhapusnya Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN), kebijakan pelaksanaan ujian dilaksanakan secara mandiri dimana guru dituntut kreatif untuk menghasilkan anak didik yang berkualitas. Rabu (03/03).

Kepala Kementrian Agama Kutai Barat HM.Izzat Solihin menyatakan, dengan ditiadakannya ujian maka pembuatan soal ujian dilakukan secara mandiri. Dimana 3 guru Madrasah Kutai Barat telah mengikuti bimbingan penyusunan soal ujian tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) diakhir bulan Februari 2021 lalu.

Ketiga guru tersebut yakni dari MTS Negeri diikuti Ajidah dan Umi Nazula. Sementara dari MAN diikuti Indriatuti Tri Ruspitasari.  Setelah mengikuti bimbingan tersebut, para guru yang telah mendapatkan  Informasi berikutnya melakukan  sosialisasi dalam tajuk kegiatan serupa pada guru madrasah yang ada di Kutai Barat.

“Oleh karena itu sudah seharusnya siswa Madrasah Kutai Barat dapat unjuk prestasi tentu melalui bimbingan para guru. Dan berikanlah soal kepada anak-anak kita, sesuai perkembangan dan kemampuan mereka yaitu dalam pembuatan soal harus disesuaikan dengan petuntuk teknis dan kisi- kisi sesuai ketentuan secara umum. Dalam arti bobot soal MA jangan diberikan kesiswa yang masih MI atau MTs  begitupun sebaliknya,”jelasnya.

“Ajak anak berpikir kreatif dalam menerjakan soal. Sajikan dengan  dengan tepat serta mudah di cerna untuk menjawabnya,” ungkap Kepala Kemenag Kabupaten Kutai Barat dalam membuka kegiatan bimbingan teknis penyusunan soal ujian Madrasah tingkat MTs dan MA se-Kutai Barat,”tambahnya.

Dikatakannya lebih lanjut, era saat ini Madrasah dituntut untuk lebih aktif, dalam peningkatan mutu  pendidikan. Dimana tidak hanya dituntut mengingat ilmu pendidikan saja, namun juga diajak untuk dapat berpikir kritis dalam menjawab soal ujian.

“Banyak siswa-siswi Madrasah telah dapat menunjukkan prestasinya hingga tingkat nasional bahkan Internasional. Dan prestasi itu tidak mudah untuk mendapatkannya, tentu ada perjuangan  susah payah dalam meraihnya. Namun dengan kegigihan dan ketelatenan tentu akan membuahkan hasil sesuai yang kita inginkan. Maka Ujian ditahun 2021 ini dari kita, oleh kita dan untuk kita bersama,” pungkasnya.

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id